Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi Sate

Wisata Kuliner Ciamis 2026: 5 Makanan Khas Tatar Galuh yang Wajib Dicoba

Rabu, 28 Oktober 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Rabu, 28 Oktober 2026 03:00 WIB

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 21:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wisata Kuliner Ciamis 2026: 5 Makanan Khas Tatar Galuh yang Wajib Dicoba
  • BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemda Bebas Atur Teknis Jam Masuk Sekolah, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi

By Aga GustianaRabu, 4 Juni 2025 17:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menyatakan bahwa pelaksanaan kebijakan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB akan dimulai pada tahun ajaran baru. Namun, pelaksanaan teknisnya akan sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah.

Keputusan ini diambil untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan dan kondisi geografis tiap wilayah. Terutama bagi siswa yang tinggal jauh dari lokasi sekolah, kebijakan ini dianggap perlu diberi fleksibilitas.

“Yang aturan teknisnya yang menerapkan adalah kepala UPT (Unit Pelaksana Tugas). Kepala UPT-nya nanti berdasarkan distribusi wilayah dan bagaimana kondisi wilayah,” kata Dedi di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (4/6/2025).

Menurut Dedi, gubernur hanya menetapkan aturan umum sebagai arahan kebijakan. Detail pelaksanaannya akan menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan daerah dan kepala UPT setempat.

Baca Juga:  Survei LSI: Dedi-Erwan Potensial Menang Fenomenal di Pilgub Jabar

Kebijakan Ini Bukan Hal Baru Bagi Dedi

Dedi menyampaikan bahwa kebijakan masuk sekolah lebih pagi sudah pernah diterapkan saat dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Ia mengklaim kebijakan tersebut berhasil meningkatkan kedisiplinan siswa dan kualitas pembelajaran.

“Teknis di lapangan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan setempat dengan mempertimbangkan kondisi yang ada di daerah tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang sama belum tentu cocok untuk semua wilayah.

Baca Juga:  Rumah Layak untuk Rakyat: Sinergi bank bjb dan Kementerian PKP Luncurkan BSPS 2026 di Jawa Barat

Kultur Wilayah Jadi Pertimbangan Khusus

Dedi menekankan pentingnya memperhatikan kultur lokal dalam penentuan jam masuk sekolah. Sebagai contoh, wilayah pegunungan justru kerap memiliki jarak tempuh yang lebih dekat ke sekolah meskipun tampak terpencil.

“Tapi kalau di daerah pegunungan malah jaraknya lebih dekat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, kepala UPT di masing-masing wilayah diminta membuat penyesuaian berdasarkan konteks lokal, bukan semata-mata mengikuti aturan yang seragam.

SMA Jadi Fokus karena Jarak Tempuh Lebih Jauh

Gubernur juga menjelaskan bahwa distribusi sekolah di Jawa Barat tidak merata. Untuk jenjang SD dan SMP, ketersediaan sekolah dinilai cukup memadai, bahkan di daerah pelosok. Namun berbeda halnya dengan SMA, yang jumlahnya masih terbatas.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Walk Out dari Rapat Paripurna DPRD Jabar, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi

“Meskipun demikian, kami telah mempertimbangkan kondisi tersebut sehingga pelaksanaan teknisnya diserahkan ke masing-masing daerah. Nanti kan ada hitungannya,” tutup Dedi.

Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan tidak menjadi beban bagi siswa maupun orang tua. Pemerintah daerah didorong untuk membuat keputusan berdasarkan prinsip keberpihakan dan keadilan pendidikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.