Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Puncaki Klasemen, Bojan Hodak Masih Was-Was, Kenapa?

Selasa, 24 Februari 2026 15:03 WIB

Kolaborasi bank bjb syariah-DMI: Transformasi Digitalisasi Masjid di Kabupaten Bogor Dimulai

Selasa, 24 Februari 2026 14:58 WIB

Masjid Bersejarah di Soreang! Al Fathu Jadi Saksi Hijrah dan Perpindahan Ibu Kota Bandung

Selasa, 24 Februari 2026 14:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Puncaki Klasemen, Bojan Hodak Masih Was-Was, Kenapa?
  • Kolaborasi bank bjb syariah-DMI: Transformasi Digitalisasi Masjid di Kabupaten Bogor Dimulai
  • Masjid Bersejarah di Soreang! Al Fathu Jadi Saksi Hijrah dan Perpindahan Ibu Kota Bandung
  • Viral di Jombang! Sahur On The Road dengan Penari Seksi Tuai Kecaman
  • Dunia di Ambang Perang, SBY Beri Peringatan Keras: Indonesia Jangan Lugu dan Merasa Aman!
  • Momen Paling Haru Tahun Ini! Si Kembar Tunarungu Sukses Dapat Kerja
  • Ramalan Shio Besok 25 Februari 2026: Peluang Emas Menanti Shio Kerbau dan Kuda, Jangan Sampai Lepas!
  • Bojan Hodak Bongkar Filosofi ‘Yang Penting Menang’, Persib Tetap Kokoh di Puncak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 24 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dunia di Ambang Perang, SBY Beri Peringatan Keras: Indonesia Jangan Lugu dan Merasa Aman!

By Aga GustianaSelasa, 24 Februari 2026 13:24 WIB3 Mins Read
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Instagram/@pdemokrat).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melontarkan peringatan keras terkait eskalasi ketegangan global yang kini berada di titik nadir. Dalam pandangannya, tatanan dunia saat ini sedang menyeret kemanusiaan ke ambang Perang Dunia III, dan Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton yang merasa aman di zona nyaman.

Pesan tajam ini disampaikan SBY saat mengisi kuliah umum di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). Ia membedah bagaimana pergeseran kekuasaan dari era Perang Dingin hingga ambisi negara adidaya saat ini telah menciptakan disrupsi yang membahayakan kedaulatan negara-negara berkembang.

Tarik-Menarik Kutub Kekuasaan

SBY menyoroti fenomena “nostalgia” Amerika Serikat yang ingin kembali menjadi penguasa tunggal (unipolar), di saat dunia seharusnya sudah bergerak menuju sistem multipolar yang lebih seimbang.

“Kemudian, yang berikutnya lagi ini urusan kerja sama ekonomi, urusan perdagangan internasional, ya memang sudah terjadi pergeseran, sebetulnya Perang Dingin dulu bipolar, Blok Barat, Blok Timur,” kata SBY.

Baca Juga:  Jelang Debat Ketiga, Ganjar Akui Sudah Siapkan Catatan soal Isu Geopolitik

Menurut sang jenderal purnawirawan, meski realitas saat ini melibatkan banyak pemain besar seperti Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, hingga blok BRICS, ambisi untuk mendominasi tetap menjadi pemicu konflik.

“Artinya apa? Sudah terjadi dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar, paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS. Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar,” ucapnya.

Ia menilai AS masih berupaya menjadi pemain tunggal di panggung global. “Amerika ingin kembali unipolar Amerika alone sebagai global leader, global corp, sebagai lone ranger,” tuturnya.

Kritik terhadap Sikap ‘Naif’ Nasional

Hal yang paling ditekankan SBY adalah bahaya sikap apatis masyarakat dan pemerintah yang merasa Indonesia akan kebal dari dampak perang. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia yang saling terhubung (interconnected), tidak ada satu pun negara yang benar-benar bisa mengisolasi diri dari kehancuran global.

Baca Juga:  Indonesia di Persimpangan Orbit: Mendesak Strategi Antariksa Nasional di Tengah Rivalitas Global

“Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak? Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin. Saya berikan contoh perang dunia kedua, kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga,” tegas SBY.

Ia memperingatkan bahwa tanpa strategi navigasi yang matang dalam hubungan internasional, Indonesia hanya akan menjadi sasaran empuk kepentingan negara besar. “Ini kalau yang menentukan negara-negara tertentu, negara besar dulu tidak ikut G20, ya kita bisa berbuat apa? Jadi pelengkap penderita, jadi korban juga,” imbuhnya.

SBY menutup argumennya dengan meminta Indonesia berhenti merasa aman hanya karena tidak memiliki musuh secara langsung. “Kita tidak boleh naif dan tidak boleh seolah-olah tidak akan tersentuh kita. Kita tidak punya masalah kok, don’t say that, karena sudah memang kacau seperti ini,” ucap dia.

Baca Juga:  Ali Shamkhani Tewas dalam Serangan Israel, Iran Kehilangan Tokoh Diplomasi Penting

Transformasi Pertahanan: Bukan Lagi Era Gerilya Tradisional

Selain diplomasi, SBY menyoroti urgensi modernisasi alutsista, terutama kekuatan udara (Air Power). Ia mempertanyakan kesiapan Indonesia jika serangan udara tiba-tiba menghantam pusat-pusat strategis nasional.

“Sekarang begitu ada airstrike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain, apa yang kita lakukan? Ayo,” tantang SBY kepada para audiens.

Ia menegaskan bahwa doktrin perang telah berubah total. Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan strategi pertahanan pulau atau gerilya darat di tengah gempuran teknologi militer mutakhir.

“Jadi ini modern era, modern warfare, modern technology, modern doctrine. Semuanya harus siap, kalau hybrid itu ya intinya tidak memilih, semuanya harus siap kita lakukan. Intinya begitu,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

geopolitik Lemhannas perang dunia 3 Pertahanan Nasional SBY
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kolaborasi bank bjb syariah-DMI: Transformasi Digitalisasi Masjid di Kabupaten Bogor Dimulai

Viral di Jombang! Sahur On The Road dengan Penari Seksi Tuai Kecaman

Harus Pulang atau Tetap di Luar? Ilmuan Jepang Ini Beri Sindiran Halus untuk Alumni LPDP

Si Jago Merah Ngamuk di Pasar Rebo Purwakarta, Puluhan Lapak Pedagang Ludes Tak Bersisa

THR 2026 Naik 10 Persen: PNS, TNI, Polri Bisa Terima di Pekan Pertama Ramadan

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Imsak Wilayah Bandung Raya 24 Februari 2026

Terpopuler
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
  • No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya
  • Link Video Viral Chindo Adidas Ada yang Durasi Panjang, Apa Isinya?
  • Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit di Telegram, Berani Klik?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.