Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis

Sabtu, 20 Juni 2026 01:00 WIB

Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo

Jumat, 19 Juni 2026 21:40 WIB

Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir

Jumat, 19 Juni 2026 21:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis
  • Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo
  • Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Bikin Nonton Bola Makin Nyata, Gadget Unik di Kepala Wasit Piala Dunia 2026 Ini Ternyata Punya Fungsi Canggih
  • Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya
  • Solusi HP Lemot: Cara Membersihkan Penyimpanan Android Tanpa Perlu Uninstal Aplikasi
  • Heboh Arti Warna Kontak WhatsApp, Benarkah Tanda Nomor Kita Dihapus atau Diblokir? Ini Faktanya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Konten Dedi Mulyadi Picu Plot Twist, Simpati untuk Pedagang Es Kue Berubah Jadi Kekecewaan

By Aga GustianaJumat, 30 Januari 2026 13:45 WIB4 Mins Read
Pedagang es kue, Sudrajat dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah Sudrajat, pedagang es kue alias es gabus asal Bojong Gede, Kabupaten Bogor, yang sempat viral karena difitnah dan diintimidasi aparat di Jakarta, kembali mencuat dengan plot twist tak terduga. Video terbaru yang diunggah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menampilkan Sudrajat mengaku soal status tempat tinggalnya ternyata berbuntut panjang. Alih-alih memantik simpati publik, pengakuannya justru menimbulkan gelombang kekecewaan warganet.

Dalam video yang beredar, Sudrajat, yang kerap dipanggil Babeh Ajat, mengaku selama ini tinggal di rumah kontrakan. Namun, pengakuan ini terbukti keliru. Ternyata, ia menempati rumah miliknya sendiri. Informasi ini membuat sebagian netizen merasa tertipu karena selama ini narasi kesulitan yang dibangun Sudrajat dianggap tidak sepenuhnya jujur.

“Gw yakin seluruh warganet pasti kecewa dengan penjual es ini. Jujur gw udah nggak respect,” tulis akun @sumarnoklemer7261 di kolom komentar kanal YouTube KDM.

Komentar sejenis juga mengalir dari akun lain. @theviralers misalnya menyebut Sudrajat sebagai “pembohong ulung” karena cara meminta bantuan yang halus tetapi menyesatkan. Bahkan akun @dheadwi-rv7ob menuturkan bahwa empati awal yang muncul justru berubah menjadi kesal setelah melihat video klarifikasi tersebut.

“Jangan gitu jadi orang, apa adanya saja,” tulisnya.

Sebagian warganet menyoroti pola perilaku Sudrajat yang dianggap sengaja menutupi cerita tentang pemberian rumah dari orang tuanya, demi berharap mendapatkan bantuan baru. Akun @ErikEfendi-i2o menilai tindakan ini tidak etis dan merusak kepercayaan publik, sementara @gusyaman3497 menegaskan bahwa kebohongan Sudrajat membuat rasa hormat terhadapnya hilang.

Baca Juga:  Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Meskipun menuai kontroversi, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa video tersebut bukan dibuat untuk mempermalukan Sudrajat. Ia menyebut konten itu sebagai bentuk klarifikasi sekaligus pembelajaran soal mentalitas.

“Saya tidak bermaksud menguliti dan mempermalukan, tapi ada mentalitas yang harus diubah,” tulis KDM dalam unggahannya.

Ia juga memberikan peringatan serius mengenai kebiasaan berbohong. “Awas loh Beh, banyak bohong itu banyak sial,” pungkasnya.

Kisah Trauma Pedagang Es Kue

Kisah Sudrajat sebelumnya menjadi perhatian publik karena pengalaman traumatis yang dialaminya. Pada Sabtu, 24 Januari 2026, pedagang es kue ini mengalami intimidasi dari aparat saat berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia dituduh menjual es kue berbahan spons yang berbahaya.

“Dia belaga-belaga beli es kue,” ujar Sudrajat, dikutip Rabu (28/1/2026), menggambarkan peristiwa awal intimidasi yang menimpanya.

Ia menceritakan bahwa sekitar pukul 10.00 WIB, dua oknum aparat – Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Heri – mendatanginya. Mereka menuduh es kue dagangannya berbahaya dan memaksanya untuk mengakui tuduhan yang tidak berdasar.

Peristiwa bermula ketika seorang pembeli mengambil lima es kue. Tak lama berselang, terdengar teriakan seorang anak yang menyebut es tersebut berbahaya. Sudrajat merasa kejadian itu bukan kebetulan, melainkan pancingan yang berujung kesalahpahaman besar.

Baca Juga:  UMP Jabar Naik, Biaya Hidup Berlari: Mampukah 2026 Jadi Tahun Keberpihakan Ekonomi?

Di tengah keramaian, Sudrajat dikelilingi aparat berseragam. Ia hanya membawa boks es di tangannya, namun harus menghadapi tuduhan serius. Situasi ini membuat kondisi fisiknya menurun. Ia ditahan sekitar satu jam dan mendapat ancaman agar tidak lagi berjualan di kawasan itu.

“Dibilang jangan dagang di situ lagi,” kenangnya.

Setelah peristiwa itu, Sudrajat diperbolehkan pulang menjelang dini hari. Ia kembali menggunakan kereta dan tiba di rumah sekitar pukul empat pagi. Meskipun mengalami nyeri dan lebam di wajah, tidak ada pemeriksaan medis yang dilakukan. Ia hanya menerima kompensasi sebesar Rp300 ribu dari atasan aparat setempat.

Empat hari pasca kejadian, Sudrajat memilih berhenti berjualan sementara karena trauma yang masih membekas. Padahal, di Kemayoran, ia bisa meraup keuntungan Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Es kue yang diambil dari bosnya di Depok seharga Rp500 per buah dijual kembali Rp2.000, menghasilkan laba Rp1.500 per buah.

Kini, ia berencana kembali berjualan dengan rute berbeda, menghindari lokasi traumatis sebelumnya. Kawasan Mangga Besar dan Sawah Besar menjadi pilihan barunya. “Besok saya mulai dagang lagi,” katanya.

Reaksi Publik: Dari Simpati ke Kecewa

Sebelumnya, kisah pilu Sudrajat mengundang simpati warganet. Kolom komentar akun Instagram @feedgramindo dibanjiri respons empati.

Baca Juga:  Profil Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat Terpilih 2025-2030

“Jahat banget, lihat bapaknya saja sudah nggak tega,” tulis akun @mas***.
“Pecat lah, giliran rakyat yang selalu dirugikan,” tulis akun @sht***.
“Kasihan bapaknya, wajahnya polos dan kelihatan orang baik. Tolong pelaku fitnah ditindak tegas,” tulis akun @fat***.

Namun, dengan munculnya video klarifikasi soal status rumah Sudrajat, simpati itu bergeser. Netizen merasa plot twist kisah ini merusak narasi sebelumnya. Dari korban yang memicu empati, Sudrajat kini menghadapi kritik tajam karena dianggap tidak jujur.

Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya persepsi publik dapat berubah ketika fakta baru muncul, bahkan pada kasus yang sebelumnya sederhana: seorang pedagang kecil menjadi korban tuduhan dan intimidasi. Ironisnya, plot twist justru datang dari orang yang sama—Sudrajat—yang awalnya mengundang simpati.

Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai transparansi, empati, dan kejujuran dalam membangun narasi publik. Banyak yang menilai, jika ingin mendapat bantuan atau simpati, kejujuran adalah modal utama. Sedangkan ketidakjujuran, meskipun tampak ringan, dapat menghancurkan rasa hormat yang dibangun selama ini.

Dari Sudrajat, kita belajar bahwa bahkan cerita yang tampak sederhana bisa berubah drastis dengan plot twist yang tak terduga, menguji batas simpati dan kepercayaan publik. Dan dari Dedi Mulyadi, terlihat upaya untuk tetap menekankan pelajaran moral, meski kontennya memicu kontroversi luas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Babeh Ajat Dedi Mulyadi Kontroversi pedagang es kue viral plot twist Sudrajat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis

Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir

Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar

Solusi HP Lemot: Cara Membersihkan Penyimpanan Android Tanpa Perlu Uninstal Aplikasi

Heboh Arti Warna Kontak WhatsApp, Benarkah Tanda Nomor Kita Dihapus atau Diblokir? Ini Faktanya!

Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Cair hingga Akhir Juni, Ini Cara Cek Nama Penerima

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.