Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Indonesia Berpeluang Curi Slot Lewat Jalur ‘Mimpi’?

Sabtu, 14 Maret 2026 09:40 WIB

Dilema Ekonomi Gig Indonesia: Antara Fleksibilitas dan Bayang-bayang Eksploitasi

Sabtu, 14 Maret 2026 09:17 WIB

Pantang Pulang Sebelum Wangi! Petugas Damkar Dihadiahi Paket Nyalon Lengkap Usai Bantu Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 09:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Iran Mundur dari Piala Dunia 2026: Indonesia Berpeluang Curi Slot Lewat Jalur ‘Mimpi’?
  • Dilema Ekonomi Gig Indonesia: Antara Fleksibilitas dan Bayang-bayang Eksploitasi
  • Pantang Pulang Sebelum Wangi! Petugas Damkar Dihadiahi Paket Nyalon Lengkap Usai Bantu Warga
  • Netizen Dibikin Penasaran, Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor Jadi Sorotan
  • 10 Laga Sisa Persib Jadi Final, Rivalitas dengan Persija Semakin Panas
  • Puasa Hari Ke-24, Ini Waktu Imsak di Bandung Raya 14 Maret 2026
  • Bikin Penasaran! Apa Isi Video Ibu Tiri di Kebun Sawit yang Sedang Viral? Link Diburu Netizen
  • Usai Rekam Podcast, Aktivis KontraS Diserang OTK dengan Air Keras
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 14 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Disparbud Jabar Genjot Kunjungan Wisata 2025 Lewat Optimalisasi Data dan Event Daerah

By Aga GustianaSenin, 16 Juni 2025 13:48 WIB2 Mins Read
Pariwisata di Jabar. Foto: Humas Pemprov Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus mengintensifkan langkah strategis untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata pada tahun 2025. Fokus utama diarahkan pada penyempurnaan sistem pendataan serta optimalisasi pelaksanaan event atau acara di berbagai daerah.

Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun mekanisme pengumpulan data kunjungan wisata yang lebih terstruktur dan menyeluruh. Ia menilai, selama ini, penghitungan jumlah wisatawan masih terlalu sempit karena hanya mengacu pada data kunjungan ke destinasi wisata konvensional yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), seperti hotel dan restoran.

“Definisi pariwisata itu adalah berkunjung ke sebuah tujuan, baik untuk rekreasi, pengembangan pribadi maupun untuk tujuan unik lainnya. Itu yang sementara ini memang seringkali kami hanya mendatanya adalah dari destinasi wisata,” ujar Iendra pada Senin (16/6/2025).

Untuk itu, Disparbud Jabar akan memperluas cakupan definisi wisata dengan memasukkan kunjungan ke berbagai event sebagai bagian dari statistik pariwisata. Pendekatan ini diyakini dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai pergerakan wisatawan di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:  Perbaikan Gedung Pusat Kebudayaan YPK Tunggu Izin Kementerian

Destinasi Diperkuat, Kalender Event Dioptimalkan

Selain pendataan, Iendra juga menegaskan pentingnya penguatan destinasi dan penyelenggaraan event melalui Calender of Event (CoE) yang dikelola oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas, hingga swasta.

“Kami terus berupaya destinasi yang ada terus didorong, diperbaiki, terus dipromosikan. Lalu untuk event, kami upayakan terus terselenggara, kemudian kami monitor pelaksanaannya dan pendataannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Akhir 2024, Jawa Barat Alami Inflasi 0,35 Persen

Menurutnya, CoE yang kaya dan beragam dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama sektor UMKM, serta meningkatkan jumlah wisatawan dari tingkat lokal hingga nasional.

“Insyaallah sampai dengan akhir tahun masih banyak event yang cukup besar yang skalanya paling tidak nasional,” tambahnya optimistis.

Event Lokal Jadi Magnet Baru Wisata

Beberapa event unggulan yang disebut berpotensi mendongkrak kunjungan antara lain Hari Jadi Provinsi dan Kabupaten/Kota, Karya Kreatif Jawa Barat, serta Nganjang Ka Warga. Khusus untuk Nganjang Ka Warga, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membuka ruang komunikasi langsung antara kepala daerah dan masyarakat.

Baca Juga:  Musim Hujan, Disparbud Jabar Minta Pemda Buat Surat Edaran Waspadai Bencana Hidrometeorologi

“Nganjang Ka Warga ini bisa menjadi tujuan wisata masyarakat. Sebab, Nganjang Ka Warga juga diwarnai dengan komunikasi antara gubernur dengan masyarakat setempat,” jelas Iendra.

Disparbud Jabar juga tengah memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan pelaku pariwisata dan pemerintah daerah guna menciptakan ekosistem wisata yang tangguh dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen dan berkolaborasi dengan kabupaten/kota dan para pelaku pariwisata ataupun event untuk membuat ekosistem wisata. Intinya kami berupaya mengoptimalkan destinasi dan event atau acara yang ada,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Disparbud Jabar kunjungan wisatawan Parawisata Wisata Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dilema Ekonomi Gig Indonesia: Antara Fleksibilitas dan Bayang-bayang Eksploitasi

Puasa Hari Ke-24, Ini Waktu Imsak di Bandung Raya 14 Maret 2026

Usai Rekam Podcast, Aktivis KontraS Diserang OTK dengan Air Keras

Disebut Sering Tampil di TV, Siapa Ustaz SAM yang Diduga Lecehkan 5 Santri?

Libur Lebaran 2026, Bandung Zoo Belum Bisa Dikunjungi?

Catat! Ini Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini Jumat 13 Maret 2026

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.