Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Biznet Guncang Bandung! Kampanye ‘TenangSenangMenang’ Siap Rebut Hati Pengguna Internet

Rabu, 11 Maret 2026 21:09 WIB

Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen

Rabu, 11 Maret 2026 21:08 WIB

Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!

Rabu, 11 Maret 2026 21:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Biznet Guncang Bandung! Kampanye ‘TenangSenangMenang’ Siap Rebut Hati Pengguna Internet
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Bikin Iri se-Indonesia! Desa Ini Bagikan THR Miliaran ke Warga, Desa Kalian Gimana?
  • Viral! Video Mukena Pink Ramai Diburu Netizen, Tapi Ini Faktanya
  • Persib Incar Selisih 7 Poin! Eliano Reijnders Waspadai Ancaman Borneo FC
  • Permintaan Tinggi! DPRD Jabar Dorong Pengembangan Apartemen Transit Rancaekek
  • Jadwal Buka Puasa Garut & Tasikmalaya Hari Ini 11 Maret 2026: Cek Waktu Maghrib Terbaru di Sini!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 11 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 19 Februari 2026 21:25 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Memasuki satu tahun kepemimpinannya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti capaian ekonomi sebagai indikator paling menonjol dalam kinerja Pemerintah Kota Bandung.

Hal itu disampaikan Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (19/2/2026). Ia menegaskan, secara statistik kondisi ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren positif. “Capaian yang paling perlu di-highlight adalah capaian statistik ekonomi yang sangat baik,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mengikuti tren Jawa Barat dan kini berada di atas 5 persen.

Selain itu, laju inflasi dinilai tetap terkendali di bawah 3 persen. Menurutnya, stabilitas inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Farhan Ngamuk di Eks Palaguna: Sampah Menumpuk dan Dijadikan Pasar Malam Ilegal

Dari sisi kesejahteraan sosial, angka kemiskinan ekstrem disebut mengalami penurunan. Namun demikian, Farhan mengakui adanya tantangan baru.

Ia menyoroti peningkatan jumlah warga yang berpindah ke desil 6 sehingga tidak lagi berhak menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI).

“Risikonya, warga yang pindah ke desil 6 dan tidak lagi mendapatkan PBI BPJS meningkat. Tapi alhamdulillah, sistem administrasi kita sangat rapi,” katanya.

Farhan memastikan, apabila masih terdapat warga dalam desil 1 sampai 5 yang belum terdaftar sebagai penerima PBI, pemerintah akan mengupayakan pendataan ulang.

Dalam masa transisi tersebut, Pemkot Bandung juga mengandalkan program Universal Health Coverage (UHC) agar layanan kesehatan tetap dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Dandan Riza Wardana Pastikan Masjid Berperan dalam Pembentuk Kesalehan Sosial

Secara fiskal, Farhan menyebut kondisi keuangan daerah masih sehat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mengalami peningkatan signifikan.

Belanja infrastruktur juga naik tajam. Anggaran infrastruktur jalan, misalnya, meningkat dari Rp130 miliar menjadi Rp300 miliar.

Namun, ia mengingatkan agar lonjakan anggaran tersebut dibarengi perencanaan matang. “Jangan hanya besar di depan, tetapi tidak terpakai di belakang. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Farhan juga menekankan pentingnya peningkatan skor pencegahan korupsi dari KPK agar pengelolaan APBD berjalan transparan dan akuntabel.

Baca Juga:  Wali Kota Farhan Lepas 218 Pejabat, Momentum Tegakkan Birokrasi Bersih dan Berintegritas

Meski angka kemiskinan menurun, ia mengingatkan adanya dinamika pergeseran antar-desil yang perlu diwaspadai. Perpindahan warga dari desil 3 dan 4 ke desil 2 dan 1 dinilai berbahaya karena berpotensi meningkatkan kerentanan sosial.

Di sisi lain, rasio gini Kota Bandung tercatat turun dari 0,44 menjadi 0,42. Kendati demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi dan belum ideal. “Itu tantangan berikutnya,” pungkas Farhan.

Pemerintah Kota Bandung pun berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi tetap inklusif, agar penurunan kemiskinan sejalan dengan pemerataan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

inflasi Bandung 2026 Muhammad Farhan pertumbuhan ekonomi Bandung Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Biznet Guncang Bandung! Kampanye ‘TenangSenangMenang’ Siap Rebut Hati Pengguna Internet

Bikin Iri se-Indonesia! Desa Ini Bagikan THR Miliaran ke Warga, Desa Kalian Gimana?

Permintaan Tinggi! DPRD Jabar Dorong Pengembangan Apartemen Transit Rancaekek

Catat! Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini 11 Maret 2026

Baru Terserap 45 Persen, Inilah Progres Terbaru Pencairan THR 6 Juta ASN dan TNI/Polri Maret 2026

Viral! Pria di Bandung Diduga Dikeroyok Debt Collector, Kepala Luka Dipukul Besi

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
  • Viral Video ‘Chindo Adidas’, Ada Link Full 17 Menit?
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Ukhti Mukena Pink No Sensor Jadi Trending, Tapi Ini Risiko Serius di Balik Klik Link
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.