Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

Selasa, 6 Oktober 2026 19:19 WIB

Misi Putus Tren Buruk: Marc Klok Tegaskan Persib Incar Kemenangan di Kandang Port FC

Selasa, 6 Oktober 2026 19:08 WIB

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

Selasa, 6 Oktober 2026 18:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi
  • Misi Putus Tren Buruk: Marc Klok Tegaskan Persib Incar Kemenangan di Kandang Port FC
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main
  • Bukan Gertak Sambal! Luka Menalo Ungkap Persiapan Persib Jelang Tantang Port FC
  • Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • Gaji PNS dan Dana Pensiun Bakal Disalurkan Lewat Koperasi, Pemerintah Godok Aturan Baru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bakal Jadi yang Terbesar dalam Sejarah, APBN 2027 Diproyeksikan Mendekati Rp 4.000 Triliun

By Aga GustianaJumat, 14 Agustus 2026 17:16 WIB3 Mins Read
Ilustrasi APBN. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 diproyeksikan mencetak rekor baru dalam sejarah keuangan negara. Ketua DPR RI Puan Maharani membocorkan bahwa besaran alokasi belanja yang bakal dipaparkan oleh Presiden Prabowo Subianto diperkirakan hampir menembus angka Rp 4.000 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan saat memimpin Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Parlemen, Senayan.

“APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp 4.000-an triliun,” kata dia dalam Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu tak menampik betapa fantastisnya estimasi angka dalam postur anggaran nasional tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa instrumen APBN sejatinya merupakan manifestasi keputusan politik dalam menyalurkan sumber daya negara ke program-program yang langsung menyentuh masyarakat.

Baca Juga:  Hasil Pertemuan Prabowo-DPR, PPN 12 Persen Tetap Berlaku 1 Januari 2025

“Mungkin tidak ada satupun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp 4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar,” tuturnya.

Lonjakan Postur Anggaran dalam Dua Dekade

Guna memberikan gambaran mengenai besarnya kapasitas fiskal Indonesia saat ini, Puan membeberkan dinamika akumulasi APBN selama lebih dari 20 tahun terakhir. Jika ditakar sejak era milenium, porsi belanja negara mengalami lompatan sangat signifikan.

“Pada tahun 2000, APBN berada pada besaran Rp 197 trilliun; tahun 2010 sebesar Rp 1.126 triliun; dalam 10 tahun tersebut, Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat. Pada tahun 2026, APBN sebesar Rp 3.842 triliun; naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000,”ungkapnya.

Baca Juga:  Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Untuk alokasi 2027 kelak, DPR menyoroti sejumlah program strategis yang wajib dituntaskan secara terintegrasi. Fokus pembangunan tersebut mencakup penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan mutu pendidikan serta kesehatan, hilirisasi industri, penyediaan infrastruktur dan perumahan, hingga pemberdayaan ekonomi desa guna menekan angka kemiskinan.

Empat Catatan Kritis DPR untuk RAPBN 2027

Dalam pengawasan serta pembahasan anggaran mendatang, DPR RI menitikberatkan empat prinsip utama yang harus dipenuhi pemerintah:

  1. Penerimaan Negara yang Adil: Pengumpulan pendapatan nasional tidak boleh sampai menggerus daya beli masyarakat maupun mematikan iklim dunia usaha.
  2. Belanja Berkualitas: Penyerapan anggaran harus berorientasi pada hasil nyata (result-oriented) dan tepat sasaran.
  3. Pengelolaan Utang yang Hati-Hati: Rasio defisit serta pembiayaan harus dikendalikan secara rasional demi menjaga keberlanjutan fiskal jangka panjang.
  4. Pemerataan Transfer Daerah: Dana alokasi daerah wajib dipastikan memperkuat sektor pelayanan publik dan ekonomi lokal.
Baca Juga:  Tambahan Amunisi Timnas, DPR Setujui Naturalisasi Jonathans dan Zijlstra

Secara khusus, Puan menyoroti agar pengelolaan utang tidak menjadi bumerang bagi masa depan bangsa.

“Kebijakan hari ini tidak boleh meninggalkan beban yang tidak adil bagi generasi yang akan datang,”lanjutnya.

Ia memungkas dengan menekankan bahwa indikator keberhasilan APBN bukanlah seberapa megah deretan angka yang diumumkan, melainkan sejauh mana postur anggaran itu sanggup menghadirkan perbaikan kesejahteraan nyata di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu maka, ukuran keberhasilan kita dalam menyusun APBN adalah sejauh mana kebijakan, program dan anggaran mampu membuka jalan bagi rakyat untuk hidup lebih baik,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPR RI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Sempat Tuai Penolakan, Sekolah Pengganti SDN 026 Bojongloa Akhirnya Dibangun

Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.