bukamata.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta, telah merealisasikan 80 persen pembangunan sanitasi yang bersumber dari DAK pusat. Adapun sasaran untuk tahun 2024 ini, mencapai 1.015 rumah penerima manfaat.
Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta, Ofi Sofyan Gumelar, mengatakan, DAK Sanitasi ini merupakan salah satu program pemerintah pusat, untuk mempercepat pembangunan di daerah. Banyak manfaat dari program ini. Salah satunya, pengentasan stunting.
“Tahun 2024 ini, Kabupaten Purwakarta mendapatkan alokasi anggaran untuk DAK Sanitasi sebesar Rp 9,2 miliar. Anggaran tersebut, untuk membangun fasilitas sanitasi 1.015 rumah penerima manfaat,” ujar Kabid Ofi, Kamis 14 November 2024.
Sampai saat ini, lanjut Ofi, progres pembangunan sanitasi ini sudah mendekati finishing. Dari sisi pembangunan, sudah terealisasi 80 persen. Sedangkan dari sisi keuangan, sudah terserap 70 persen.
Dengan demikian, sampai akhir tahun nanti pembangunan optimis terealisasi sampai 100 persen. Pun demikian dengan keterserapan anggarannya.
“Untuk program ini, memang sudah di plot dan dibagi menjadi beberapa tahap. Sehingga, pembangunannya akan selesai sesuai jadwal,” ujarnya.
Menurut Ofi, ribuan rumah penerima manfaat ini, tersebar di 14 desa dan kelurahan yang ada di 14 kecamatan. Masing-masing ada yang mengusulkan 65 rumah sampai 100 rumah.
Adapun anggarannya bervariasi antara Rp 650 ribu sampai Rp 700 ribu, tergantung kondisi di lapangan. Program ini, lebih kepada pembangunan jamban masyarakat.
Kenapa program ini sangat penting? Karena, sampai saat ini masih banyak warga Purwakarta yang belum memiliki jamban representatif.
“Banyak faktor penyebabnya, ada yang benar-benar tidak punya sehingga warga tersebut BAB bisa numpang ke tetangga, saudara, atau ke WC umum. Ada juga karena habbit atau kebiasaan yang suka hajat sembarangan,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah berupaya untuk meminimalisasi hal itu. Supaya, warga bisa hidup sehat. Jika sanitasinya baik maka, lingkungannya juga bagus.
Hal itu, akan berdampak pada pencegahan stunting. Mengingat, salah satu penyebab stunting ini akibat lingkungan yang buruk dan tidak sehat.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta, Dian Ardiansyah, menambahkan, program DAK sanitasi ini merupakan swakelola type IV.
Artinya, program ini direncanakan dan dilaksanakan oleh masyarakat. Dengan program ini, diharapkan kedepan Purwakarta menjadi kabupaten yang bebas dari buang hajat sembarangan.
“Sehingga, kasus stunting bisa terminimalisasi,” ujar Dian.
Selain program 2024, di tahun sebelumnya yakni 2023 kemarin pihaknya juga telah merealisasikan program DAK sanitasi tersebut. Dia menjelaskan, sepanjang 2023 kemarin ada sebanyak 1.651 rumah penerima manfaat mendapat sentuhan bantuan tersebut
Adapun untuk program sanitasi 2023 alokasi anggarannya yang digelontorkan untuk Kabupaten Purwakarta mencapai Rp 10,1 miliar.
Sedangkan, wilayah yang menjadi sasaran program tersebut yakni, Kecamatan Sukatani, Plered, Pasawahan, Babakan Cikao, Jatiluhur, Maniis, Darangdan dan Sukasari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










