bukamata.id – Wakil Wali Kota Bandung Erwin Setiawan mengungkapkan dirinya mengaku tidak lagi dilibatkan dalam sejumlah kegiatan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung sejak awal menjabat.
Hal itu disampaikan Erwin saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (25/9/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Bandung ke-216.
Erwin mengatakan, saat ini aktivitasnya lebih banyak berasal dari undangan masyarakat. Ia mengaku turun langsung ketika menerima laporan atau undangan terkait persoalan di lapangan.
“Kalau ada masalah di lapangan, saya turun. Terkait masalah air, masalah gorong-gorong, masalah kebakaran, masalah yang lain-lain,” kata Erwin.
Menurut Erwin, dirinya saat ini menjalankan tugas sebagai wakil wali kota dalam fungsi pengawasan. Namun, ia menyebut tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan yang diselenggarakan dinas.
“Bahwa saat ini saya hanya menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota, sebagai fungsi pengawasan. Tetapi karena sekarang posisi saya, mungkin saya banyak kegiatan ya, sehari bisa 11, 12, yaitu hanya undangan dari masyarakat saja,” ujarnya.
“Tapi kalau untuk kegiatan di pemerintahan, saya sudah tidak dilibatkan.”
Ketika ditanya alasan dirinya tidak dilibatkan, Erwin mengatakan tidak mengetahui penyebabnya dan meminta hal tersebut ditanyakan kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
“Nggak tahu. Tanya aja sama Wali Kota, kenapa saya nggak dilibatkan,” katanya.
Erwin juga mengatakan kondisi tersebut menurutnya telah berlangsung sejak awal dirinya dilantik. Ia menyebut pada awal masa jabatan masih dilibatkan dalam sejumlah kegiatan, namun kemudian tidak lagi.
“Sebenarnya kalau tidak dilibatkan, semenjak saya dilantik itu memang sudah tidak dilibatkan. Awal-awal saja dilibatkan, ke sini sudah tidak,” ujarnya.
Di sisi lain, Erwin menyebut persoalan masyarakat yang menjadi perhatiannya salah satunya adalah pengangguran. Ia mengatakan masih menemukan warga yang tidak memiliki penghasilan.
Karena itu, menurutnya, penguatan UMKM menjadi salah satu upaya yang sedang didorong agar masyarakat, khususnya yang baru memulai usaha, dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih profesional.
“Ya, sebenarnya pengangguran ya, pengangguran. Kebetulan saya juga kemarin beberapa menghadiri kondisi banyak masyarakat yang memang kondisi tidak punya penghasilan,” katanya.
“Bagaimana Kota Bandung ini bisa memberikan bukti nyata kepada masyarakat. Makanya kita lagi genjot UMKM.”
Selain pengangguran, Erwin juga menyinggung persoalan sampah. Ia mengatakan masih menerima laporan masyarakat terkait persoalan tersebut dan sempat turun langsung ke kawasan Tegalega.
“Kalau yang terkait sampah ada. Juga laporan kemarin saya juga ke sana, ke lokasi di Tegalega,” ujarnya.
Pernyataan Erwin kemudian dikonfirmasi kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat ditemui di DPRD Kota Bandung pada Jumat (25/9/2026).
Farhan mengatakan komunikasi dengan Erwin tetap terjadi. Ia bahkan menyebut keduanya sempat berbincang pada hari yang sama.
“Ah, bisa. Tadi ngobrol,” kata Farhan.
Terkait pernyataan Erwin mengenai keterlibatan dalam kegiatan dinas, Farhan mengatakan saat ini perangkat daerah tengah diarahkan untuk fokus menyelesaikan pekerjaan pemerintahan, khususnya berkaitan dengan pemenuhan anggaran.
“Pada dasarnya, sekarang dinas itu kan sedang difokuskan untuk mengejar pemenuhan anggaran yang betul-betul mepet,” ujar Farhan.
Farhan mengatakan perangkat daerah diminta tidak terpecah fokusnya oleh persoalan yang menurutnya bersifat politis dan diarahkan untuk lebih fokus pada pekerjaan teknokratis.
“Jadi, saya minta dinas fokus-fokus aja dulu, jangan apa namanya terpecah fokusnya untuk masalah yang sifatnya politis. Biar dinas masuk ke teknokratis dulu,” katanya.
Menurut Farhan, waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan dan anggaran juga semakin terbatas karena sudah memasuki akhir tahun.
“Karena kita ini sudah mulai masuk ke bulan Oktober, November, sudah tinggal dua bulan. Awal Desember semua harus sudah selesai,” ujarnya.
Ia menambahkan kondisi anggaran yang masih defisit membuat efisiensi perlu ditingkatkan.
“Sedangkan anggaran kita masih defisit, gitu ya. Artinya kan mesti ada efisiensi yang lebih tinggi. Nah, kita fokus ke sana aja,” kata Farhan.
Ketika ditanya mengenai pembagian tugas antara wali kota dan wakil wali kota, Farhan menyatakan pembagian tugas telah jelas apabila mengacu pada aturan.
“Kalau pembagian tugas sesuai dengan aturan, clear. Ya,” ujarnya.
Soal Istri Erwin Disebut Tak Diundang
Erwin dalam wawancara sebelumnya juga menyinggung mengenai istrinya yang menurutnya tidak lagi dilibatkan dalam sejumlah kegiatan organisasi perempuan. Ia menyebut istrinya tidak hadir karena tidak mendapat undangan.
Pernyataan tersebut turut dikonfirmasi kepada Farhan.
Farhan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut dan mengarahkan pertanyaan kepada bagian protokol.
“Nah, kalau itu tanyakan ke Pak Protokol. Yang saya tahu mah semuanya diundang,” kata Farhan.
Sementara itu, Erwin mengatakan dirinya tetap siap menjalankan tugas sebagai wakil wali kota apabila dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan.
“Saya mah sudah bicara bahwa saya siap. Karena bagaimanapun, kita maju bareng ya, berjuang bareng, berdarah-darah bareng,” ujarnya.
Erwin juga menyampaikan pandangannya mengenai penggunaan kewenangan pemerintahan yang menurutnya harus diarahkan pada kemaslahatan masyarakat.
“Jadi kekuasaan itu dipakai berlandaskan kepada goals-nya kemaslahatan umat,” katanya.
Terkait komunikasi dengan Farhan, Erwin mengaku hingga saat wawancara tersebut dilakukan dirinya belum banyak berkomunikasi secara langsung dengan wali kota.
“Nggak pernah ngobrol, nggak pernah diajak bicara saya,” ujar Erwin.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










