Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba

Minggu, 20 September 2026 06:00 WIB
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Minggu, 20 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

By Aga GustianaSabtu, 21 Februari 2026 12:15 WIB3 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah cita-cita tulus untuk menjadi penjaga agama kini tinggal kenangan. NS, bocah berusia 12 tahun asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, harus meregang nyawa tepat di hari pertama Ramadan. Di balik kepergiannya yang tragis, tersimpan kisah tentang seorang anak pendiam yang hanya ingin berbakti lewat jalan dakwah.

Santri Teladan dengan Cita-Cita Jadi Kiai

Di lingkungan Pondok Pesantren tempatnya menimba ilmu, NS dikenal sebagai sosok yang teduh. Sebagai santri kelas 1 SMP, ia tidak pernah terlibat masalah. Bagi teman-temannya, ia adalah kawan yang tenang; bagi pengasuhnya, ia adalah harapan masa depan.

Anwar Satibi (38), ayah kandung korban, hanya bisa tertunduk lesu saat mengenang keinginan luhur putranya. Keinginan menjadi seorang kiai murni lahir dari hati kecil NS sendiri tanpa paksaan.

“Memang dia cita-citanya ingin jadi kiai. Itu yang membuat saya sakit,” ungkap Anwar dengan nada suara bergetar.

Momen perpisahan terakhir mereka pun masih terekam jelas. Sebelum Anwar berangkat kerja ke Kota Sukabumi, ia sempat membekali anaknya uang alakadarnya. Reaksi NS saat itu begitu menyentuh hati.

Baca Juga:  Momen Wisuda Berubah Chaos: Viral Aksi Debt Collector Cegat Mobil Sewaan di Tengah Jalan!

“Saya kasih uang Rp 50 ribu, dia simpan di ubun-ubunnya. ‘Alhamdulillah kanggo bekel di pesantren’,” kenang Anwar menirukan ucapan syukur sang anak.

Menghindari Konflik Demi Ketenangan

Keberadaan NS di pesantren sebenarnya bukan tanpa alasan. Isep Dadang Sukmana (62), pembina pondok pesantren sekaligus orang yang mengurus masuknya NS ke lembaga tersebut, membeberkan bahwa pesantren adalah tempat “perlindungan” bagi sang bocah.

Menurut Isep, kondisi keluarga NS sempat memanas karena adanya perselisihan internal. Ia pun menyarankan agar NS menetap di pesantren agar tidak terkena dampak psikologis dari keributan di rumah.

“Ya itu baik-baik saja, baik-baik saja. Kan itu di pesantren. Bahkan saya yang memasukkan ke pesantrennya juga,” tutur Isep, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga:  Bongkar Sindikat Curanmor, Polres Sumedang Bekuk 7 Pelaku dan Sita Senpi Revolver

Isep menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi netralitas dan keamanan mental sang anak. “Daripada ribut terus, lebih baik di pesantren, biar aman dan kita netral,” tambahnya.

Misteri Luka Lebam Jelang Ramadan

Tragedi ini bermula saat para santri seharusnya kembali ke pondok setelah libur menjelang puasa. Namun, bangku NS tetap kosong. Kabar duka justru datang lewat sebuah rekaman video yang dikirimkan sang ayah kepada Isep. Video tersebut memperlihatkan kondisi fisik NS yang memprihatinkan dengan luka lebam di sekujur tubuh.

Isep segera bergegas menuju rumah sakit. Di sana, ia sempat melihat secercah kesadaran dari NS sebelum ajal menjemput. Menurut Isep, NS cenderung lebih terbuka berbicara kepadanya dibanding kepada keluarganya sendiri.

“Kalau ditanya sama bapaknya mungkin takut ya, tidak jawab. Tapi kalau sama saya dan istri saya, dia terbuka karena sudah dekat,” jelas Isep.

Baca Juga:  Dua Pria Ditangkap Polisi Usai Tembak Warga dengan Airsoft Gun di Bogor

Bocah itu sempat mengenali sosok Isep di detik-detik terakhirnya. “Masih ingat? Ingat. Siapa? Pak Isep,” kenangnya. Sayangnya, nyawa NS tak tertolong setelah menjalani perawatan singkat. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan mulainya bulan suci Ramadan.

Dugaan Penganiayaan dan Proses Hukum

Pihak keluarga kini menuntut keadilan. Luka-luka yang ada di tubuh NS dianggap janggal karena seminggu sebelumnya, bocah tersebut terpantau sehat bugar saat mengikuti kegiatan jalan-jalan pesantren.

“Harapan saya kalau ini terbukti, ya proses hukum,” tegas Anwar.

Saat ini, Satreskrim Polres Sukabumi tengah melakukan pendalaman intensif. Tim medis telah melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian yang diduga akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Pagi ini mau otopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi,” pungkas Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.