Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Sabtu, 12 September 2026 13:16 WIB

Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 12:54 WIB

Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis

Sabtu, 12 September 2026 12:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi
  • Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta
  • Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 19 Februari 2026 21:25 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Memasuki satu tahun kepemimpinannya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti capaian ekonomi sebagai indikator paling menonjol dalam kinerja Pemerintah Kota Bandung.

Hal itu disampaikan Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (19/2/2026). Ia menegaskan, secara statistik kondisi ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren positif. “Capaian yang paling perlu di-highlight adalah capaian statistik ekonomi yang sangat baik,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mengikuti tren Jawa Barat dan kini berada di atas 5 persen.

Selain itu, laju inflasi dinilai tetap terkendali di bawah 3 persen. Menurutnya, stabilitas inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Bertemu Idola Masa Kecil, Arfi Rafnialdi Didoakan Legenda Persib Jadi Wali Kota Bandung

Dari sisi kesejahteraan sosial, angka kemiskinan ekstrem disebut mengalami penurunan. Namun demikian, Farhan mengakui adanya tantangan baru.

Ia menyoroti peningkatan jumlah warga yang berpindah ke desil 6 sehingga tidak lagi berhak menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI).

“Risikonya, warga yang pindah ke desil 6 dan tidak lagi mendapatkan PBI BPJS meningkat. Tapi alhamdulillah, sistem administrasi kita sangat rapi,” katanya.

Farhan memastikan, apabila masih terdapat warga dalam desil 1 sampai 5 yang belum terdaftar sebagai penerima PBI, pemerintah akan mengupayakan pendataan ulang.

Baca Juga:  Farhan Geram Soal Kisruh Kebun Binatang Bandung: Pasea Terus, Selesaikan Sendiri!

Dalam masa transisi tersebut, Pemkot Bandung juga mengandalkan program Universal Health Coverage (UHC) agar layanan kesehatan tetap dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.

Secara fiskal, Farhan menyebut kondisi keuangan daerah masih sehat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mengalami peningkatan signifikan.

Belanja infrastruktur juga naik tajam. Anggaran infrastruktur jalan, misalnya, meningkat dari Rp130 miliar menjadi Rp300 miliar.

Namun, ia mengingatkan agar lonjakan anggaran tersebut dibarengi perencanaan matang. “Jangan hanya besar di depan, tetapi tidak terpakai di belakang. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Farhan juga menekankan pentingnya peningkatan skor pencegahan korupsi dari KPK agar pengelolaan APBD berjalan transparan dan akuntabel.

Baca Juga:  Lewat Gubernur Jabar, Surat Pemberhentian Yana Mulyana Segera Dikirim ke Kemendagri

Meski angka kemiskinan menurun, ia mengingatkan adanya dinamika pergeseran antar-desil yang perlu diwaspadai. Perpindahan warga dari desil 3 dan 4 ke desil 2 dan 1 dinilai berbahaya karena berpotensi meningkatkan kerentanan sosial.

Di sisi lain, rasio gini Kota Bandung tercatat turun dari 0,44 menjadi 0,42. Kendati demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi dan belum ideal. “Itu tantangan berikutnya,” pungkas Farhan.

Pemerintah Kota Bandung pun berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi tetap inklusif, agar penurunan kemiskinan sejalan dengan pemerataan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.