bukamata.id– Adanya informasi dari NRC terkait kegiatan ekspor jet tempur F-35 dari Belanda ke Israel, membuat sejumlah organisasi hak asasi manusia menuntut tanggung jawab Belanda atas serangan Israel ke Palestina.
Oxfam Novib, Amnesty International, PAX, dan The Rights Forum saat ini sedang mempersiapkan gugatan tersebut.
“Hampir tidak dapat dipercaya bahwa bom-bom ini dijatuhkan dengan dukungan militer Belanda. Ini harus dihentikan. Ini merupakan langkah yang belum pernah kami lakukan sebelumnya untuk mengajukan ke pengadilan, namun jika diperlukan, sayangnya tidak ada pilihan lain,” jelas Direktur Oxfam Novib Michiel Servaes.
Oleh karena itu di Indonesia sejumlah produk yang terafiliasi dengan Belanda kini mulai menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah produk susu bubuk untuk anak dan keluarga merek Frisian Flag, yang merupakan bagian dari Frieslandcampina yang berpusat di Belanda, ramai diperbincangkan di sosial media.
“Kukira selama ini lokal Indonesia, ternyata susu bendera punya Belanda. Belanda kirim senjata ke Israel,” komen salah satu netizen di Tiktok.
Selain Frisian Flag, perusahaan asal Belanda lainnya yang menjadi pembicaraan di Indonesia yaitu, Shell atau Royal Dutch Shell. Perusahaan ini dipimpin oleh Ben van Beurden bermarkas di Den Haag, Kerajaan Belanda. Perusahaan ini termasuk kedalam perusahaan minyak internasional pertama yang terjun dalam bisnis ritel BBM setelah 40 tahun. Di sektor hulu, Shell merupakan mitra strategis Inpex, operator Masela PSC yang meliputi lapangan gas Abadi.
Lalu ada juga Philips, Merek Philips yang membawahi jajaran lengkap aplikasi pencahayaan, mulai dari pencahayaan rumah, kantor, dan industri hingga penerangan jalan, hortikultura, sport, dan lainnya. Perusahaan ini didirikan oleh Gerard Philips pada 1893 dan bermarkas di Amsterdam, Kerajaan Belanda.
Kendati sekarang Philips adalah perusahaan besar di bidang elektronik, namun Gerard Philips yang merupakan sepupu dari Karl Marx ini, mendirikannya sebagai perusahaan kecil yang menjual bohlam saat dia masih jadi pengusaha muda. Pria keturunan Yahudi ini bahkan sempat hampir bangkrut.