bukamata.id – Dedi Mulyadi akan dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara hari ini, Kamis (20/2/2025).
“Pagi hari ini adalah rangkaian kegiatan dari Pilkada 2024. Pelantikan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di Istana Negara pada tanggal 20 Februari 2025 pukul 10.00 pagi,” ucap Dedi dikutip dari Instgram pribadinya.
Dedi mengungkapkan bahwa ada sebuah tradisi di masyarakat dalam berbagai momen, baik suka maupun duka dengan mengirimkan karangan bunga.
Namun, jika ada pihak yang berencana mengirim karangan bunga kepada dirinya sebagai ucapan selamat, Dedi meminta untuk diganti dengan mengirim benih padi.
“Jika ada yang ingin mengirimkan karangan bunga untuk saya, saya mengajak agar sebaiknya menggantinya dengan benih padi,” ujarnya.
Dedi mengatakan bahwa permintaan ini bukan tanpa alasan. Sebab menurutnya, benih padi memiliki nilai simbolis yang sangat kuat.
“Apa tujuannya? Agar benih itu terus tumbuh, berkembang, dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan banyak orang, terutama para petani,” ungkapnya.
Dedi menyebut, nantinya benih padi yang terkumpul akan dibagikan kepada para petani di seluruh Jabar.
“Saya akan sangat berterima kasih jika benih padi tersebut dikirimkan sebagai bentuk ucapan selamat. Benih tersebut akan saya bagikan kepada para petani di seluruh Jawa Barat,” katanya.
Dedi pun berharap, kualitas benih padi yang akan disumbangkan adalah benih padi yang orisinal, yang dalam istilah pertanian dikenal dengan warna ungu atau putih.
“Warna putih adalah warna awal, tetapi jika berwarna ungu, itu lebih baik. Benih ini nantinya akan menjadi bagian dari pergerakan ketahanan pangan di seluruh Jawa Barat,” imbuhnya.
“Bahkan, bisa saja nanti ditanam oleh anak-anak sekolah di berbagai tempat, baik di sawah maupun di lingkungan sekolah,” lanjutnya.
Dedi juga berharap, pelantikannya ini dapat membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Jabar.
“Semoga pelantikan saya hari ini membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat. Desa diurus, Kota ditata, Jawa Barat Istimewa,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











