Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jumat, 20 Februari 2026 04:00 WIB

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 03:00 WIB

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

Jumat, 20 Februari 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya
  • Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan
  • Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Demonstrasi Ricuh di Nepal, Krisis Ekonomi Jadi Pemicu Utama

By Aga GustianaRabu, 10 September 2025 17:39 WIB3 Mins Read
Demo di Nepal berujung kericuhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Demonstrasi besar-besaran di Nepal berubah ricuh ketika massa membakar rumah mantan Perdana Menteri Jhalanath Khanal. Tragisnya, istri Khanal menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Aksi protes ini dipicu kebijakan pemerintah yang memblokir akses ke media sosial seperti Facebook, X, dan YouTube, memicu kemarahan publik. Selain itu, pengunjuk rasa juga menyoroti kondisi ekonomi yang dinilai jauh dari harapan.

Krisis Lapangan Kerja di Nepal

Menurut laporan Bank Dunia, antara 2010 hingga 2018 hanya empat dari sepuluh penduduk usia kerja yang mendapatkan pekerjaan formal. Sebagian besar pekerjaan bersifat informal, bergaji rendah, dan minim jaminan keamanan maupun prospek karier.

“Peluang kerja khususnya terbatas di daerah pedesaan, di mana investasi swasta dan penciptaan lapangan kerja masih tertinggal. Situasi ini sangat menantang bagi kaum muda. Lebih dari sepertiga penduduk berusia 15-24 tahun tidak mengenyam pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan. Sementara itu, bagi perempuan, partisipasi angkatan kerja masih sangat rendah, hanya 29% atau setengah dari angka laki-laki,” tulis laporan Bank Dunia yang dirilis 13 Agustus 2025, dikutip Rabu (10/9/2025).

Baca Juga:  Manfaatkan Media Sosial dengan Inovasi, Bapenda Jabar Raih Juara Umum HJA 2024

Tingginya Tingkat Pengangguran dan Migrasi

Bank Dunia menilai, rendahnya investasi dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia memperlebar kesenjangan antara pencari kerja dan lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran generasi muda, khususnya generasi Z, mencapai 20,8%, sementara tingkat pengangguran nasional Nepal tetap di atas 10% dalam beberapa tahun terakhir.

Minimnya lapangan kerja mendorong banyak warga Nepal bekerja di luar negeri, terutama ke negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Malaysia. Pada 2021, lebih dari 7% penduduk Nepal bermigrasi untuk mencari pekerjaan, meningkatkan remitansi dan jumlah rumah tangga penerimanya.

Baca Juga:  Video Cukur Kumis Ramai Diburu Netizen, Ekspresi Merem Melek Jadi Sorotan

Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Meski krisis sosial berlangsung, pertumbuhan ekonomi Nepal pada paruh pertama fiskal 2025 (H1FY25) mencapai 4,9%, meningkat dari 4,3% pada periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ditopang sektor pertanian dan industri, meski sektor jasa melambat.

Sektor pariwisata terdampak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, menimbulkan kerugian sekitar 0,8% PDB. Perbaikan Bandara Internasional Tribhuvan sejak November 2024 juga membatasi operasional penerbangan, memengaruhi jumlah wisatawan dan harga tiket.

Baca Juga:  KPAI Ingatkan Bahaya Anak Bermain Medsos, Minta Orang Tua Aktif Mengawasi

Nepal mencatat inflasi 5% pada 2025, turun dari 6,5% pada tahun sebelumnya. Inflasi non-makanan menurun, namun inflasi makanan tetap tinggi di 7,5% akibat kenaikan harga sayuran hingga 26,6%.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Nepal tumbuh 4,5% pada fiskal 2025, meningkat dari 3,9% pada 2024, dengan rata-rata pertumbuhan 5,4% per tahun pada 2026-2027. Sektor jasa diprediksi menjadi penggerak utama pertumbuhan.

Meski demikian, produktivitas tenaga kerja rendah, persaingan di logistik dan transportasi lemah, serta infrastruktur terbatas masih menghambat ekspor dan pertumbuhan ekonomi riil. Sektor pariwisata juga belum optimal karena regulasi kompleks, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan literasi digital.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Dunia Demonstrasi Nepal Jhalanath Khanal kekerasan krisis ekonomi media sosial Migrasi Tenaga Kerja Nepal Pengangguran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.