Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jumat, 20 Februari 2026 04:00 WIB

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 03:00 WIB

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

Jumat, 20 Februari 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya
  • Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan
  • Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dibalik Totopong Dedi Mulyadi, Kisah Pengrajin Sumedang Lestarikan Budaya Sunda

By Putra JuangSabtu, 15 Februari 2025 18:56 WIB2 Mins Read
Dapur Budaya Sunda Rancage. (Foto: sumedangkab)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih 2025-2030, Dedi Mulyadi kerap tampil dengan mengenakan Totopong di banyak kesempatan.

Totopong merupakan penutup kepala tradisional khas Sunda yang terbuat dari kain batik. Totopong juga dikenal sebagai iket atau udeng.

Berbicara tentang Totopong, Dapur Budaya Sunda Rancage yang berada di Dusun Cibitung, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang telah memproduksi iket Sunda ini sejak tahun 2016.

Tempat ini didirikan oleh Muhamad Andi Lesmana (41), sebagai komitmennya untuk melestarikan warisan budaya Sunda.

Dalam proses produksinya, Dapur Budaya Sunda Rancage memproduksi iket Sunda dengan berbagai model dan filosofi.

Antara lain Mahkuta Wangsa, Totopong Merak Ngibing, Totopong Candra Sumirat, Totopong Buaya Ngangsar, hingga Totopong Bali.

Baca Juga:  Survei SMRC Pilgub Jabar: Ridwan Kamil Masih Ungguli Dedi Mulyadi

Produk dari Dapur Budaya Sunda Rancage ini, tidak hanya dipasarkan di wilayah Jabar saja. Namun juga telah merambah ke luar daerah, termasuk Palembang.

“Awalnya, kami ingin mentransformasi iket Sunda yang sering kali dianggap sulit dikenakan. Maka lahir berbagai jenis Totopong yang lebih praktis, tetapi tetap mempertahankan nilai estetika dan filosofinya,” ucap Andi, dikutip Sabtu (15/2/2025).

Salah satu karyanya yaitu Totopong Merak Ngibing, terinspirasi dari salah satu ikon Kasumedangan, di mana merak melambangkan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.

Berbekal mesin jahit bantuan dari pemerintah pada 2017-2018, Andi dan timnya terus berinovasi. Namun, keterbatasan alat masih menjadi kendala dalam meningkatkan produksi.

Baca Juga:  Jawa Barat Sukses Gelar Piala Presiden 2025, Dedi Mulyadi: Ini Kehormatan Besar

“Saat ini, ada tiga hingga empat orang warga sekitar yang diberdayakan dalam produksi totopong, dari yang awalnya tidak memiliki keterampilan menjahit kini mampu menghasilkan produk berkualitas,” katanya.

Andi mengatakan, Totopong telah menarik perhatian banyak tokoh, termasuk Dedi Mulyadi, Herman Suryatman, hingga pejabat seperti Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Tito Karnavian.

“Tahun 2020, kami dapat pesanan khusus 1.000 totopong dalam waktu seminggu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar bisnis, Dapur Budaya Sunda Rancage ingin menjadikan Totopong sebagai bagian dari identitas masyarakat Sumedang.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah mewajibkan pakaian adat, termasuk Totopong, sebagai seragam resmi di sekolah-sekolah melalui kebijakan pemerintah.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Buka Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Angkatan Keenam

“Banyak daerah lain bangga dengan motif mereka sendiri, seperti Mega Mendung dari Cirebon. Sumedang juga punya banyak motif khas yang bisa dikembangkan, dan kami ingin itu menjadi kebanggaan bersama,” imbuhnya.

Dengan semangat pelestarian budaya, Dapur Budaya Sunda Rancage terus berinovasi, tidak hanya dalam produk Totopong, tetapi juga dalam pengembangan ragam hias khas Sumedang untuk diaplikasikan pada batik dan seragam sekolah.

“Kami berharap, suatu saat, pemerintah dapat lebih mendukung para pengrajin lokal agar budaya kita tetap lestari dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya Dapur Budaya Sunda Rancage Dedi Mulyadi Iket Sunda Kabupaten Sumedang Totopong
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

menonton film

Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap

Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Masih Diburu Netizen, Awas Jebakan di Balik Narasi Viral

No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.