Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini

Kamis, 2 April 2026 20:35 WIB

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Kamis, 2 April 2026 20:10 WIB

Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan

Kamis, 2 April 2026 19:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
  • Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan

By Aga GustianaKamis, 2 April 2026 19:53 WIB4 Mins Read
Viral remaja ditertawakan karena outfit di media sosial. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia maya adalah rimba yang tak terduga. Di satu sisi, ia bisa menjadi panggung penghakiman yang kejam, namun di sisi lain, ia bisa menjelma menjadi pelukan hangat yang menyembuhkan. Inilah yang dialami oleh Fauzan Akbar, seorang remaja SMP asal Labuhanbatu yang mendadak viral bukan karena prestasi atau sensasi yang ia buat sendiri, melainkan karena sebuah video yang merekam momen dirinya direndahkan oleh orang asing.

Namun, alih-alih tenggelam dalam nestapa, kisah Fauzan justru bertransformasi menjadi sebuah gerakan empati nasional yang melibatkan konten kreator, pihak kepolisian, hingga institusi pendidikan tempatnya bernaung.

Luka di Balik Potongan Video “Skena”

Semuanya bermula dari sebuah rekaman singkat di area penyeberangan sungai. Dalam video tersebut, Fauzan dan dua temannya sedang berdiri menunggu giliran menyeberang. Kamera ponsel seorang wanita kemudian menyorotnya, disertai suara tawa dan celetukan sinis, “Aw aw, skena abis,” dan kata-kata yang mengarah pada ejekan bahwa penampilan Fauzan terlihat “kampungan.”

Bagi warganet, itu mungkin hanya konten receh. Namun bagi Fauzan, itu adalah hantaman mental yang hebat. Terungkap kemudian sebuah fakta yang menyayat hati: pakaian yang dikenakan Fauzan hari itu—yang diejek “kampungan”—ternyata memiliki nilai sentimental yang tak ternilai. Baju tersebut adalah pemberian terakhir dari almarhumah ibunya sebelum meninggal dunia.

Baca Juga:  Tak Lagi Murung, Begini Potret Keceriaan Anak-anak Korban Longsor Cisarua Saat Mengikuti Trauma Healing

Akibat perundungan digital tersebut, Fauzan sempat mengurung diri di kamar selama berhari-hari. Ia menolak keluar rumah, bahkan enggan menginjakkan kaki di sekolah karena rasa malu dan trauma yang mendalam.

Bidan Seruni: Mengubah Ejekan Menjadi Berkah

Gelombang dukungan pertama datang dari jagat TikTok. Konten kreator populer, Bidan Seruni, menjadi salah satu sosok yang paling lantang membela Fauzan. Melalui sebuah sesi video call yang emosional, Bidan Seruni mencoba membangkitkan kembali kepercayaan diri remaja tersebut.

“Jangan sedih lagi ya, Sayang. Kamu keren, dandanannya sudah bagus. Jangan dengerin kata orang yang tidak baik,” ujar Bidan Seruni dalam percakapan virtual yang terekam dalam video unggahannya.

Tak hanya sekadar kata-kata manis, Bidan Seruni memberikan dukungan nyata berupa donasi uang jajan sebesar Rp1.000.000 untuk Fauzan dan teman-temannya. Ia bahkan mengirimkan paket belanjaan sebagai bentuk kasih sayang seorang kakak kepada adiknya. Aksi Bidan Seruni ini seolah menjadi pemantik bagi ribuan warganet lainnya untuk berhenti menghujat pelaku dan mulai fokus merangkul korban.

Saat Sekolah Menjadi Rumah Kedua

Keharuan berlanjut ketika pihak sekolah Fauzan menunjukkan dedikasi luar biasa. Mengetahui siswanya tak mau sekolah karena trauma, para guru tidak tinggal diam. Mereka melakukan aksi home visit atau kunjungan ke rumah Fauzan.

Baca Juga:  Tak Lagi Murung, Begini Potret Keceriaan Anak-anak Korban Longsor Cisarua Saat Mengikuti Trauma Healing

Dalam rekaman video, terlihat suasana rumah Fauzan yang sederhana namun penuh dengan orang-orang yang peduli. Para guru duduk bersimpuh di atas tikar, berbincang dengan Fauzan dan keluarganya. Mereka memberikan motivasi, meyakinkan Fauzan bahwa sekolah adalah tempat yang aman baginya, dan bahwa tidak ada yang akan mengejeknya di sana.

Kehadiran para guru ini menjadi bukti bahwa fungsi pendidik bukan hanya mentransfer ilmu di dalam kelas, melainkan juga menjaga kesehatan mental anak didik saat mereka dihantam badai di luar sana. Dukungan ini berhasil; Fauzan akhirnya luluh dan bersedia kembali mengenakan seragam sekolahnya.

Langkah Presisi: Trauma Healing dari Polres Labuhanbatu

Puncak dari proses pemulihan Fauzan datang dari institusi kepolisian. Polres Labuhanbatu turun tangan secara langsung untuk memastikan Fauzan mendapatkan keadilan psikologis. Tidak hanya sekadar memantau kasus perundungannya secara hukum, Polres Labuhanbatu memberikan program Trauma Healing.

Dalam sebuah pertemuan resmi namun hangat, petugas kepolisian dari unit terkait mendatangi kediaman Fauzan. Mereka tidak datang dengan seragam yang mengintimidasi, melainkan dengan pendekatan humanis sebagai pelindung masyarakat. Mereka mengajak Fauzan berdialog, memberikan semangat, hingga memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah baru—mulai dari tas hingga alat tulis.

Baca Juga:  Tak Lagi Murung, Begini Potret Keceriaan Anak-anak Korban Longsor Cisarua Saat Mengikuti Trauma Healing

Program trauma healing ini bertujuan agar Fauzan tidak merasa sendirian menghadapi dunia luar. Pihak Polres ingin memastikan bahwa dampak negatif dari viralnya video ejekan tersebut bisa diminimalisir agar tidak membekas hingga Fauzan dewasa nanti.

Penutup: Pelajaran dari Fauzan

Kisah Fauzan Akbar adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik layar ponsel yang kita genggam, ada manusia-manusia dengan perasaan yang nyata. Sebuah komentar satu detik bisa merusak hidup seseorang dalam hitungan hari, namun satu tindakan kepedulian bisa menyelamatkan masa depan seorang anak.

Kini, Fauzan tak lagi dikenal sebagai “bocah yang diejek kampungan,” melainkan sebagai simbol perlawanan terhadap perundungan. Dukungan dari Bidan Seruni, kasih sayang para gurunya, dan tindakan nyata dari Polres Labuhanbatu telah berhasil “menjahit” kembali luka di hati Fauzan.

Dari Labuhanbatu, kita belajar: bahwa menjadi “kampung” atau tidak, bukanlah soal baju yang kita pakai, melainkan soal seberapa rendah empati kita terhadap sesama. Fauzan telah bangkit, dan ia tidak sendirian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bidan Seruni Bullying Remaja Fauzan Akbar Fauzan Kampungan Viral Polres Labuhanbatu Trauma Healing
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini

Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan

Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor

Dunia Akui Kreativitas Indonesia! Alat Sederhana Ini Jadi Incaran Warga Asing

KIP Kuliah

Kuliah Gratis 2026! Begini Cara Daftar KIP Kuliah agar Bebas Biaya UTBK-SNBT

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Ramai Dicari di TikTok, Video ‘Part 2’ Ini Ternyata Picu Risiko Serius

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.