bukamata.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Purwakarta, selama ini diberi tanggung jawab untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan Taman Sri Baduga (Situ Buleud). Supaya, salah satu area publik multifungsi di wilayah ini bisa terus dinikmati oleh masyarakat.
Sekertaris Disperkim Kabupaten Purwakarta, Dian Ardiansyah menjelaskan, Taman Sri Baduga (Situ Buleud) selama ini bukan hanya sebatas penghias kota saja. Melainkam, juga difungsikan sebagai wahana rekreasi, hingga sarana edukasi masyarakat.
Fasilitas di kawasan taman kota ini, semakin lengkap setelah pemerintah membangun area khusus pertujukan air mancur menari yang memanfaatkan sumber mata air di lokasi itu.
“Secara teknis, pengelolaan Taman Sri Baduga Purwakarta itu dilakukan lintas instansi. Adapun untuk pemeliharaan fasilitasnya, leading sektornya ada di dinas kami,” ujar Dian, Senin 22 Juli 2024.
Dia menjelaskan, setiap tahunnya jajarannya mengalokasikan anggaran untuk perawatan Taman Sri Baduga. Bukan hanya untuk menangani kerusakan, tapi juga untuk perawatan fasilitas penunjang di lokasi taman kota tersebut. Semisal, pemeliharaan bangku penonton dan pemeliharaan taman.
“Sebelumnya, ada beberapa fasilitas penunjang Taman Sri Baduga yang mengalami kerusakan. Khususnya di beberapa komponen mekanikal elektrikal yang selama ini berperan sebagai penggerak tirai air mancur menari,” kata dia.
Namun, kata dia, untuk kerusakan beberapa fasilitas di taman kota tersebut selama ini telah dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini misalnya, kata dia, perbaikan lebih difokuskan untuk komponen mekanikal elektrikal.
Mungkin masih banyak yang penasaran. Apa sih mekanikal elektrikal itu. Sederhananya, adalah komponen khusus yang berfungsi untuk menggerakan tirai air mancur menari yang bertekanan tinggi termasuk mesin pompanya.
Dian menambahkan, untuk air mancur menari di Taman Sri Baduga sementara hanya beroperasi di momentum tertentu. Semisal, yang belum lama ini digelar, yakni puncak perayaan HUT Purwakarta ke-193 tahun dan Kabupaten Purwakarta ke 56 tahun.
Sekedar informasi, air mancur menari di Taman Sri Bagud itu diprogram dengan beragam jenis musik secara digital. Mungkin, hampir mirip dengan ‘Song of The Sea’ yang ada di Singapura sana.
Selain musik dan variasi tarian, air mancur menari ini pun dipadukan dengan unsur tata cahaya dan api di atasnya. Tak hanya itu, di sekeliling taman ini juga terpasang kursi supaya para pengunjung merasa nyaman saat menonton air Mancur menari itu.
Sementara itu, beberapa waktu lalu Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Norman Nugraha berujar, pihaknya sedang merumuskan rencana supaya pertunjukan air mancur menari di Taman Sri Baduga (Situ Buleud) bisa terus beroperasi secara berkelanjutan.
Minimalnya, operasional fasilitas hiburan masyarakat ini bisa berlangsung dua kali dalam sebulan. Apalagi, keberadaan kawasan cukup efektif mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Kami telah berkondinasi dengan perangkat daerah terkait untuk membahas hal ini,” ujar Norman.
Menurut dia, rencana pembukaan kembali operasional air mancur menari secara berkelanjutan ini perlu kesiapan yang matang. Misalnya, dari sisi teknis dan kesiapan lainnya.
“Intinya, keberlanjutannya itu seperti apa. Nanti kami akan bahas dulu dengan pihak-pihak terkait. Yang jelas rencana itu memang sudah dirancang,” kata Norman.
Norman berharap, selain turut mendongkrak kunjungan wisata dan perekonomian masyarakat, kedepan keberadaan air mancur menari ini juga bisa menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. *
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










