Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Agustus 2026 Masih Disalurkan, Ada yang Terima hingga Rp2,7 Juta!

Sabtu, 22 Agustus 2026 05:00 WIB

Bukan Sekadar Latihan, Ini yang Berubah di Persib Usai TC Hampir 2 Pekan di Bali

Sabtu, 22 Agustus 2026 04:00 WIB

Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Agustus 2026 Masih Disalurkan, Ada yang Terima hingga Rp2,7 Juta!
  • Bukan Sekadar Latihan, Ini yang Berubah di Persib Usai TC Hampir 2 Pekan di Bali
  • Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
  • Klaim Saldo DANA Gratis 22 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Mudah Cuan Hari Ini!
  • Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
  • Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat
  • 14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran
  • Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

By SusanaJumat, 3 April 2026 21:24 WIB2 Mins Read
Komisi IV DPRD Jawa Barat menyoroti LKPJ 2025. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – DPRD Jawa Barat melalui Komisi IV menyoroti sejumlah catatan penting dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025 bersama mitra kerja.

Sejumlah isu krusial menjadi perhatian, mulai dari capaian indikator makro hingga persoalan pengelolaan keuangan daerah.

Gini Ratio Belum Capai Target

Salah satu sorotan utama adalah belum optimalnya capaian indikator makro, khususnya koefisien gini atau gini ratio yang belum memenuhi target.

Hal ini dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus ditangani secara serius.

Baca Juga:  Dari Rp37 Triliun ke Rp29 Triliun, Begini Strategi DPRD Jabar Hadapi Tekanan Fiskal

Ketimpangan ekonomi yang masih tinggi menunjukkan perlunya strategi lebih efektif dalam pemerataan pembangunan di Jawa Barat.

Tunda Bayar Jadi Perhatian Serius

Selain itu, Komisi IV juga menyoroti persoalan tunda bayar yang terjadi di akhir tahun anggaran. Penumpukan pembayaran ini banyak ditemukan di sektor perhubungan dan bina marga.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, menegaskan bahwa pola tersebut tidak boleh terus berulang.

“Penumpukan di akhir tahun tidak boleh terus terjadi. Perencanaan harus lebih disiplin, dan seluruh pihak wajib mengikuti mekanisme penagihan sesuai termin,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga:  MQ Iswara Apresiasi Langkah Tegas Dedi Mulyadi dalam Penataan Tata Ruang Jawa Barat

Risiko Ganggu Stabilitas Fiskal

Daddy Rohanady mengingatkan bahwa penyerapan anggaran yang menumpuk di penghujung tahun berpotensi mengganggu stabilitas fiskal daerah.

Karena itu, diperlukan perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran agar lebih terukur dan tepat waktu.

DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Kinerja OPD

Komisi IV DPRD Jawa Barat juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh OPD, baik dari sisi realisasi keuangan maupun efektivitas program.

“Seluruh OPD kami minta menjelaskan capaian kinerjanya secara terbuka, termasuk tindak lanjut atas rekomendasi tahun sebelumnya,” tegas Daddy.

Baca Juga:  Sekolah Maung Dedi Mulyadi: DPRD Jabar Masih Bingung, Minta Penjelasan Lengkap

Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pengulangan kesalahan yang sama di tahun berikutnya.

Rekomendasi Jadi Dasar Perbaikan

Hasil pembahasan LKPJ 2025 ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi kepada Gubernur Jawa Barat.

Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah daerah agar lebih optimal dan akuntabel.

Dengan berbagai catatan tersebut, DPRD Jawa Barat menegaskan pentingnya penguatan tata kelola keuangan dan peningkatan kinerja OPD demi mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Daddy Rohanady DPRD Jawa Barat Gini Ratio Jawa Barat kinerja OPD Jabar Komisi IV DPRD Jabar LKPJ Jabar 2025 tunda bayar APBD
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Agustus 2026 Masih Disalurkan, Ada yang Terima hingga Rp2,7 Juta!

Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent

Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Game Free Fire
    Banjir Hadiah! Buruan Klaim Kode Redeem FF 19 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
  • Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Sukses Petakan Peta Baru Luweng Ombo Pacitan Sepanjang 8,2 Kilometer
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.