Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kronologi Lengkap Pelajar 14 Tahun di Tual Tewas Usai Dihantam Helm Oknum Brimob

Sabtu, 21 Februari 2026 12:39 WIB

Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

Sabtu, 21 Februari 2026 12:15 WIB

Bikin Terpukau! Fenomena Mata Biru Warga Aceh Tengah yang Membius Dunia

Sabtu, 21 Februari 2026 10:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kronologi Lengkap Pelajar 14 Tahun di Tual Tewas Usai Dihantam Helm Oknum Brimob
  • Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius
  • Bikin Terpukau! Fenomena Mata Biru Warga Aceh Tengah yang Membius Dunia
  • Hasil Autopsi Ungkap Dugaan Penganiayaan Bocah di Sukabumi oleh Ibu Tiri, Polisi Temukan Luka Bakar Tak Wajar
  • Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya
  • ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026
  • Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini
  • Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Enam Rumah Tertimbun Longsor di Ciparay, Tak Ada Korban Jiwa

By SusanaRabu, 10 Desember 2025 19:16 WIB2 Mins Read
Longsor melanda RT 03 dan RT 04 Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (10/12/2025) dini hari. Foto Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Longsor menerjang kawasan RT 03 dan RT 04 Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Rabu (10/12/2025) dini hari. Material tanah dari lereng bukit ambruk ke arah permukiman hingga menyebabkan enam rumah rusak dan memaksa 22 warga dievakuasi ke lokasi aman.

Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, mengatakan peristiwa ini terjadi saat warga sedang tidur lelap. Pergeseran tanah mulai dirasakan sekitar pukul 02.00–03.00 WIB.

“Kejadiannya menjelang subuh, warga merasakan pergerakan tanah sekitar jam dua sampai tiga,” ujarnya.

Ia menjelaskan wilayah tersebut memang masuk zona rawan bencana karena berada di kaki gunung. Kondisi semakin labil setelah hujan mengguyur area tersebut pada sore sebelumnya.

Baca Juga:  Bencana Longsor Cilacap: Dua Tewas, 21 Warga Belum Ditemukan

Enam rumah tercatat terdampak material longsor. Empat di antaranya berpenghuni, sementara dua rumah lainnya kosong. Total lima kepala keluarga dengan 22 jiwa harus dievakuasi, termasuk satu balita dan dua lansia.

Tidak ada korban jiwa, namun seorang anak berusia sekitar 12 tahun mengalami luka ringan hingga sedang akibat terkena material longsor.

Hingga Rabu pagi, petugas gabungan belum bisa melakukan pembersihan karena kondisi tanah masih bergerak.

Baca Juga:  Bencana Longsor Cilacap: Dua Tewas, 21 Warga Belum Ditemukan

“Kami belum berani masuk untuk pembersihan. Retakan-retakan masih terlihat dan tanah belum stabil,” kata Anjar.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, pihak kecamatan bersama kepolisian memasang garis polisi di zona berbahaya. Warga yang tinggal di rumah paling atas yang dapurnya sudah ambruk diminta mengosongkan lokasi.

“Posisinya sangat riskan, jadi kami instruksikan segera dikosongkan,” tegasnya.

Longsoran terjadi pada bukit setinggi 30–40 meter dengan lebar sekitar 50–60 meter. Aliran tanah dari area atas tebing bergerak cepat menuju rumah-rumah yang berada di bawah.

Baca Juga:  Hujan Deras Picu Longsor Arjasari: Empat Rumah Hancur, 3 Warga Masih Tertimbun

Sebagian warga yang terdampak kini mengungsi ke rumah kerabat dan fasilitas desa. Sementara warga yang berada di sekitar lokasi diminta tetap waspada dan siap mengungsi sewaktu-waktu.

Petugas kecamatan juga meminta pemerintah desa memindahkan sementara penghuni rumah yang rentan terkena dampak ke tempat yang lebih aman.

Saat ini, petugas terus memantau pergerakan tanah dan menunggu kondisi benar-benar stabil sebelum proses pembersihan dan penanganan lanjutan dilakukan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bencana tanah longsor Desa Bumiwangi evakuasi warga longsor longsor Ciparay longsor Kabupaten Bandung longsor kaki gunung pergerakan tanah Bandung rawan bencana Bandung retakan tanah Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kronologi Lengkap Pelajar 14 Tahun di Tual Tewas Usai Dihantam Helm Oknum Brimob

Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

Hasil Autopsi Ungkap Dugaan Penganiayaan Bocah di Sukabumi oleh Ibu Tiri, Polisi Temukan Luka Bakar Tak Wajar

Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

PPPK

ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026

Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.