Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan

Jumat, 21 Agustus 2026 12:17 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 21 Agustus 2026 11:05 WIB

Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos

Jumat, 21 Agustus 2026 09:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan
  • Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya
  • Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
  • Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti
  • 4 Gol dalam 7 Laga! Balsa Sekulic Jadi Mesin Gol Persib Jelang Play-off ACL Two
  • Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Utang Warga Bandung: Bank Emok Jadi Momok, Satgas Belum Maksimal

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 20:14 WIB2 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masalah rentenir yang dikenal dengan sebutan Bank Emok masih menjadi momok menakutkan bagi warga Kota Bandung. Hingga pertengahan tahun 2025, ribuan warga dilaporkan terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi yang kerap berujung pada tekanan fisik maupun psikologis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat telah menerima 17.430 aduan terkait kasus rentenir. Data menunjukkan bahwa 38 persen dari warga yang meminjam uang dari Bank Emok melakukannya untuk modal usaha, 27 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari, 5 persen untuk pendidikan, dan 4 persen guna biaya kesehatan. Sisanya digunakan untuk keperluan lain.

Masalah ini pun menjadi sorotan serius di kalangan pejabat daerah. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa kendala utama dalam menanggulangi fenomena ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam Satuan Tugas (Satgas) Antirentenir.

“SDM-nya masih belum banyak, tingkat kota itu kurang lebih hanya ada 20. Makanya di FGD kemarin, saya minta ada Satgas Antirentenir di tiap kecamatan minimal 1 orang untuk mengedukasi masyarakat,” kata Erwin, Kamis (7/8/2025).

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa Satgas Antirentenir saat ini belum memiliki dana operasional, dan para anggotanya hanya menerima honor sekitar Rp 2 juta per bulan, namun tetap ditugaskan untuk menyisir wilayah Kota Bandung guna memberikan penyuluhan kepada warga.

“Itu tidak cukup untuk mengurus se-Kota Bandung, makanya kemarin saya berharap bisa disatukan Satgas Antirentenir ini dengan Kampung Toleransi, terus pendamping UMKM,” ujarnya.

Erwin juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan oleh praktik peminjaman melalui rentenir. Ia menceritakan salah satu kasus tragis yang menimpa seorang warga di Panyileukan, yang mengalami kekerasan fisik saat proses penagihan utang.

“Jadi tugas satgas ini mengedukasi masyarakat. Mengedukasi hukum riba secara agama, efek jera uang riba itu saat dipakai jadi haram. Terus efek dari riba itu juga susah dibayarnya,” tegas Erwin.

“Riba ini juga menyengsarakan, karena kadang-kadang yang nagihnya juga keterlaluan. Termasuk kasus yang dicekik yang di Panyileukan, yang saya urus itu kan kasian karena ya hawanya hawa setan,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Bandung berharap penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran terhadap Satgas Antirentenir bisa segera direalisasikan, agar masyarakat semakin terlindungi dari jeratan rentenir yang meresahkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bank emok Erwin Kota Bandung Pemkot rentenir Satgas Antirentenir
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP

Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan

BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap! Cek Penerima Bansos Pakai NIK KTP, 18,25 Juta KPM Terdata

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.