bukamata.id – Pembangunan sekolah pengganti SDN 026 Bojongloa di Kompleks Cibaduyut Permai, RW 02, Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, mulai berjalan.
Sekolah pengganti tersebut dibangun setelah Pemkot Bandung kalah dalam sengketa lahan SDN 026 Bojongloa. Perkara yang diajukan ahli waris Agus Pribadi dan Tata itu bergulir hingga tingkat peninjauan kembali (PK) pada 2022.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini pihaknya fokus pada pembangunan sekolah pengganti. Sementara itu, para siswa masih menjalani kegiatan belajar mengajar di SDN 148 Cibaduyut.
“Kita sedang fokus kepada pembangunan, sekarang siswa masih (direlokasi) di SDN 148 Cibaduyut. Alhamdulillah lancar, baik-baik saja,” ujar Farhan, Selasa (6/10/2026).
Menurut Farhan, para siswa tetap merasa nyaman selama menjalani pembelajaran sementara di SDN 148 Cibaduyut. Sebab, sebagian dari mereka memiliki tetangga maupun anggota keluarga yang juga bersekolah di lokasi tersebut.
“Para siswa banyak yang gembira karena banyak juga tetangga bareng. Ada yang kakak adik, kakaknya di 148, adiknya di 026, gitu,” katanya.
Sebelumnya, pembangunan sekolah pengganti sempat mendapat penolakan dari sebagian warga sekitar. Namun, Farhan mengatakan persoalan tersebut kini telah diselesaikan melalui komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Sudah terjadi komunikasi yang sangat baik, karena gini, kenyamanan dan tata kelola lingkungan tidak ada hubungannya dengan hak untuk bersekolah. Hak untuk bersekolah kita jamin, penataan lingkungan kita kelola sama-sama,” ucapnya.
Farhan memastikan pembangunan sekolah baru tersebut sudah mendapat titik terang. Pemerintah menargetkan sekolah dapat digunakan siswa pada tahun ajaran baru agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.
“Insya Allah, alhamdulillah. Terima kasih kepada warga sekalian. (Konstruksi) abdi can ningali harus ditanyakan ke Kadisdik,” ujarnya.
Adapun lahan pembangunan sekolah pengganti berada di dalam Kompleks Cibaduyut Permai. Lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi tersebut sebelumnya merupakan lahan kosong yang menyerupai lapangan dan kini telah dikelilingi tembok.
Di lokasi juga telah terpasang plang pembangunan dengan nilai kontrak Rp15.780.780.000. Proyek tersebut dilaksanakan PT Pancarona Mitra Abadi dengan konsultan supervisi PT Graha Mitra Konsultan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








