Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Buya Yahya Larang Kotak Amal Berjalan di Masjid, Ini Alasannya

By Aga GustianaMinggu, 20 April 2025 13:00 WIB3 Mins Read
Buya Yahya. Foto: YouTube Al Bahjah TV.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kotak amal yang berpindah dari tangan ke tangan selama pengajian sudah menjadi pemandangan umum di banyak majelis taklim. Namun, tradisi ini tidak diberlakukan di Majelis Al Bahjah yang diasuh oleh ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya.

Dalam sebuah ceramah yang disampaikan kepada jamaah Al Bahjah dan diunggah ke kanal YouTube @albahjah-tv, Buya Yahya secara tegas melarang praktik kotak amal berjalan. Alasannya, beliau tidak ingin kehadiran kotak amal justru menimbulkan tekanan sosial yang mengganggu kekhusyukan jamaah.

“Di sini tidak boleh ada kotak amal berjalan. Saya tidak mau,” tegas Buya Yahya dalam ceramahnya yang dikutip Minggu (20/4/2025).

Menjaga Keikhlasan dalam Bersedekah

Menurut Buya Yahya, seseorang seharusnya bersedekah karena dorongan hati yang ikhlas, bukan karena merasa tidak enak kepada orang di sekitarnya. Ia menilai, tekanan sosial semacam itu justru berisiko melahirkan tindakan riya, di mana seseorang bersedekah hanya untuk menjaga citra atau karena gengsi.

Baca Juga:  3 Masjid Unik di Bandung, Nikmati Tarawih dengan Nuansa Berbeda

“Bayangkan kalau orang kaya duduk di samping orang fakir, lalu kotak amal datang. Bisa-bisa yang kaya merasa terpaksa memberi. Ini yang saya hindari,” ujarnya.

Suasana Pengajian Lebih Tenang dan Khusyuk

Selain alasan keikhlasan, Buya Yahya juga menyebut bahwa suara koin atau aktivitas saat kotak amal berjalan bisa mengganggu konsentrasi jamaah dalam menyimak kajian. Ia ingin menjaga suasana majelis agar tetap fokus dan tenang.

“Belum lagi bunyi krecek-krecek, orang sedang dengar ceramah malah kepotong. Jadi walaupun di tempat lain boleh, kalau di sini saya tidak izinkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Buka 24 Jam, Kemenag Siapkan 6.180 Posko Mudik Lebaran 2025

Kotak Amal Tetap Ada, Tapi Tidak Berjalan

Buya Yahya menegaskan bahwa Majelis Al Bahjah tetap menyediakan wadah untuk bersedekah, namun tidak dengan cara mendatangi jamaah. Sebaliknya, disediakan kotak amal besar di titik tertentu yang bisa didatangi secara sukarela.

“Kalau mau sedekah, datang saja ke sana, niatkan ikhlas. Bukan karena disodori,” jelasnya.

Menghormati Perbedaan Praktik

Meski menolak kotak amal berjalan di majelisnya, Buya Yahya mengingatkan jamaah agar tidak bersikap menghakimi jika menemukan praktik serupa di tempat lain. Ia menekankan pentingnya menjaga adab dalam menyikapi perbedaan.

“Kalau Anda melihat kotak amal berjalan di tempat lain, itu urusan mereka. Anda tidak boleh mengkritik,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Bandung Ajak Pengusaha Sumbangkan Harta untuk Pembangunan Masjid

Menurut beliau, setiap majelis memiliki kebijakan dan pertimbangan masing-masing selama tidak bertentangan dengan syariat.

Dukungan Jamaah dan Transparansi Dana

Kebijakan ini justru disambut positif oleh jamaah Al Bahjah. Banyak yang merasa suasana pengajian menjadi lebih tenang dan tidak terganggu. Pengelolaan dana amal pun dilakukan secara terbuka dan disalurkan untuk berbagai program sosial dan dakwah yang dijalankan oleh Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al Bahjah.

Di akhir ceramahnya, Buya Yahya mengingatkan bahwa meskipun memberi itu perbuatan mulia, menjaga keikhlasan dalam memberi jauh lebih utama.

“Sedekah itu baik, tapi keikhlasan dalam sedekah jauh lebih bernilai di sisi Allah,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Buya Yahya Kotak Amal Masjid
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?

Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram

Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile 14 Juni 2026 Terbaru, Ambil Paket Pemain OVR Tinggi dan Koin Gratis

Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.