Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gebrakan Kelima Pangeran Biru: Ragnar Oratmangoen Resmi Merapat ke Persib Bandung

Sabtu, 4 Juli 2026 17:50 WIB

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Sabtu, 4 Juli 2026 16:26 WIB

Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM

Sabtu, 4 Juli 2026 15:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gebrakan Kelima Pangeran Biru: Ragnar Oratmangoen Resmi Merapat ke Persib Bandung
  • Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak
  • Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM
  • Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk Modal Usaha
  • Bukan Cuma Uang! Ternyata Ini Alasan Kuat Sandy Walsh Mau Terima Kontrak 3 Tahun di Persib Bandung
  • Benarkah Persib ‘Hancurkan’ Karier Pemain Timnas? Menguliti Profil & Kredibilitas Arul El Pundit
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

By SusanaJumat, 3 April 2026 21:24 WIB2 Mins Read
Komisi IV DPRD Jawa Barat menyoroti LKPJ 2025. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – DPRD Jawa Barat melalui Komisi IV menyoroti sejumlah catatan penting dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025 bersama mitra kerja.

Sejumlah isu krusial menjadi perhatian, mulai dari capaian indikator makro hingga persoalan pengelolaan keuangan daerah.

Gini Ratio Belum Capai Target

Salah satu sorotan utama adalah belum optimalnya capaian indikator makro, khususnya koefisien gini atau gini ratio yang belum memenuhi target.

Hal ini dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus ditangani secara serius.

Baca Juga:  Kantor MWC NU Arjasari Diresmikan, Humaira Apresiasi Pusat Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Ketimpangan ekonomi yang masih tinggi menunjukkan perlunya strategi lebih efektif dalam pemerataan pembangunan di Jawa Barat.

Tunda Bayar Jadi Perhatian Serius

Selain itu, Komisi IV juga menyoroti persoalan tunda bayar yang terjadi di akhir tahun anggaran. Penumpukan pembayaran ini banyak ditemukan di sektor perhubungan dan bina marga.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, menegaskan bahwa pola tersebut tidak boleh terus berulang.

“Penumpukan di akhir tahun tidak boleh terus terjadi. Perencanaan harus lebih disiplin, dan seluruh pihak wajib mengikuti mekanisme penagihan sesuai termin,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga:  Jabar Bersiap Menuju 'Era E-Legislasi': DPRD Desak Penggantian Total Aturan Produk Hukum Daerah

Risiko Ganggu Stabilitas Fiskal

Daddy Rohanady mengingatkan bahwa penyerapan anggaran yang menumpuk di penghujung tahun berpotensi mengganggu stabilitas fiskal daerah.

Karena itu, diperlukan perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran agar lebih terukur dan tepat waktu.

DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Kinerja OPD

Komisi IV DPRD Jawa Barat juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh OPD, baik dari sisi realisasi keuangan maupun efektivitas program.

“Seluruh OPD kami minta menjelaskan capaian kinerjanya secara terbuka, termasuk tindak lanjut atas rekomendasi tahun sebelumnya,” tegas Daddy.

Baca Juga:  Layanan MJT Dinilai Belum Maksimal, DPRD Jabar Minta Masukan Lebih Banyak dari Mahasiswa

Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pengulangan kesalahan yang sama di tahun berikutnya.

Rekomendasi Jadi Dasar Perbaikan

Hasil pembahasan LKPJ 2025 ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi kepada Gubernur Jawa Barat.

Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah daerah agar lebih optimal dan akuntabel.

Dengan berbagai catatan tersebut, DPRD Jawa Barat menegaskan pentingnya penguatan tata kelola keuangan dan peningkatan kinerja OPD demi mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Daddy Rohanady DPRD Jawa Barat Gini Ratio Jawa Barat kinerja OPD Jabar Komisi IV DPRD Jabar LKPJ Jabar 2025 tunda bayar APBD
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.