Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 21:35 WIB

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Selasa, 13 Oktober 2026 20:35 WIB

Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two

Selasa, 13 Oktober 2026 20:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
  • Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab
  • Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara ‘Drive Your Future Phase 2’
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

By SusanaJumat, 3 April 2026 21:24 WIB2 Mins Read
Komisi IV DPRD Jawa Barat menyoroti LKPJ 2025. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – DPRD Jawa Barat melalui Komisi IV menyoroti sejumlah catatan penting dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025 bersama mitra kerja.

Sejumlah isu krusial menjadi perhatian, mulai dari capaian indikator makro hingga persoalan pengelolaan keuangan daerah.

Gini Ratio Belum Capai Target

Salah satu sorotan utama adalah belum optimalnya capaian indikator makro, khususnya koefisien gini atau gini ratio yang belum memenuhi target.

Hal ini dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus ditangani secara serius.

Baca Juga:  Chaos Melanda Unisba dan Unpas Bandung: Kampus Berubah Jadi Arena Kepanikan

Ketimpangan ekonomi yang masih tinggi menunjukkan perlunya strategi lebih efektif dalam pemerataan pembangunan di Jawa Barat.

Tunda Bayar Jadi Perhatian Serius

Selain itu, Komisi IV juga menyoroti persoalan tunda bayar yang terjadi di akhir tahun anggaran. Penumpukan pembayaran ini banyak ditemukan di sektor perhubungan dan bina marga.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, menegaskan bahwa pola tersebut tidak boleh terus berulang.

“Penumpukan di akhir tahun tidak boleh terus terjadi. Perencanaan harus lebih disiplin, dan seluruh pihak wajib mengikuti mekanisme penagihan sesuai termin,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga:  Rafael Situmorang Dorong Masyarakat Manfaatkan Program Bantuan Pendidikan

Risiko Ganggu Stabilitas Fiskal

Daddy Rohanady mengingatkan bahwa penyerapan anggaran yang menumpuk di penghujung tahun berpotensi mengganggu stabilitas fiskal daerah.

Karena itu, diperlukan perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran agar lebih terukur dan tepat waktu.

DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Kinerja OPD

Komisi IV DPRD Jawa Barat juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh OPD, baik dari sisi realisasi keuangan maupun efektivitas program.

“Seluruh OPD kami minta menjelaskan capaian kinerjanya secara terbuka, termasuk tindak lanjut atas rekomendasi tahun sebelumnya,” tegas Daddy.

Baca Juga:  Kredit SK Pensiun Diprotes, DPRD Jabar Minta Bank BJB Dikawal OJK

Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pengulangan kesalahan yang sama di tahun berikutnya.

Rekomendasi Jadi Dasar Perbaikan

Hasil pembahasan LKPJ 2025 ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi kepada Gubernur Jawa Barat.

Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah daerah agar lebih optimal dan akuntabel.

Dengan berbagai catatan tersebut, DPRD Jawa Barat menegaskan pentingnya penguatan tata kelola keuangan dan peningkatan kinerja OPD demi mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.