Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 03:00 WIB

Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit

Kamis, 19 Februari 2026 02:00 WIB

Rekomendasi Tempat Sahur 24 Jam di Jakarta: Dari Legendaris Hingga Kekinian

Kamis, 19 Februari 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa
  • Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit
  • Rekomendasi Tempat Sahur 24 Jam di Jakarta: Dari Legendaris Hingga Kekinian
  • Persib Menang Tapi Merana: 7 Keputusan ‘Aneh’ Wasit Majed Al-Shamrani yang Bikin Bobotoh Berang di GBLA!
  • Link Video Viral Chindo Adidas Ada yang Durasi Panjang, Apa Isinya?
  • Sudah Bebas Penjara, Anak Nia Daniaty Masih Terjerat Kewajiban Ganti Rugi Rp8,1 Miliar, Ini Alasannya!
  • Gol Andrew Jung Tak Cukup, Persib Gagal Lanjut ke Babak 16 Besar ACL Two!
  • Tarawih dan Witir Sendirian atau Berjamaah? Simak Panduan Praktis Ramadan 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ditanya Soal Food Estate, Anies: Jangan Matikan Petani Tradisional

By Putri Mutia RahmanKamis, 30 November 2023 11:23 WIB2 Mins Read
Desak Anies, forum diskusi masyarakat Bandung dengan Anies Baswedan. (Youtube/ Metro TV).
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Calon Presiden (Capres) Anies Rasyid Baswedan memberikan tanggapan terkait program lumbung pangan nasional atau food estate yang digagas oleh Presiden Joko Widodo pada awal priode 2021-2023. Hal ini disampaikan dalam forum diskusi Desak Anies di 150 Coffe and Garden, Kiaracondong Kota Bandung, Rabu (29/11/23).

Food estate merupakan program pemerintah yang memiliki konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan.

Dalam diskusinya pembawa acara Riezal Ilham Pratama bertanya mengenai kelanjutan proyek food estate.

Anies menanggapi, program food estate tidak memanfaatkan sumber daya petani yang telah mengolah lahan pertanian bertahun-tahun karena terkalahkan oleh perusahaan yang membangun pusat pertanian.

Baca Juga:  Anies Baswedan Terang-terangan Dukung Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie di Pilgub Jabar 2024

“Para petani itu sudah bertani lintas generasi, lalu negara punya uang untuk membangun pertanian, nah yang sudah bertani begitu lama malah ga dapet uangnya, lalu negara punya tempat baru untuk mengundang perusahaan untuk membangun pusat pertanian,” ujarnya.

“Kan uangnya sama, misal ada uang sekian triliun, kenapa uang itu dikasih ke perusahaan untuk bikin tempat baru, lah kita punya ratusan ribu hektar lahan pertanian, bayangkan kita beli produknya, hidup mereka tenang, pertaniannya tumbuh, kekuatan Indonesia ada pada petani tradisional jadi jangan dimatikan,” lanjutnya. 

Baca Juga:  Cucu Pahlawan Sukabumi: Jangan Panggil Anies Capres, Tapi Presiden 2024

Oleh karena itu dirinya tidak berminat melanjutkan program tersebut, dan lebih memilih program contract farming untuk kesejahteraan petani.

“Ini alasan kenapa saya cenderung memilih contract farming, karena sayang sekali dengan uang yang sama lebih baik kita pakai untuk program-program pertanian, sehingga petani bisa bertani dengan baik, dibantu pupuknya, dibantu penyuluhannya, dibantu airnya dan produknya dikontrak untuk kita beli,” jelas Anies.

Baca Juga:  Ganjar Soal Mundurnya Mahfud dari Jabatan: Semoga yang Lain Bisa Ikut

Menurutnya program contract farming sudah berjalan di Jakarta dan menghasilkan kerjasama yang menguntungkan antara petani dan pemerintah.

“Dan di Jakarta sudah melakukan itu, berbagai wilayah di Indonesia contract farming, kami kontrak beli lima tahun, petaninya tenang karena akan dibeli lima tahun, kami tenang karena ada pasokan beras lima tahun,” ucapnya

“Dan apa yang terjadi, petani kerjanya tenang, produksi bagus, jumlahnya bagus, dan kita tidak menelantarkan petani karena kita hanya ingin perusahaan yang bisa membangun food estate,” tutup anies.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anies baswedan Anies-Muhaimin Forum Diskusi Desak Anies Pilpres 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Perang Sarung

Ramadhan Aman, Polisi Tegaskan Perang Sarung dan Balap Liar di Jabar

Anggaran Ekonomi Jabar Minim, DPRD Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat Lebih Kuat

Tangis Pecah Usai 43 Tahun! Pertemuan Dua Sahabat SD Ini Bikin Netizen Ikut Mewek

Anggaran Pendidikan Jabar Dinilai Cukup, Rafael Situmorang Soroti Daya Tampung dan Beasiswa

Siapkan Rp8 Triliun, bank bjb Mudahkan Warga Tukar Uang Baru Jelang Lebaran 2026

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.