bukamata.id – Suasana bahagia dan haru menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jenangan, Rabu (28/1/2026).
Ahmad, pria berusia 30 tahun asal Desa Wates, resmi mempersunting Sisri, janda berusia 58 tahun asal Desa Nglayang, dalam sebuah pernikahan yang kini viral di media sosial.
Kisah pernikahan beda usia 28 tahun ini menarik perhatian warganet karena dinilai unik sekaligus romantis. Momen sakral akad nikah Ahmad dan Sisri terekam oleh sorot kamera, memperlihatkan kepastian dan ketulusan cinta yang melintas batas usia.
Cinta yang Tumbuh dari Tempat Kerja
Pernikahan ini memiliki cerita tersendiri. Ahmad bekerja di usaha jual-beli sekam padi milik Sisri. Dari hubungan profesional sehari-hari, benih cinta perlahan tumbuh hingga memutuskan untuk menikah.
“Witing tresna jalaran saka kulina,” ungkap Ahmad, mengisyaratkan bahwa cinta mereka berawal dari kebiasaan bertemu setiap hari di tempat kerja.
Sisri menambahkan, kedekatan mereka sudah terjalin sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, pasangan ini telah menikah secara siri sejak 2021, namun baru kali ini disahkan secara agama dan negara.
“Alhamdulillah keluarga setuju,” kata Sisri dengan wajah sumringah.
Akad Nikah dan Mahar yang Sederhana
Kepala KUA Jenangan, Najib Ahmadi, memastikan pernikahan Ahmad dan Sisri sah secara hukum. Akad nikah disaksikan oleh keluarga terdekat, dengan mahar uang sebesar Rp 200 ribu.
“Prosesnya berjalan lancar dan khidmat. Pasangan ini resmi menjadi suami-istri sesuai agama dan negara,” ujar Najib.
Respons Publik dan Warganet
Kisah ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dari kolom komentar Instagram @ponorogo_update, warganet memberikan doa dan tanggapan beragam:
- “Samawa buat pengantin, single minggir disit,” tulis akun @so_***
- “Untuk kedua mempelai semoga samawa till jannah….” tulis akun @reo***
- “Mbahhhh amanno sertipikat karo emasmu,” tulis akun @ten***
- “Lha kui mbah e umur piro lhoo,” tulis akun @ria***
Pelajaran dari Kisah Ini
Pernikahan Ahmad dan Sisri membuktikan bahwa cinta bisa tumbuh dari kedekatan sehari-hari, bukan sekadar usia. Hubungan mereka juga menjadi pengingat bahwa cinta dan keluarga bisa hadir di waktu yang tak terduga, dengan restu dan penerimaan dari orang-orang terdekat.
Selain viral karena beda usia yang cukup signifikan, kisah ini juga menjadi inspirasi bagi masyarakat Ponorogo dan warganet di seluruh Indonesia bahwa cinta dan kasih sayang bisa muncul dari hal sederhana, bahkan dari hubungan kerja.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











