Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya

Kamis, 4 Juni 2026 15:42 WIB

Prediksi Prancis vs Pantai Gading: Mbappe Siap Pimpin Les Bleus di Nantes

Kamis, 4 Juni 2026 15:00 WIB

Betrand Peto Ungkap Kenangan Pahit, Bela Ruben Onsu di Tengah Konflik dengan Sarwendah

Kamis, 4 Juni 2026 14:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya
  • Prediksi Prancis vs Pantai Gading: Mbappe Siap Pimpin Les Bleus di Nantes
  • Betrand Peto Ungkap Kenangan Pahit, Bela Ruben Onsu di Tengah Konflik dengan Sarwendah
  • Bursa Transfer Panas, Persib Bandung Mulai Bergerak Diam-Diam
  • Punya Aset Rp9 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Eks Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana
  • Viral! Truk Box Tabrak Palang Pintu KA di Cimindi, Perlintasan Sempat Terganggu
  • Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah
  • Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

By Aga GustianaSabtu, 21 Februari 2026 12:15 WIB3 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah cita-cita tulus untuk menjadi penjaga agama kini tinggal kenangan. NS, bocah berusia 12 tahun asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, harus meregang nyawa tepat di hari pertama Ramadan. Di balik kepergiannya yang tragis, tersimpan kisah tentang seorang anak pendiam yang hanya ingin berbakti lewat jalan dakwah.

Santri Teladan dengan Cita-Cita Jadi Kiai

Di lingkungan Pondok Pesantren tempatnya menimba ilmu, NS dikenal sebagai sosok yang teduh. Sebagai santri kelas 1 SMP, ia tidak pernah terlibat masalah. Bagi teman-temannya, ia adalah kawan yang tenang; bagi pengasuhnya, ia adalah harapan masa depan.

Anwar Satibi (38), ayah kandung korban, hanya bisa tertunduk lesu saat mengenang keinginan luhur putranya. Keinginan menjadi seorang kiai murni lahir dari hati kecil NS sendiri tanpa paksaan.

“Memang dia cita-citanya ingin jadi kiai. Itu yang membuat saya sakit,” ungkap Anwar dengan nada suara bergetar.

Momen perpisahan terakhir mereka pun masih terekam jelas. Sebelum Anwar berangkat kerja ke Kota Sukabumi, ia sempat membekali anaknya uang alakadarnya. Reaksi NS saat itu begitu menyentuh hati.

Baca Juga:  Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami

“Saya kasih uang Rp 50 ribu, dia simpan di ubun-ubunnya. ‘Alhamdulillah kanggo bekel di pesantren’,” kenang Anwar menirukan ucapan syukur sang anak.

Menghindari Konflik Demi Ketenangan

Keberadaan NS di pesantren sebenarnya bukan tanpa alasan. Isep Dadang Sukmana (62), pembina pondok pesantren sekaligus orang yang mengurus masuknya NS ke lembaga tersebut, membeberkan bahwa pesantren adalah tempat “perlindungan” bagi sang bocah.

Menurut Isep, kondisi keluarga NS sempat memanas karena adanya perselisihan internal. Ia pun menyarankan agar NS menetap di pesantren agar tidak terkena dampak psikologis dari keributan di rumah.

“Ya itu baik-baik saja, baik-baik saja. Kan itu di pesantren. Bahkan saya yang memasukkan ke pesantrennya juga,” tutur Isep, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga:  Detik-detik Penangkapan Penculik Bayi di Tasikmalaya: Pelaku Disergap Saat Tidur, Korban Disembunyikan!

Isep menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi netralitas dan keamanan mental sang anak. “Daripada ribut terus, lebih baik di pesantren, biar aman dan kita netral,” tambahnya.

Misteri Luka Lebam Jelang Ramadan

Tragedi ini bermula saat para santri seharusnya kembali ke pondok setelah libur menjelang puasa. Namun, bangku NS tetap kosong. Kabar duka justru datang lewat sebuah rekaman video yang dikirimkan sang ayah kepada Isep. Video tersebut memperlihatkan kondisi fisik NS yang memprihatinkan dengan luka lebam di sekujur tubuh.

Isep segera bergegas menuju rumah sakit. Di sana, ia sempat melihat secercah kesadaran dari NS sebelum ajal menjemput. Menurut Isep, NS cenderung lebih terbuka berbicara kepadanya dibanding kepada keluarganya sendiri.

“Kalau ditanya sama bapaknya mungkin takut ya, tidak jawab. Tapi kalau sama saya dan istri saya, dia terbuka karena sudah dekat,” jelas Isep.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Kronologi Kasus Video Syur Lisa Mariana, Ada Dugaan Rekayasa?

Bocah itu sempat mengenali sosok Isep di detik-detik terakhirnya. “Masih ingat? Ingat. Siapa? Pak Isep,” kenangnya. Sayangnya, nyawa NS tak tertolong setelah menjalani perawatan singkat. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan mulainya bulan suci Ramadan.

Dugaan Penganiayaan dan Proses Hukum

Pihak keluarga kini menuntut keadilan. Luka-luka yang ada di tubuh NS dianggap janggal karena seminggu sebelumnya, bocah tersebut terpantau sehat bugar saat mengikuti kegiatan jalan-jalan pesantren.

“Harapan saya kalau ini terbukti, ya proses hukum,” tegas Anwar.

Saat ini, Satreskrim Polres Sukabumi tengah melakukan pendalaman intensif. Tim medis telah melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian yang diduga akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Pagi ini mau otopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi,” pungkas Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal Berita Sukabumi Dugaan KDRT Jampangkulon Polres Sukabumi Santri Meninggal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya

Punya Aset Rp9 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Eks Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana

Viral! Truk Box Tabrak Palang Pintu KA di Cimindi, Perlintasan Sempat Terganggu

Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah

Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren

Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.