bukamata.id – Gelombang baru keterbukaan hukum kembali mengguncang perhatian dunia. Pada penghujung Januari 2026, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) membuka akses publik terhadap jutaan arsip yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang kasusnya melibatkan jejaring global tokoh berpengaruh.
Total dokumen yang dirilis tidak main-main: lebih dari 3 juta halaman arsip, 180 ribu foto, serta 2.000 rekaman video kini dapat diakses masyarakat. Rilis ini menjadi tahap akhir dari kebijakan transparansi besar-besaran yang dipayungi Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang disahkan pada November 2025.
Yang menarik perhatian publik Indonesia, sebagian dokumen tersebut secara eksplisit menyebut Bali, khususnya kawasan Ubud, sebagai salah satu lokasi yang pernah dikunjungi Epstein.
Mengenal Epstein Files 2026
Epstein Files merupakan kumpulan besar materi investigasi yang dihimpun oleh FBI dan lembaga penegak hukum AS selama bertahun-tahun. Isinya mencakup korespondensi elektronik, catatan perjalanan udara, laporan saksi, hingga pernyataan korban.
Rilis tahun 2026 disebut sebagai gelombang terakhir dan terbesar, karena memuat dokumen yang sebelumnya dikunci atau disamarkan secara ketat. Meski sebagian data masih melalui proses penyensoran demi melindungi korban, skala informasinya tetap memicu kehebohan global.
Arsip Ungkap Jejak Epstein di Ubud, Bali
Salah satu berkas yang ramai dibicarakan warganet Indonesia adalah dokumen berkode EFTA00129111.pdf. File tersebut memuat foto-foto Jeffrey Epstein saat berada di wilayah Ubud, Bali.
Dalam gambar yang beredar, Epstein tampak mengamati patung batu dan ornamen bernuansa spiritual, menyerupai wisatawan pada umumnya. Selain foto, catatan penerbangan dalam arsip juga mencatat penggunaan maskapai nasional Indonesia pada sejumlah rute internasional.
Hingga kini, tidak ditemukan bukti aktivitas kriminal Epstein selama berada di Bali. Namun, kemunculan Indonesia dalam dokumen sensitif ini memicu spekulasi tentang luasnya jaringan sosial dan mobilitas Epstein di kawasan Asia Tenggara.
Cara Mengakses Dokumen Resmi
Pemerintah AS mengimbau publik untuk hanya mengakses arsip melalui kanal resmi. Seluruh dokumen Epstein Files tersedia di portal digital DOJ dalam format PDF.
Setiap berkas telah melalui proses penyuntingan (redaction) guna menjaga identitas korban dan pihak-pihak yang tidak terkait langsung dengan tindak pidana.
Pertanyaan yang Banyak Dicari Publik
Di mana dokumen Epstein Files bisa diunduh?
Seluruh arsip hanya tersedia melalui situs resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat (justice.gov).
Apakah semua nama yang muncul terlibat kejahatan?
Tidak. Banyak individu tercantum karena relasi sosial, perjalanan, atau urusan bisnis, tanpa indikasi keterlibatan pidana.
Apa arti kemunculan Bali dalam dokumen?
Dokumen tersebut mencatat aktivitas perjalanan Epstein ke Ubud serta penggunaan layanan transportasi di Indonesia pada periode tertentu, tanpa menyebutkan pelanggaran hukum.
Rilis Epstein Files 2026 kembali menegaskan bahwa kasus Jeffrey Epstein bukan sekadar kejahatan individu, melainkan potret jaringan global yang melintasi negara, sektor, dan kelas sosial. Meski sebagian misteri terjawab, publik dunia masih menanti transparansi penuh atas seluruh fakta yang tersimpan dalam arsip ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











