Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Rabu, 5 Agustus 2026 14:53 WIB

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

Rabu, 5 Agustus 2026 14:21 WIB

Badai Jadwal Piala Presiden 2026: Pelatih Persib Keluhkan Fisik Pemain Jelang Play-off Asia

Rabu, 5 Agustus 2026 14:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit
  • Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan
  • Badai Jadwal Piala Presiden 2026: Pelatih Persib Keluhkan Fisik Pemain Jelang Play-off Asia
  • BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!
  • Maung Bandung vs Bajol Ijo: Siapa Rajanya? Prediksi Final Piala Presiden 2026
  • Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status
  • Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya
  • Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sebut Begal Mayoritas Asal Lampung, Dedi Mulyadi Disemprot hingga Panen Kritik Warganet

By Aga GustianaSelasa, 4 Agustus 2026 12:43 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinamika ruang publik digital kembali dihebohkan oleh perdebatan lintas daerah menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Komentar orang nomor satu di Jabar terkait asal-usul sindikat kejahatan jalanan atau pembegalan di wilayahnya menuai reaksi kritis dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari seorang kreator konten pemilik akun Instagram @salim_dower yang mengunggah video tanggapannya pada Selasa (4/8/2026).

Isu ini bermula ketika Dedi Mulyadi memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung pada Rabu (29/7).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa mayoritas jaringan pelaku begal yang berhasil diringkus oleh jajaran kepolisian di Jawa Barat justru didominasi oleh pihak-pihak dari luar daerah. Secara blak-blakan, Dedi menyebutkan bahwa kelompok kejahatan jalanan yang tertangkap kebanyakan berasal dari wilayah tertentu.

“Jaringan begal itu kan kebanyakan, mohon maaf ya menyebut daerah, itu kan Lampung ya yang tertangkap,” ujar Dedi saat memberikan keterangan kepada awak media.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa maraknya aksi kriminalitas jalanan yang sempat meresahkan warga tidak serta-merta mencerminkan tabiat asli masyarakat lokal Jawa Barat, karena wilayah Jabar kerap menjadi sasaran empuk operasional sindikat kejahatan lintas provinsi. Kendati demikian, ia memastikan situasi keamanan berangsur kondusif setelah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, yang menunjukkan tren penurunan grafik kriminalitas.

Pernyataan yang secara spesifik menyebut daerah asal tertentu ini seketika memicu kepekaan emosional dan menuai protes di ruang digital. Gelombang kritik turut mengalir dari para warganet yang menilai langkah sang gubernur kurang tepat.

Sejumlah netizen berpandangan bahwa penyebutan wilayah secara spesifik berpotensi memicu polemik baru. “jelas blunder si jika menyebut nama daerah secara spesifik,” ujar netizen menanggapi pernyataan tersebut.

Respons keras juga datang dari seorang kreator konten pemilik akun Instagram @salim_dower yang secara terbuka menyuarakan keberatannya melalui sebuah video berdurasi singkat. Meskipun mengaku mengidolakan sang gubernur, ia secara tegas menyatakan rasa tersingungnya atas pernyataan tersebut.

“Izin, Kang Dedi, punten, sampurasun, ya. Nah, gua tuh nge-fans banget sebenarnya sama Kang Dedi, ya. Tapi Kang Dedi statement kayak begini,” ujar kreator konten tersebut mengawali videonya.

Ia kemudian melanjutkan dengan menyampaikan keberatan yang mewakili sentimen masyarakat luas dari daerah asalnya, menegaskan bahwa tindakan kriminalitas murni merupakan perbuatan individu atau oknum dan tidak boleh digeneralisasi.

“Nah, gua sebagai orang Lampung, merasa tersinggung, Kang. Nih, dan mungkin bukan gua aja yang tersinggung, orang Lampung juga mungkin tersinggung nih, Kang Dedi,” ucapnya. “Karena yang enggak semua begal itu dari Lampung. Begal itu oknum, Kang. Jadi ya jangan kayak gitulah, Kang. Ada loh orang Lampung yang jadi menteri, ngangkat-ngangkat beras.”

Tidak berhenti sampai di situ, ia juga mengingatkan kembali tentang kedekatan historis antarwilayah, termasuk riwayat transmigrasi masyarakat asal Pulau Jawa ke Lampung di masa lampau. Melalui sudut pandang bernada satir namun tegas, kreator tersebut mendesak para tokoh publik dan pejabat pemerintahan agar senantiasa menjaga perkataan demi menghindari potensi perpecahan antardaerah.

“Kurang-kurangin lah, Kang Dedi, ngomong yang kaga penting yang bisa memecah belah bangsa,” pungkasnya menutup video tanggapan tersebut.

Unggahan video yang sarat akan kritik ini sontak menuai atensi luas dan memantik beragam reaksi lanjutan di kolom komentar. Berbagai pandangan dari warganet turut mewarnai perbincangan hangat di media sosial terkait polemik ini, di mana sebagian netizen melontarkan candaan hingga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap figur publik tersebut.

“Ada juga orang Lampung yang jadi Mentri suka nyender ke tembok,” ujar netizen menyahuti isi video. Sementara itu, warganet lainnya turut menimpali dengan ungkapan kekecewaan serupa, “Kepercayaan saya kepada beliau menurun 30%,” ujar netizen.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Begal Lampung Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Salim Dower
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!

Aksi Nekat di Andir Bandung, Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Masih Diburu Polisi

Konvoi Pendukung Persib dan Persija Nyaris Terlibat Bentrok Fisik di Sukabumi

PARAH! Rekam Jejak 4 Oknum Nakes Yang Hina Pasien BPJS: Lulusan UGM dan UI Tapi Minim Empati?!

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.