bukamata.id – Langit malam pada pertengahan Ramadan 1447 Hijriah dipastikan akan menyuguhkan pemandangan luar biasa. Pada 3 Maret 2026, fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang populer disebut Blood Moon akan melintasi wilayah Indonesia secara penuh.
Keunikan gerhana kali ini terletak pada momentumnya yang jatuh tepat di malam ke-14 bulan puasa. Berikut adalah panduan lengkap bagi Anda yang ingin menyaksikan perubahan warna satelit alami Bumi ini.
Mengapa Bulan Berubah Menjadi Merah?
Secara ilmiah, NASA menjelaskan bahwa gerhana ini terjadi ketika konfigurasi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus yang sejajar. Planet kita memblokir sinar matahari langsung menuju Bulan.
Warna merah gelap hingga jingga yang muncul disebabkan oleh atmosfer Bumi yang menyaring cahaya matahari dan membiaskan spektrum warna merah ke permukaan Bulan. Semakin banyak polusi atau debu di atmosfer, warna merah yang dihasilkan biasanya akan terlihat semakin pekat.
Cakupan Wilayah Pengamatan
Beruntung bagi penduduk di tanah air, posisi Indonesia berada di jalur utama pengamatan. Namun, fenomena ini juga bisa dipantau dari berbagai belahan dunia lain:
- Samudra Pasifik: Wilayah yang bisa menyaksikan seluruh fase sepanjang malam.
- Asia Timur & Australia: Area yang sangat ideal untuk pengamatan malam hari.
- Benua Amerika: Terlihat pada waktu subuh atau menjelang dini hari.
- Afrika & Eropa: Sebagian besar wilayah ini tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut karena posisi Bulan sudah terbenam.
Rincian Waktu Berdasarkan Wilayah Indonesia
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa peristiwa astronomi ini jatuh pada Selasa Wage, 14 Ramadan 1447 H. Untuk Anda yang ingin melakukan observasi atau ibadah salat gerhana, berikut adalah rincian waktunya:
| Fase Gerhana | WIB | WITA | WIT |
| Awal Gerhana Sebagian | 16.50.00 | 17.50.00 | 18.50.00 |
| Awal Gerhana Total | 18.04.26 | 19.04.26 | 20.04.26 |
| Puncak Gerhana | 18.33.37 | 19.33.37 | 20.33.37 |
| Akhir Gerhana Total | 19.02.45 | 20.02.45 | 21.02.45 |
| Akhir Gerhana Sebagian | 20.17.10 | 21.17.10 | 22.17.10 |
Panduan Praktis Observasi Langit
Banyak orang khawatir mengenai keamanan mata, namun Gerhana Bulan sangat berbeda dengan Gerhana Matahari. Berikut tipsnya:
- Langsung dengan Mata Telanjang: Anda tidak membutuhkan filter atau kaca mata khusus. Menatap Blood Moon sepenuhnya aman bagi kesehatan mata.
- Cari Spot “Gelap”: Meskipun bisa dilihat dari mana saja, lokasi yang jauh dari lampu kota akan membuat kontras warna merah Bulan terlihat lebih dramatis.
- Gunakan Alat Optik Jika Ada: Teropong binokular atau teleskop sederhana akan membantu Anda melihat detail kawah Bulan saat perlahan tertutup bayangan umbra Bumi.
- Cek Prediksi Cuaca: Pastikan area langit timur tidak terhalang awan mendung agar fase awal gerhana tidak terlewatkan.
Momentum gerhana di bulan Ramadan ini menjadi saat yang tepat untuk tafakur alam sekaligus mempelajari sains astronomi bersama keluarga di rumah. Jangan sampai terlewat, karena durasi totalitasnya memberikan waktu yang cukup panjang untuk diabadikan melalui lensa kamera.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











