Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
peltih persib, bojan hodak

Persib vs Bali United: Bojan Hodak Bertekad Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di GBLA!

Minggu, 12 April 2026 06:00 WIB

Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!

Minggu, 12 April 2026 02:00 WIB

Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!

Minggu, 12 April 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs Bali United: Bojan Hodak Bertekad Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di GBLA!
  • Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak
  • Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten
  • Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 di Dapur, Benarkah Fakta atau Cuma Editan?
  • Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dunia di Ambang Perang, SBY Beri Peringatan Keras: Indonesia Jangan Lugu dan Merasa Aman!

By Aga GustianaSelasa, 24 Februari 2026 13:24 WIB3 Mins Read
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Instagram/@pdemokrat).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melontarkan peringatan keras terkait eskalasi ketegangan global yang kini berada di titik nadir. Dalam pandangannya, tatanan dunia saat ini sedang menyeret kemanusiaan ke ambang Perang Dunia III, dan Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton yang merasa aman di zona nyaman.

Pesan tajam ini disampaikan SBY saat mengisi kuliah umum di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). Ia membedah bagaimana pergeseran kekuasaan dari era Perang Dingin hingga ambisi negara adidaya saat ini telah menciptakan disrupsi yang membahayakan kedaulatan negara-negara berkembang.

Tarik-Menarik Kutub Kekuasaan

SBY menyoroti fenomena “nostalgia” Amerika Serikat yang ingin kembali menjadi penguasa tunggal (unipolar), di saat dunia seharusnya sudah bergerak menuju sistem multipolar yang lebih seimbang.

“Kemudian, yang berikutnya lagi ini urusan kerja sama ekonomi, urusan perdagangan internasional, ya memang sudah terjadi pergeseran, sebetulnya Perang Dingin dulu bipolar, Blok Barat, Blok Timur,” kata SBY.

Baca Juga:  Netanyahu Akui Israel Alami Kerugian Serius Usai Serangan Balasan Iran, Trump Beri Dukungan Penuh

Menurut sang jenderal purnawirawan, meski realitas saat ini melibatkan banyak pemain besar seperti Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, hingga blok BRICS, ambisi untuk mendominasi tetap menjadi pemicu konflik.

“Artinya apa? Sudah terjadi dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar, paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS. Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar,” ucapnya.

Ia menilai AS masih berupaya menjadi pemain tunggal di panggung global. “Amerika ingin kembali unipolar Amerika alone sebagai global leader, global corp, sebagai lone ranger,” tuturnya.

Kritik terhadap Sikap ‘Naif’ Nasional

Hal yang paling ditekankan SBY adalah bahaya sikap apatis masyarakat dan pemerintah yang merasa Indonesia akan kebal dari dampak perang. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia yang saling terhubung (interconnected), tidak ada satu pun negara yang benar-benar bisa mengisolasi diri dari kehancuran global.

Baca Juga:  Duduk di Samping Prabowo, SBY Tampil Gagah di HUT ke-78 TNI

“Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak? Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin. Saya berikan contoh perang dunia kedua, kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga,” tegas SBY.

Ia memperingatkan bahwa tanpa strategi navigasi yang matang dalam hubungan internasional, Indonesia hanya akan menjadi sasaran empuk kepentingan negara besar. “Ini kalau yang menentukan negara-negara tertentu, negara besar dulu tidak ikut G20, ya kita bisa berbuat apa? Jadi pelengkap penderita, jadi korban juga,” imbuhnya.

SBY menutup argumennya dengan meminta Indonesia berhenti merasa aman hanya karena tidak memiliki musuh secara langsung. “Kita tidak boleh naif dan tidak boleh seolah-olah tidak akan tersentuh kita. Kita tidak punya masalah kok, don’t say that, karena sudah memang kacau seperti ini,” ucap dia.

Baca Juga:  11 Negara Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia III, Nomor 7 Mengejutkan

Transformasi Pertahanan: Bukan Lagi Era Gerilya Tradisional

Selain diplomasi, SBY menyoroti urgensi modernisasi alutsista, terutama kekuatan udara (Air Power). Ia mempertanyakan kesiapan Indonesia jika serangan udara tiba-tiba menghantam pusat-pusat strategis nasional.

“Sekarang begitu ada airstrike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain, apa yang kita lakukan? Ayo,” tantang SBY kepada para audiens.

Ia menegaskan bahwa doktrin perang telah berubah total. Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan strategi pertahanan pulau atau gerilya darat di tengah gempuran teknologi militer mutakhir.

“Jadi ini modern era, modern warfare, modern technology, modern doctrine. Semuanya harus siap, kalau hybrid itu ya intinya tidak memilih, semuanya harus siap kita lakukan. Intinya begitu,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

geopolitik Lemhannas perang dunia 3 Pertahanan Nasional SBY
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

program MBG

Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.