bukamata.id – Fenomena media sosial kerap melahirkan sosok baru yang mendadak mencuri perhatian publik. Salah satu nama yang belakangan ramai dibicarakan adalah Suraj Chavan, seorang influencer asal India yang viral di berbagai platform digital. Dalam waktu singkat, namanya berseliweran di lini masa, diperbincangkan, dipuji, sekaligus diperdebatkan. Sebagian warganet bahkan menjulukinya sebagai pria paling tampan di India—sebuah gelar yang memicu rasa penasaran sekaligus kontroversi.
Popularitas Suraj Chavan tidak muncul begitu saja. Di sejumlah unggahan media sosial, ia disebut-sebut memiliki kemiripan dengan penyanyi pop dunia, Justin Bieber. Rambut poni panjang, gaya berpakaian kasual, hingga pose di depan kamera membuat banyak orang merasa melihat versi lain dari musisi internasional tersebut. Tak heran jika julukan “Justin Bieber of India” kemudian melekat pada dirinya dan semakin memperluas sorotan publik.
Gelombang perhatian semakin besar ketika sebuah unggahan dari akun TikTok @/Daily mail menyebut Suraj Chavan memenangkan voting sebagai pria tertampan di India. Portal tersebut juga menyoroti kemiripan Suraj dengan Justin Bieber, yang kemudian memperkuat citra viralnya. Dalam keterangan yang diunggah pada Rabu (4/2/2026), tertulis kalimat yang menjadi pemantik diskusi luas: “Awalnya meme, kini berkembang menjadi popularitas yang sesungguhnya,” demikian keterangan yang tertera pada Rabu (4/2/2026).
Kalimat tersebut seolah menggambarkan perjalanan Suraj dari sekadar bahan candaan internet menjadi figur yang benar-benar dikenal. Banyak fenomena viral memang berawal dari meme, namun hanya sedikit yang mampu bertahan dan berkembang menjadi popularitas nyata. Suraj tampaknya berada di jalur tersebut—dari sekadar perbandingan wajah hingga menjadi sosok yang diperbincangkan lintas negara.
Jika menelusuri akun Instagram pribadinya, terlihat bagaimana citra tersebut dibangun. Beberapa foto menampilkan gaya rambut poni panjang yang mengingatkan pada era awal karier Justin Bieber. Ekspresi wajah yang santai dan penampilan yang kasual memperkuat persepsi kemiripan. Tidak sedikit penggemar yang mengaku tertarik mengikuti akun Suraj karena merasa menemukan versi lokal dari idola internasional.
Namun, seperti fenomena viral lainnya, tidak semua orang sepakat dengan gelar yang disematkan kepadanya. Kolom komentar di berbagai unggahan dipenuhi beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga kritik pedas. Sebagian warganet mempertanyakan keabsahan klaim tersebut. Salah satu komentar bahkan menuliskan, “Apakah Daily Mail kena hack?” menunjukkan ketidakpercayaan terhadap berita yang beredar.
Komentar lain yang tak kalah tajam juga muncul, seperti “Sepertinya para juri itu buta,” yang menandakan adanya perbedaan selera dan persepsi mengenai standar ketampanan. Bahkan ada komentar yang bernada hiperbolik, “Akhir dari dunia,” sebagai bentuk sindiran terhadap fenomena viral yang dianggap berlebihan. Reaksi-reaksi tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial menjadi ruang terbuka bagi berbagai opini—mulai dari pujian hingga kritik tanpa filter.
Di balik kontroversi tersebut, Suraj Chavan bukanlah sosok yang sepenuhnya baru di dunia hiburan India. Ia sebelumnya telah dikenal publik melalui kemenangan dalam reality show populer, Bigg Boss Marathi. Program televisi tersebut memiliki konsep para kontestan tinggal bersama dalam satu rumah, menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial, lalu dieliminasi setiap minggu berdasarkan voting penonton. Suraj berhasil keluar sebagai pemenang dan membawa pulang hadiah sebesar Rs 26,4 lakh atau sekitar Rp 455 juta—sebuah pencapaian yang memperkuat posisinya sebagai figur publik.
Kemenangan tersebut menjadi batu loncatan penting dalam kariernya. Setelah keluar dari reality show, ia semakin aktif di media sosial dan mulai membangun citra sebagai influencer. Dengan jumlah pengikut yang terus bertambah, setiap unggahannya kini mendapat perhatian luas, baik dari penggemar setia maupun para pengamat fenomena digital.
Fenomena Suraj Chavan menunjukkan bagaimana standar popularitas di era digital dapat berubah dengan cepat. Dulu, seseorang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikenal luas melalui televisi atau film. Kini, sebuah unggahan viral bisa mengangkat nama seseorang ke panggung global dalam hitungan hari. Namun, popularitas instan juga membawa tantangan tersendiri—termasuk tekanan publik dan sorotan tajam yang datang dari berbagai arah.
Di satu sisi, julukan “Justin Bieber of India” menjadi keuntungan karena membuka peluang kolaborasi, perhatian media, dan peningkatan jumlah pengikut. Di sisi lain, label tersebut bisa menjadi pedang bermata dua, karena membandingkan seseorang dengan figur internasional sering kali memicu ekspektasi tinggi sekaligus kritik keras. Bagi Suraj, menjaga identitas pribadi di tengah label viral menjadi tantangan yang tidak mudah.
Fenomena ini juga mencerminkan bagaimana masyarakat global saat ini begitu cepat membangun narasi tentang seseorang. Satu unggahan bisa memicu gelombang diskusi internasional, sementara komentar warganet dapat membentuk opini publik dalam waktu singkat. Dalam kasus Suraj, percampuran antara meme, media, dan persepsi visual menciptakan cerita yang terus berkembang—dari sekadar kemiripan fisik hingga perdebatan tentang standar kecantikan dan ketampanan.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, Suraj Chavan kini telah menjadi simbol bagaimana dunia digital bekerja. Ia menunjukkan bahwa popularitas dapat lahir dari hal-hal tak terduga—bahkan dari perbandingan sederhana dengan selebritas lain. Perjalanan dari meme menjadi figur publik yang diperbincangkan secara global membuktikan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk karier seseorang.
Apakah ia benar-benar “pria tertampan di India” mungkin akan terus menjadi perdebatan. Namun satu hal yang pasti, Suraj Chavan telah berhasil menarik perhatian publik dunia. Di era ketika viralitas dapat mengubah hidup seseorang dalam sekejap, kisahnya menjadi contoh nyata bagaimana internet mampu menciptakan bintang baru—lengkap dengan pujian, kritik, dan cerita yang terus berkembang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











