Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC

Minggu, 1 November 2026 14:39 WIB

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

Minggu, 1 November 2026 14:20 WIB

Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen

Minggu, 1 November 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Restorative Justice Hogi Minaya, Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara

By SusanaJumat, 30 Januari 2026 13:20 WIB2 Mins Read
Polri nonaktifkan sementara Kapolres Sleman Edy Setyanto (kiri) demi objektivitas pemeriksaan kasus Hogi Minaya yang memicu polemik publik. /Tangkapan layar TV Parlemen.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polri menonaktifkan sementara Kapolres Sleman, Kombes Pol. Edy Setyanto, menyusul kontroversi penanganan kasus Hogi Minaya. Hogi, suami korban penjambretan, sempat ditetapkan sebagai tersangka setelah mengejar pelaku.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan penonaktifan dilakukan untuk menjamin objektivitas pemeriksaan lanjutan. “Penonaktifan sementara ini dilakukan untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan,” kata Trunoyudo di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Keputusan ini merujuk pada rekomendasi hasil Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) yang dilakukan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda DI Yogyakarta pada 26 Januari 2026. Audit menyoroti penanganan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada 26 April 2025.

Hasil audit menemukan dugaan lemahnya pengawasan pimpinan, sehingga proses penyidikan menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan berdampak pada turunnya citra Polri.

Baca Juga:  Undang-undang Sandang Diperlukan untuk Kebaikan Iklim Industri TPT

“Seluruh peserta gelar ADTT sepakat merekomendasikan penonaktifan Kapolresta Sleman hingga pemeriksaan lanjutan selesai,” tambah Trunoyudo.

Sebagai tindak lanjut, Polda DI Yogyakarta merencanakan serah terima jabatan Kapolres Sleman yang dipimpin langsung oleh Kapolda pada Jumat pukul 10.00 WIB di ruang rapat Kapolda.

Kasus ini bermula pada April 2025, saat Hogi Minaya mengejar dua penjambret yang merampas tas istrinya menggunakan mobil. Kejaran tersebut berujung pada kecelakaan lalu lintas, setelah sepeda motor pelaku oleng dan menabrak tembok, menewaskan dua orang.

Baca Juga:  Desk Pemilu 2024: Program Kolaborasi Kominfo untuk Cegah Konten Negatif

Polresta Sleman kemudian menetapkan Hogi sebagai tersangka, dijerat Pasal 310 ayat 4 dan Pasal 311 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Sleman memfasilitasi upaya restorative justice antara Hogi Minaya dan keluarga penjambret.

Dalam rapat di Komisi III DPR RI, Kapolres Sleman, Edy Setyanto, dan Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Bambang Yunianto, menyampaikan permohonan maaf atas polemik ini.

Baca Juga:  Berpotensi Pecah Belah Masyarakat, Ma'ruf Amin Minta TNI-Polri Pelototi Medsos Jelang Pemilu 2024

Edy mengaku memahami posisi Hogi sebagai suami korban. “Kami mohon maaf pada seluruh masyarakat Indonesia, terutama Mas Hogi dan Ibu Arsita,” ujarnya. Ia juga mengakui terdapat ketidaktepatan dalam penerapan pasal saat memproses perkara.

Bambang menambahkan bahwa kejaksaan berupaya menyelesaikan kasus secara adil melalui restorative justice, namun tetap menunggu arahan pimpinan.

Komisi III DPR RI meminta proses hukum terhadap Hogi dihentikan dan mengingatkan aparat penegak hukum agar lebih hati-hati dalam menangani kasus serupa, demi menghadirkan keadilan bagi masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPR RI Polri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.