Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bos Persib Meledak! Wasit FIFA Asia Dinilai Paling Parah di Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 19:01 WIB

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita

Jumat, 20 Februari 2026 18:44 WIB
Ilustrasi berdoa

Haid saat Ramadhan? Ini 5 Amalan yang Tetap Berpahala Besar

Jumat, 20 Februari 2026 18:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bos Persib Meledak! Wasit FIFA Asia Dinilai Paling Parah di Indonesia
  • Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita
  • Haid saat Ramadhan? Ini 5 Amalan yang Tetap Berpahala Besar
  • Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?
  • Misi Balas Dendam Maung Bandung: Menanti Duel Panas Persib vs Persita di GBLA!
  • Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!
  • Jadwal Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026 Lengkap dengan Waktu Salat
  • Benarkah Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor? Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?

By Aga GustianaJumat, 20 Februari 2026 17:17 WIB2 Mins Read
Prabowo Subianto dan Donald Trump. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya angkat bicara mengenai kesepakatan besar bernilai US$15 miliar atau setara Rp253,3 triliun untuk mendatangkan migas dari Amerika Serikat. Langkah ini bukan sekadar urusan pemenuhan stok energi, melainkan sebuah manuver diplomatik untuk menjaga stabilitas perdagangan kedua negara.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa gelontoran dana fantastis tersebut merupakan bagian dari upaya menyeimbangkan tarif resiprokal. Dengan kata lain, Indonesia berupaya memastikan posisi dagang dengan Negeri Paman Sam tetap harmonis dan saling menguntungkan.

“Ini kan dalam rangka menyeimbangkan tarif perdagangan kedua belah pihak,” ucap Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/2/2026). Ia juga menekankan bahwa pembelian bahan bakar minyak (BBM) ini adalah konsekuensi dari komitmen internasional yang telah disepakati. “Akhirnya memang kita harus bersepakat untuk membeli BBM dari Amerika,” lanjutnya.

Baca Juga:  Golkar Jangan Terlalu Sensitif! Bahlil Minta Hentikan Laporan Pembuat Meme

Bedah Paket Perjanjian US$15 Miliar

Kesepakatan yang tertuang dalam dokumen ‘Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Amerika Serikat-Indonesia’ ini membagi impor dalam tiga sektor utama:

  • LPG: Senilai US$3,5 miliar.
  • Minyak Mentah: Senilai US$4,5 miliar.
  • Bensin Olahan: Mencapai US$7 miliar.

Paket besar ini resmi ditandatangani hari ini, menandai babak baru hubungan dagang energi antara Jakarta dan Washington.

Dilema Kemandirian Energi: Tetap Setop Impor Solar?

Kebijakan ini memicu pertanyaan publik, mengingat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia gencar mengampanyekan kemandirian energi. Target pemerintah untuk menghentikan impor solar pada tahun ini, serta bensin dan avtur pada 2027, dianggap kontradiktif dengan perjanjian baru ini.

Baca Juga:  Viral! Wajah Tegang Bahlil Hingga Colek Paha Rosan saat Prabowo Bahas Tambang Ilegal

Namun, Anggia menegaskan bahwa perjanjian dagang khusus ini berada di jalur yang berbeda dengan peta jalan kemandirian energi nasional. Target utama pemerintah tidak akan bergeser meskipun ada komitmen dengan Amerika Serikat.

“Tapi tidak melepaskan bahwa kita tetap harus mengupayakan kemandirian energi kita dalam hal yang komitmen Pak Menteri untuk setop impor solar dan lainnya tetap jalan,” jelas Anggia. Beliau menegaskan bahwa langkah ini murni strategi hubungan internasional. “Ini satu hal yang berbeda karena kesepakatan untuk perdagangan antara kita dengan Amerika,” ucapnya.

Baca Juga:  Bahlil Lahadalia dan Koleksi Jam Tangan Mewah Ratusan Juta

Memahami Peran Vital Migas bagi RI

Minyak dan gas bumi tetap menjadi urat nadi perekonomian Indonesia. Mulai dari operasional transportasi massal hingga dapur rumah tangga (LPG), ketergantungan pada komoditas ini masih sangat tinggi. Meski target swasembada energi terus dikejar, realitas perdagangan global menuntut pemerintah untuk tetap lincah dalam menjalin kerja sama timbal balik demi menghindari tekanan tarif yang bisa membebani sektor industri nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia Ekonomi Internasional Impor Migas AS kemandirian energi Kementerian ESDM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita

Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 20 Februari 2026, Catat Waktu Buka Puasa!

Jadwal Pencairan THR CPNS 2026, Siap-siap Terima di Minggu Pertama Puasa

Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa

Geger! Jasad Pria Ditemukan di Arboretum Unpad Jatinangor, Kondisinya Sudah Membusuk

THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.