bukamata.id – Nama Ammar Zoni kembali jadi headline. Aktor sinetron yang dulu dielu-elukan sebagai bintang muda kini harus menjalani babak terkelam dalam hidupnya.
Untuk keempat kalinya, ia kembali terjerat kasus narkoba, kali ini dengan tuduhan yang jauh lebih berat: terlibat peredaran narkotika di dalam rutan.
Di tengah hujan kritik publik, satu suara pembelaan muncul lantang: Ustaz Derry Sulaiman. Mantan personel band Betrayer yang kini dikenal sebagai pendakwah itu bukan hanya mengunjungi Ammar di penjara, tapi juga mengumumkan akan mencari bantuan hukum besar-besaran.
“Video ini saya buat untuk siapa pun pengacara yang ada kepedulian dengan Ammar Zoni, khususnya abangku yang terhormat Bang Hotman Paris tolong bantuan hukum untuk Ammar Zoni,” ujar Derry dalam unggahan Instagramnya, dikutip Jumat (17/10/2025).
Surat dari Balik Jeruji: “Saya Bukan Bandar”
Derry mengaku menerima surat langsung dari Ammar. Dalam surat itu, Ammar membantah keras tudingan sebagai bandar maupun pengedar narkoba di Rutan Salemba.
“Saya dikirimkan surat oleh Ammar Zoni dan beliau mengatakan dia bukan bandar bukan pengedar. Dia hanya publik figur yang sedang dibina,” tegas Derry.
Bagi Derry, Ammar bukan penjahat kelas kakap, melainkan seorang pecandu yang tersesat dan seharusnya dirangkul melalui rehabilitasi, bukan dilempar ke pulau penjara dengan pengamanan super maksimum.
“Ammar Zoni sakit, kalau sakit harus direhabilitasi dan diobati. Orang sakit bukan dihukum mati, kita bunuh penyakitnya, bukan orangnya. Jadi saya berharap kepada Bang Hotman Paris, tolong Bang ini kasihan, ini belum ada putusan pengadilan tapi Bang Ammar sudah dibuang ke Nusakambangan,” tutur Derry.
Dari Puncak Popularitas ke Lingkaran Gelap
Perjalanan Ammar Zoni memang bak roller coaster. Pada Juli 2017, saat banyak rekan sebayanya menikmati puncak karier, polisi justru mendapati satu toples ganja, alat isap sabu, dan kertas papir di rumah Ammar di Depok. Hasil tes urine positif. Namun publik kala itu masih memberi simpati. Ia dihukum rehabilitasi setahun di RSKO Cibubur, lalu bangkit perlahan. Pernikahannya dengan Irish Bella menjadi simbol “babak baru”.
Namun ketergantungan narkoba ternyata seperti bayangan panjang.
Maret 2023, Ammar kembali ditangkap dengan sabu seberat 1,04 gram. Desember 2023, tertangkap lagi dengan empat paket sabu dan ganja di apartemen BSD.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M. Syahduddi kala itu menjelaskan, “Motif yang diperoleh dari AZ ketika konsumsi narkotika jenis sabu, ganja adalah untuk pelampiasan. Ketika yang bersangkutan mengalami masalah rumah tangga, maka ia gunakan narkotika tersebut.”
Masalah rumah tangga itu akhirnya berujung perceraian dengan Irish Bella pada awal 2024. “Sidang dihadiri para pihak secara elektronik. Hakim telah bermusyawarah dan sepakat menjatuhkan putusan,” kata Humas Pengadilan Agama Depok, Kamal Syarief.
Agustus 2024, Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis tiga tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Jaksa mengajukan banding, hukuman diperberat jadi empat tahun.
Kuasa hukumnya, Jon Mathias, bahkan sempat mengungkapkan kekhawatiran, “Kami khawatir Ammar ini sudah adiksi, kecanduannya tinggi, karena sudah tiga kali. Begitu keluar (penjara), langsung (kecanduan) lagi.”
Nusakambangan: Dari Pecandu ke Pulau Penjahat Kelas Kakap
Kamis (16/10/2025), Ammar Zoni dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, bersama lima narapidana kategori “high risk”.
Nama Nusakambangan sendiri sudah lama menjadi simbol kerasnya sistem pemasyarakatan Indonesia. Terletak di Cilacap, Jawa Tengah, pulau ini dikelilingi Samudra Hindia dan dijaga ketat oleh pasukan bersenjata. Tak sembarang orang boleh masuk.
Sejak masa kolonial, Nusakambangan dijadikan tempat pembuangan para penjahat berat. Dari Amrozi, Mukhlas, Imam Samudra, hingga Tommy Soeharto dan Pramoedya Ananta Toer pernah menghuni sel di pulau ini. Kini, nama Ammar Zoni ikut tercatat.
Di dalamnya terdapat 11 lapas, termasuk tiga dengan pengamanan super maksimum seperti Lapas Batu dan Karanganyar, tempat para teroris, pembunuh berantai, dan bandar narkoba internasional ditahan.
Bagi banyak pihak, pemindahan Ammar ke Nusakambangan menciptakan kesan ekstrem: seorang pecandu narkoba, kini “dibuang” ke tempat yang identik dengan kejahatan kelas berat. Derry Sulaiman melihat ini sebagai bentuk ketidakadilan.
“Semoga ada perlindungan hukum untuk Ammar Zoni dan keadilan bisa ditegakkan di negeri ini,” tegasnya.
Lebih dari Sekadar Kasus
Kasus Ammar Zoni bukan sekadar cerita kejatuhan seorang selebritas. Ia menyentuh perdebatan lebih besar: bagaimana negara memperlakukan pecandu narkoba. Apakah mereka pelaku kriminal atau pasien yang membutuhkan pertolongan?
Ustaz Derry memilih berdiri di sisi yang kedua. Di saat banyak yang menjauh, ia justru mendekat—membaca surat, membela, bahkan siap mengetuk pintu Hotman Paris.
“Ini kasihan,” katanya pelan dalam video yang kini viral. Dan di balik jeruji besi Nusakambangan, mungkin suara itulah satu-satunya yang masih menggema untuk Ammar Zoni.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











