bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung menegaskan kesiapan menghadapi musim hujan setelah intensitas hujan tinggi kembali memicu genangan di sejumlah titik kota.
Serangkaian infrastruktur pengendali banjir terus diperkuat sebagai bagian dari mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa Pemkot telah membangun 27 rumah pompa air yang ditempatkan di kawasan rawan genangan. Fasilitas ini menjadi lini pertama dalam mempercepat pengurangan debit air saat hujan deras melanda.
“Untuk musim hujan ini beberapa solusi sudah kami buat. Pertama, kami sudah membangun 27 rumah pompa air di lokasi-lokasi yang sering tergenang,” ujar Erwin, Kamis (23/10/2025).
Selain pompa air, Pemkot juga mengoptimalkan 14 kolam retensi yang saat ini berfungsi menampung limpasan air hujan.
Dua kolam retensi tambahan masih dibangun, masing-masing berada di kawasan Cibodas dan satu titik lain yang dalam tahap finalisasi. Pada tahun 2026, dua kolam retensi baru kembali direncanakan.
Erwin menjelaskan bahwa langkah struktural tersebut dibarengi dengan program nonfisik, salah satunya gerakan “Mapag Hujan”, yaitu kegiatan gotong royong membersihkan saluran air bersama warga.
“Ini penting untuk memastikan aliran air tetap lancar,” ujarnya.
Penertiban bangunan liar di atas sungai dan anak sungai juga menjadi prioritas. Erwin menegaskan bahwa Pemkot bertindak tegas terhadap bangunan yang menghambat aliran air.
“Saya turun langsung membongkar bangunan yang berada di atas aliran sungai supaya alirannya tidak tersumbat,” tegasnya.
Untuk memperkuat antisipasi, Pemkot Bandung juga meminta lurah, RW, dan camat agar meningkatkan pengawasan sungai, terutama ketika terjadi erosi atau pergerakan batu yang berpotensi memicu longsor.
“Segera laporkan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” kata Erwin.
Di sektor pengelolaan sampah, Pemkot menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan sampah tidak menyumbat drainase. Sistem pengangkutan sampah kini sudah berbasis tonase dan menunjukkan peningkatan signifikan.
“Dulu 1.200 ton, sekarang bisa 9.800 ton. Saat ini kami fokus menyelesaikan masalah ini,” tutur Erwin.
Erwin berharap berbagai langkah mitigasi tersebut dapat meminimalkan genangan air, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan Kota Bandung menghadapi musim hujan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











