Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bakal Jadi yang Terbesar dalam Sejarah, APBN 2027 Diproyeksikan Mendekati Rp 4.000 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 17:16 WIB

Terungkap! Pria yang Viral Pukul Wanita di Cimahi Diduga ODGJ

Jumat, 14 Agustus 2026 17:02 WIB

Debut di Asia, Borneo FC Langsung Dipercaya Jadi Tuan Rumah AFC Challenge League

Jumat, 14 Agustus 2026 16:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bakal Jadi yang Terbesar dalam Sejarah, APBN 2027 Diproyeksikan Mendekati Rp 4.000 Triliun
  • Terungkap! Pria yang Viral Pukul Wanita di Cimahi Diduga ODGJ
  • Debut di Asia, Borneo FC Langsung Dipercaya Jadi Tuan Rumah AFC Challenge League
  • Bukan Sekadar HP! Honor Robot Phone Meluncur Mengusung Gimbal Mekanik Terkecil di Dunia
  • Buruan! 10 Promo Makan Murah HUT RI ke-81 di Bandung, Ada Buy 1 Get 1
  • Al Qadsiah Manuver Serius Boyong Tijjani Reijnders dari Manchester City
  • Kabar Gembira Warga Bandung! Bandara Husein Sastranegara Resmi Buka Lagi, Rute Luar Negeri Siap Menyusul
  • Pertama Kali, Upacara HUT RI ke-81 Jabar Digelar di Halaman Gedung Sate
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

By SusanaMinggu, 12 April 2026 10:34 WIB3 Mins Read
Kisah bocah pemulung di Sukabumi viral usai dibagikan akun Instagram @elita_sabila. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah haru seorang bocah perempuan di Sukabumi mendadak viral di media sosial. Cerita ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @elita_sabila dan langsung menyita perhatian ribuan warganet.

Dalam unggahannya, Elita membagikan momen pertemuannya dengan seorang anak kecil yang tengah membawa karung berisi kardus dan botol bekas untuk dijual.

“Anak sekecil ini harus bertarung dengan kerasnya hidup,” tulisnya, menggambarkan realitas pahit yang harus dihadapi sang bocah.

Masa Kecil yang Tergantikan oleh Tanggung Jawab

Di saat anak-anak seusianya menikmati waktu bermain, bocah ini justru harus bekerja. Ia mengumpulkan barang bekas, bahkan sesekali “ngebadut” di jalanan demi mendapatkan uang.

Elita mengisahkan bagaimana pertemuan itu terjadi secara tak terduga. Sang bocah menghampirinya dengan penuh keberanian, sambil memanggul karung berisi rongsokan.

Saat ditanya untuk apa uang yang ia kumpulkan, jawabannya membuat hati terenyuh.

“Buat berobat mamah, mamah sakit TB,” ucapnya polos.

Pernyataan itu menjadi titik balik emosi dalam cerita tersebut. Di usia yang masih sangat dini, ia sudah memikul beban besar untuk membantu pengobatan ibunya yang mengidap Tuberkulosis.

Potret Ketimpangan: Sekolah Tanpa Sepatu dan Tas

Lebih memilukan lagi, bocah tersebut ternyata masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Namun, ia harus menjalani pendidikan dengan segala keterbatasan.

Ketika ditanya apakah ia memiliki sepatu dan tas sekolah, jawabannya sederhana namun menyayat hati: tidak.

Ia bahkan membawa buku pelajarannya dengan tangan karena tidak memiliki tas. Situasi ini memperlihatkan betapa sulitnya akses dasar pendidikan bagi sebagian anak.

Tak hanya itu, ia juga harus menghadapi tekanan sosial dari teman-temannya.

“Teman-temannya pada jahat, pada bilang anak monyet, orang miskin,” ungkapnya dengan nada datar, seolah sudah terbiasa dengan hinaan tersebut.

Meski begitu, ia tetap tersenyum. Sebuah senyum yang menyimpan ketegaran di balik luka.

Warganet Tersentuh: Dari Haru hingga Introspeksi Diri

Unggahan ini pun dibanjiri komentar warganet yang merasa tersentuh sekaligus tersadarkan.

Salah satu akun menuliskan,
“Allah, dunia keras bukan untuk orang dewasa saja, tapi juga anak-anak yang kurang beruntung ini. Hebat banget kamu, dek.”

Cerita lain datang dari warganet yang pernah bertemu langsung dengan bocah tersebut. Ia mengaku terharu karena anak itu tetap ramah dan penuh semangat meski hidup dalam keterbatasan.

“Dia tiba-tiba bilang aku cantik. Padahal dia lagi capek cari uang. Aku jadi malu sering mengeluh,” tulisnya.

Tak sedikit pula yang menyoroti kecerdasan sang anak dalam bertahan hidup.

“Aku pernah kasih uang, ternyata dia beli stiker lalu dijual lagi. Dia pintar muter uangnya,” tulis akun lainnya.

Simbol Ketegaran di Tengah Kerasnya Hidup

Kisah ini bukan sekadar viral, tetapi menjadi cermin realitas sosial yang masih terjadi di sekitar kita. Di balik hiruk pikuk kehidupan modern, masih ada anak-anak yang harus tumbuh lebih cepat dari seharusnya.

Bocah kecil dari Sukabumi ini menjadi simbol ketegaran, tentang bagaimana harapan tetap hidup, bahkan di tengah keterbatasan.

Ia mungkin tidak memiliki sepatu, tas, atau masa kecil yang utuh. Namun ia memiliki sesuatu yang lebih kuat: tekad untuk bertahan dan cinta untuk keluarganya.

Dan bagi banyak orang yang membaca kisahnya, satu hal menjadi jelas, kadang, pelajaran terbesar tentang kehidupan justru datang dari mereka yang paling sederhana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak kecil kerja keras bocah cari rongsok demi ibu bocah miskin viral bocah sukabumi viral cerita sedih anak kecil ibu sakit TBC kisah bocah pemulung kisah haru indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bakal Jadi yang Terbesar dalam Sejarah, APBN 2027 Diproyeksikan Mendekati Rp 4.000 Triliun

Terungkap! Pria yang Viral Pukul Wanita di Cimahi Diduga ODGJ

Kabar Gembira Warga Bandung! Bandara Husein Sastranegara Resmi Buka Lagi, Rute Luar Negeri Siap Menyusul

Pertama Kali, Upacara HUT RI ke-81 Jabar Digelar di Halaman Gedung Sate

Dedi Mulyadi: Makna Kemerdekaan Bukan Sekadar Bebas dari Penjajahan

Satu dari Dua Pria Bersimbah Darah di Kontrakan Cimahi Meninggal Dunia

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.