Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Sabtu, 12 September 2026 13:16 WIB

Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 12:54 WIB

Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis

Sabtu, 12 September 2026 12:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi
  • Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta
  • Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anggaran Ekonomi Jabar Minim, DPRD Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat Lebih Kuat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 18 Februari 2026 16:23 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti kecilnya porsi anggaran sektor ekonomi di APBD Provinsi Jawa Barat. Ia menilai, ke depan diperlukan penguatan program pemberdayaan masyarakat agar dampaknya lebih langsung dirasakan warga di daerah pemilihan (dapil).

Hal tersebut disampaikan Rafael saat berdialog dengan masyarakat dalam kegiatan reses di Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026).

Rafael mengatakan, selain menyerap aspirasi, kunjungan ke dapil juga diarahkan untuk merancang program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, ketika kita terjun ke dapil, fokusnya juga pemberdayaan masyarakat. Kita ingin melihat potensi ekonomi lokal dan bagaimana pemerintah provinsi bisa mendukung,” ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan, khususnya melalui penguatan UMKM, pelatihan keterampilan, hingga akses permodalan.

Ia mengungkapkan, anggaran sektor ekonomi di APBD Jawa Barat masih tergolong minim. “Kalau dari sisi anggaran ekonomi provinsi, jujur saja masih kecil. Hanya sekitar Rp161 miliar atau 0,54 persen dari total APBD,” kata Rafael.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan dalam mendorong program ekonomi yang berdampak luas bagi masyarakat.

Rafael menjelaskan, besaran anggaran yang terbatas juga dipengaruhi kebijakan eksekutif yang lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Ia menyebut alokasi infrastruktur mencapai sekitar Rp4,75 triliun.

Menurutnya, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur dapat memicu perputaran ekonomi, seperti membuka peluang kerja bagi kontraktor, tenaga kerja proyek, hingga sektor pendukung lainnya.

“Harapannya, penguatan infrastruktur bisa mendorong pertumbuhan ekonomi karena ada perputaran uang dan tenaga kerja,” ujarnya.

Namun, Rafael mengingatkan bahwa pembangunan fisik saja belum tentu efektif dalam menyerap tenaga kerja secara luas.

“Biasanya, anggaran besar di infrastruktur tidak selalu banyak menyerap lapangan kerja. Karena itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat tetap perlu diperkuat,” pungkasnya.

Ia berharap ke depan terjadi keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh warga Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.