Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Tanggal Merah Agustus 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Strategi Long Weekend Tanpa Cuti

Senin, 3 Agustus 2026 10:20 WIB
Ilustrasi Hujan.

Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Senin, 3 Agustus 2026 09:30 WIB

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Senin, 3 Agustus 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Tanggal Merah Agustus 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Strategi Long Weekend Tanpa Cuti
  • Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
  • Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN
  • Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap
  • Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal
  • Prediksi Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Momentum Skuad Garuda Jegal Langkah Golden Star Warriors
  • Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Gedebage: Dari Rawa Purba Jadi Pusat Wisata dan Sejarah di Bandung Timur

By SusanaSelasa, 20 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
ilustrasi wilayah Gedebage. Foto: Humas Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bandung Timur memiliki sejumlah destinasi wisata menarik, seperti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Masjid Raya Al-Jabbar, hingga kawasan modern Summarecon Bandung.

Menariknya, semua lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Gedebage, sebuah kawasan yang tidak hanya strategis secara geografis, tetapi juga kaya akan nilai sejarah.

Gedebage merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Rancasari dan kini memiliki luas wilayah sekitar 965,738 hektare.

Selain dikenal sebagai kawasan baru yang terus berkembang, Gedebage menyimpan jejak historis penting sejak masa kolonial.

Kawasan Bersejarah Sejak Zaman Kolonial

Sejak era Hindia Belanda, Gedebage telah berfungsi sebagai kawasan pengangkutan barang besar, termasuk peti kemas. Fungsi ini terus bertahan hingga kini, menjadikan Gedebage sebagai salah satu titik logistik penting di Kota Bandung.

Puncak transformasi kawasan ini terjadi pada akhir abad ke-19, ketika pemerintah kolonial membangun jalur kereta api Jakarta–Surabaya guna mendukung pengangkutan hasil bumi ke Batavia.

Pada November 1884, Stasiun Gedebage resmi dibangun, menjadikannya salah satu stasiun tertua di Bandung. Stasiun ini bahkan dibangun hanya enam bulan setelah jalur Batavia–Bandung diresmikan.

Dari Rawa Purba Menjadi Kawasan Pertanian

Sebelum era kolonial, Gedebage merupakan wilayah rawa besar, sisa dari Danau Purba Bandung. Berdasarkan catatan dalam buku Kuncen Bandung karya Haryanto Kunto, kawasan ini dulu dikenal sebagai Rawa Muras Geger Hanjuang.

Seiring waktu, rawa tersebut dikeringkan dan diubah menjadi lahan persawahan yang subur. Transformasi inilah yang kemudian membawa dampak positif bagi masyarakat setempat, khususnya para petani, karena membuka peluang ekonomi baru.

Asal Usul Nama “Gedebage”

Terdapat beberapa versi terkait asal-usul nama Gedebage:

  1. Versi Bahasa Sunda: Kata “gede” berarti besar, dan “bage” berasal dari “bagage” yang berarti bagasi atau tempat barang. Artinya, Gedebage adalah tempat penyimpanan barang-barang besar, sesuai dengan fungsinya sejak zaman dahulu sebagai area logistik.
  2. Versi Kebahagiaan: Ada pula yang menyebutkan bahwa kata “bage” berasal dari “bagea” yang berarti kebahagiaan. Dalam versi ini, Gedebage dimaknai sebagai wilayah yang membawa kebahagiaan bagi warga, terutama setelah rawa diubah menjadi lahan pertanian yang subur.

Gedebage Kini: Kawasan Berkembang dan Ramah Wisata

Saat ini, Gedebage tidak lagi identik hanya dengan kawasan logistik. Kawasan ini telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan kota, dengan fasilitas transportasi yang semakin lengkap.

Stasiun Gedebage kini tidak hanya melayani pengangkutan barang, tetapi juga melayani penumpang sebagai moda transportasi masyarakat umum.

Dengan berbagai destinasi wisata, fasilitas modern, dan nilai sejarah yang kuat, Gedebage menjadi kawasan yang menarik untuk dikunjungi maupun dijadikan tempat tinggal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul Bandung Timur Gedebage sejarah wisata
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Tanggal Merah Agustus 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Strategi Long Weekend Tanpa Cuti

Ilustrasi Hujan.

Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap

ilustrasi, warga tengah mengisi token listrik PLN.

Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.