bukamata.id – Dinamika ruang publik digital kembali dihebohkan oleh perdebatan lintas daerah menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Komentar orang nomor satu di Jabar terkait asal-usul sindikat kejahatan jalanan atau pembegalan di wilayahnya menuai reaksi kritis dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari seorang kreator konten pemilik akun Instagram @salim_dower yang mengunggah video tanggapannya pada Selasa (4/8/2026).
Isu ini bermula ketika Dedi Mulyadi memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung pada Rabu (29/7).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa mayoritas jaringan pelaku begal yang berhasil diringkus oleh jajaran kepolisian di Jawa Barat justru didominasi oleh pihak-pihak dari luar daerah. Secara blak-blakan, Dedi menyebutkan bahwa kelompok kejahatan jalanan yang tertangkap kebanyakan berasal dari wilayah tertentu.
“Jaringan begal itu kan kebanyakan, mohon maaf ya menyebut daerah, itu kan Lampung ya yang tertangkap,” ujar Dedi saat memberikan keterangan kepada awak media.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa maraknya aksi kriminalitas jalanan yang sempat meresahkan warga tidak serta-merta mencerminkan tabiat asli masyarakat lokal Jawa Barat, karena wilayah Jabar kerap menjadi sasaran empuk operasional sindikat kejahatan lintas provinsi. Kendati demikian, ia memastikan situasi keamanan berangsur kondusif setelah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, yang menunjukkan tren penurunan grafik kriminalitas.
Pernyataan yang secara spesifik menyebut daerah asal tertentu ini seketika memicu kepekaan emosional dan menuai protes di ruang digital. Gelombang kritik turut mengalir dari para warganet yang menilai langkah sang gubernur kurang tepat.
Sejumlah netizen berpandangan bahwa penyebutan wilayah secara spesifik berpotensi memicu polemik baru. “jelas blunder si jika menyebut nama daerah secara spesifik,” ujar netizen menanggapi pernyataan tersebut.
Respons keras juga datang dari seorang kreator konten pemilik akun Instagram @salim_dower yang secara terbuka menyuarakan keberatannya melalui sebuah video berdurasi singkat. Meskipun mengaku mengidolakan sang gubernur, ia secara tegas menyatakan rasa tersingungnya atas pernyataan tersebut.
“Izin, Kang Dedi, punten, sampurasun, ya. Nah, gua tuh nge-fans banget sebenarnya sama Kang Dedi, ya. Tapi Kang Dedi statement kayak begini,” ujar kreator konten tersebut mengawali videonya.
Ia kemudian melanjutkan dengan menyampaikan keberatan yang mewakili sentimen masyarakat luas dari daerah asalnya, menegaskan bahwa tindakan kriminalitas murni merupakan perbuatan individu atau oknum dan tidak boleh digeneralisasi.
“Nah, gua sebagai orang Lampung, merasa tersinggung, Kang. Nih, dan mungkin bukan gua aja yang tersinggung, orang Lampung juga mungkin tersinggung nih, Kang Dedi,” ucapnya. “Karena yang enggak semua begal itu dari Lampung. Begal itu oknum, Kang. Jadi ya jangan kayak gitulah, Kang. Ada loh orang Lampung yang jadi menteri, ngangkat-ngangkat beras.”
Tidak berhenti sampai di situ, ia juga mengingatkan kembali tentang kedekatan historis antarwilayah, termasuk riwayat transmigrasi masyarakat asal Pulau Jawa ke Lampung di masa lampau. Melalui sudut pandang bernada satir namun tegas, kreator tersebut mendesak para tokoh publik dan pejabat pemerintahan agar senantiasa menjaga perkataan demi menghindari potensi perpecahan antardaerah.
“Kurang-kurangin lah, Kang Dedi, ngomong yang kaga penting yang bisa memecah belah bangsa,” pungkasnya menutup video tanggapan tersebut.
Unggahan video yang sarat akan kritik ini sontak menuai atensi luas dan memantik beragam reaksi lanjutan di kolom komentar. Berbagai pandangan dari warganet turut mewarnai perbincangan hangat di media sosial terkait polemik ini, di mana sebagian netizen melontarkan candaan hingga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap figur publik tersebut.
“Ada juga orang Lampung yang jadi Mentri suka nyender ke tembok,” ujar netizen menyahuti isi video. Sementara itu, warganet lainnya turut menimpali dengan ungkapan kekecewaan serupa, “Kepercayaan saya kepada beliau menurun 30%,” ujar netizen.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









