bukamata.id – Sebuah video sederhana berdurasi singkat mendadak menjelma menjadi bahan perbincangan hangat di jagat maya. Bukan karena kualitas gambarnya yang sinematik atau latar tempat yang megah, melainkan karena sosok kecil di dalamnya: seorang bocah yang bernyanyi dengan cengkok suara tak lazim, namun justru mampu mencuri perhatian ribuan pasang mata warganet.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @firma_nsyah1304. Dari unggahan awal itulah, rekaman ini mulai menyebar luas, dibagikan ulang oleh berbagai akun di Instagram maupun Facebook. Dalam waktu singkat, video itu menjadi viral dan memicu beragam reaksi dari pengguna media sosial.
Dalam klip yang ramai diperbincangkan itu, tampak seorang anak kecil berdiri sambil menyanyikan sebuah lagu dengan teknik vokal yang jauh dari pakem nyanyian pada umumnya. Cengkok suaranya terdengar unik, bahkan bagi sebagian orang dianggap “aneh”. Namun justru di situlah letak daya tariknya. Bocah tersebut seolah bernyanyi tanpa beban, mengekspresikan nada dengan caranya sendiri.
Tak hanya soal suara, ekspresi wajah dan gestur tubuh sang bocah juga menjadi sorotan. Dengan raut wajah polos dan gerakan tubuh yang apa adanya, ia tampil penuh percaya diri. Sesekali matanya memejam, seolah benar-benar larut dalam alunan lagu yang dinyanyikannya. Di sampingnya, tampak seorang laki-laki dewasa yang oleh warganet disebut-sebut sebagai guru atau pendampingnya.
Kehadiran sosok dewasa tersebut turut memicu rasa penasaran publik. Banyak yang berspekulasi mengenai peran laki-laki itu, apakah ia benar seorang pelatih vokal, guru seni, atau hanya orang terdekat yang mendampingi sang bocah. Namun hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai identitas keduanya.
Seiring viralnya video ini, kolom komentar pun dipenuhi beragam tanggapan. Sebagian warganet memberikan pujian, bahkan menyebut bocah tersebut memiliki bakat alami yang jarang ditemui. Ada pula yang menganggap teknik vokalnya memiliki potensi besar jika diarahkan dengan benar.
“Bang getaran nadanya sampe ke hati gua, btw gua di Jakbar bang, nyampe sini getarannya,” tulis seorang netizen dengan nada bercanda namun penuh apresiasi.
Komentar lain mencoba melihat sisi teknis dari cara bernyanyi sang bocah. “Tarikan nafasnya udah tepat, tinggal tarikan nadinya,” tulis seorang pengguna, seolah memberi masukan layaknya seorang pelatih vokal.
Namun, tidak semua respons bernada positif. Sebagaimana lazim terjadi pada konten viral, komentar bernuansa sindiran hingga hujatan juga bermunculan. Ada yang menganggap gaya bernyanyinya berlebihan, ada pula yang menyentil pihak pendamping bocah tersebut.
“Diarahkan sama yang tidak punya arah,” tulis seorang netizen dengan nada menyindir.
Fenomena ini kembali memperlihatkan dua sisi media sosial. Di satu sisi, platform digital membuka ruang bagi siapa pun untuk dikenal dan diapresiasi. Di sisi lain, ruang yang sama juga memungkinkan munculnya komentar tajam yang bisa berdampak pada mental, terlebih jika objeknya adalah seorang anak.
Meski demikian, popularitas video tersebut terus meningkat. Banyak akun media sosial lokal turut membagikan ulang rekaman ini, menjadikannya bahan diskusi, candaan, hingga konten reaksi. Nama sang bocah—meski identitas aslinya belum diketahui—perlahan mulai dikenal luas di kalangan pengguna internet.
Fenomena bocah bernyanyi viral sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial kerap diramaikan oleh video anak-anak dengan berbagai keunikan, mulai dari suara merdu, gaya bernyanyi yang tak biasa, hingga ekspresi polos yang mengundang senyum. Berbekal kamera ponsel dan koneksi internet, momen-momen spontan seperti ini dapat menyebar dengan kecepatan luar biasa.
Kehadiran teknologi digital telah mengubah cara publik menemukan hiburan. Jika dahulu bakat harus melalui panggung atau audisi, kini cukup dengan satu unggahan, seseorang bisa dikenal ribuan bahkan jutaan orang. Namun, popularitas instan ini juga membawa tanggung jawab besar, terutama ketika melibatkan anak di bawah umur.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai latar belakang bocah dalam video tersebut, termasuk apakah ia memang tengah belajar vokal secara serius atau hanya bernyanyi untuk bersenang-senang. Begitu pula dengan sosok pria di sampingnya, yang perannya masih menjadi tanda tanya.
Di tengah hiruk-pikuk komentar dan perdebatan warganet, satu hal yang tak bisa dipungkiri adalah kekuatan media sosial dalam mengangkat hal-hal sederhana menjadi perbincangan luas. Sebuah nyanyian polos dari seorang bocah, yang mungkin awalnya hanya dimaksudkan sebagai hiburan biasa, kini telah menjelma menjadi fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Apakah video ini akan menjadi awal perjalanan panjang sang bocah di dunia musik, atau sekadar viral sesaat yang akan tergantikan oleh tren berikutnya, waktu yang akan menjawab. Yang jelas, kisah ini kembali mengingatkan bahwa di era digital, setiap momen kecil memiliki potensi besar untuk menggema ke penjuru dunia—lengkap dengan pujian, kritik, dan segala konsekuensinya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











