Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap! Di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ada Ancaman Malware Serius

Minggu, 12 April 2026 11:27 WIB

Ancaman Serius di Bandung! Bali United Bikin Persib Tak Bisa Tenang di Puncak Klasemen

Minggu, 12 April 2026 11:02 WIB

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Minggu, 12 April 2026 10:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap! Di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ada Ancaman Malware Serius
  • Ancaman Serius di Bandung! Bali United Bikin Persib Tak Bisa Tenang di Puncak Klasemen
  • Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah
  • Bantah Damai dengan RSHS Bandung, Nina Salehah Tunjuk 2 Pengacara
  • Liverpool Akhiri Paceklik Kemenangan, Fulham Dipaksa Pulang Tanpa Poin
  • Persib vs Bali United: Bojan Hodak Bertekad Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di GBLA!
  • Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Demi Redam Perang Tarif, Indonesia ‘Terpaksa’ Belanja Migas AS Rp253 Triliun?

By Aga GustianaJumat, 20 Februari 2026 17:17 WIB2 Mins Read
Prabowo Subianto dan Donald Trump. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya angkat bicara mengenai kesepakatan besar bernilai US$15 miliar atau setara Rp253,3 triliun untuk mendatangkan migas dari Amerika Serikat. Langkah ini bukan sekadar urusan pemenuhan stok energi, melainkan sebuah manuver diplomatik untuk menjaga stabilitas perdagangan kedua negara.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa gelontoran dana fantastis tersebut merupakan bagian dari upaya menyeimbangkan tarif resiprokal. Dengan kata lain, Indonesia berupaya memastikan posisi dagang dengan Negeri Paman Sam tetap harmonis dan saling menguntungkan.

“Ini kan dalam rangka menyeimbangkan tarif perdagangan kedua belah pihak,” ucap Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/2/2026). Ia juga menekankan bahwa pembelian bahan bakar minyak (BBM) ini adalah konsekuensi dari komitmen internasional yang telah disepakati. “Akhirnya memang kita harus bersepakat untuk membeli BBM dari Amerika,” lanjutnya.

Baca Juga:  Badan Geologi Pasang Alat Pemantauan Baru di Pulau Ruang

Bedah Paket Perjanjian US$15 Miliar

Kesepakatan yang tertuang dalam dokumen ‘Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Amerika Serikat-Indonesia’ ini membagi impor dalam tiga sektor utama:

  • LPG: Senilai US$3,5 miliar.
  • Minyak Mentah: Senilai US$4,5 miliar.
  • Bensin Olahan: Mencapai US$7 miliar.

Paket besar ini resmi ditandatangani hari ini, menandai babak baru hubungan dagang energi antara Jakarta dan Washington.

Dilema Kemandirian Energi: Tetap Setop Impor Solar?

Kebijakan ini memicu pertanyaan publik, mengingat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia gencar mengampanyekan kemandirian energi. Target pemerintah untuk menghentikan impor solar pada tahun ini, serta bensin dan avtur pada 2027, dianggap kontradiktif dengan perjanjian baru ini.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jabar Yakin Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Segera Ditangani

Namun, Anggia menegaskan bahwa perjanjian dagang khusus ini berada di jalur yang berbeda dengan peta jalan kemandirian energi nasional. Target utama pemerintah tidak akan bergeser meskipun ada komitmen dengan Amerika Serikat.

“Tapi tidak melepaskan bahwa kita tetap harus mengupayakan kemandirian energi kita dalam hal yang komitmen Pak Menteri untuk setop impor solar dan lainnya tetap jalan,” jelas Anggia. Beliau menegaskan bahwa langkah ini murni strategi hubungan internasional. “Ini satu hal yang berbeda karena kesepakatan untuk perdagangan antara kita dengan Amerika,” ucapnya.

Baca Juga:  Subsidi BBM Masih Dinikmati Orang Kaya, Menkeu Purbaya Sentil Bahlil

Memahami Peran Vital Migas bagi RI

Minyak dan gas bumi tetap menjadi urat nadi perekonomian Indonesia. Mulai dari operasional transportasi massal hingga dapur rumah tangga (LPG), ketergantungan pada komoditas ini masih sangat tinggi. Meski target swasembada energi terus dikejar, realitas perdagangan global menuntut pemerintah untuk tetap lincah dalam menjalin kerja sama timbal balik demi menghindari tekanan tarif yang bisa membebani sektor industri nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia Ekonomi Internasional Impor Migas AS kemandirian energi Kementerian ESDM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Bantah Damai dengan RSHS Bandung, Nina Salehah Tunjuk 2 Pengacara

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.