Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Sabtu, 4 Juli 2026 16:26 WIB

Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM

Sabtu, 4 Juli 2026 15:45 WIB

Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk Modal Usaha

Sabtu, 4 Juli 2026 15:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak
  • Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM
  • Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk Modal Usaha
  • Bukan Cuma Uang! Ternyata Ini Alasan Kuat Sandy Walsh Mau Terima Kontrak 3 Tahun di Persib Bandung
  • Benarkah Persib ‘Hancurkan’ Karier Pemain Timnas? Menguliti Profil & Kredibilitas Arul El Pundit
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling
  • Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Bentrokan Akbar Argentina vs Mesir di Atlanta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Utang Warga Bandung: Bank Emok Jadi Momok, Satgas Belum Maksimal

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 20:14 WIB2 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masalah rentenir yang dikenal dengan sebutan Bank Emok masih menjadi momok menakutkan bagi warga Kota Bandung. Hingga pertengahan tahun 2025, ribuan warga dilaporkan terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi yang kerap berujung pada tekanan fisik maupun psikologis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat telah menerima 17.430 aduan terkait kasus rentenir. Data menunjukkan bahwa 38 persen dari warga yang meminjam uang dari Bank Emok melakukannya untuk modal usaha, 27 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari, 5 persen untuk pendidikan, dan 4 persen guna biaya kesehatan. Sisanya digunakan untuk keperluan lain.

Masalah ini pun menjadi sorotan serius di kalangan pejabat daerah. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa kendala utama dalam menanggulangi fenomena ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam Satuan Tugas (Satgas) Antirentenir.

“SDM-nya masih belum banyak, tingkat kota itu kurang lebih hanya ada 20. Makanya di FGD kemarin, saya minta ada Satgas Antirentenir di tiap kecamatan minimal 1 orang untuk mengedukasi masyarakat,” kata Erwin, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga:  Pilkada 2024 Berjalan Kondusif, Bukti Masyarakat Kota Bandung Dewasa Sikapi Demokrasi

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa Satgas Antirentenir saat ini belum memiliki dana operasional, dan para anggotanya hanya menerima honor sekitar Rp 2 juta per bulan, namun tetap ditugaskan untuk menyisir wilayah Kota Bandung guna memberikan penyuluhan kepada warga.

Baca Juga:  Tempat Ngopi Sejuk di Kota Bandung untuk Temani Liburan Tahun Baru

“Itu tidak cukup untuk mengurus se-Kota Bandung, makanya kemarin saya berharap bisa disatukan Satgas Antirentenir ini dengan Kampung Toleransi, terus pendamping UMKM,” ujarnya.

Erwin juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan oleh praktik peminjaman melalui rentenir. Ia menceritakan salah satu kasus tragis yang menimpa seorang warga di Panyileukan, yang mengalami kekerasan fisik saat proses penagihan utang.

“Jadi tugas satgas ini mengedukasi masyarakat. Mengedukasi hukum riba secara agama, efek jera uang riba itu saat dipakai jadi haram. Terus efek dari riba itu juga susah dibayarnya,” tegas Erwin.

Baca Juga:  Mau Wisata Sejarah di Bandung Naik Bandros? Begini Cara Naik, Harga Tiket dan Rutenya

“Riba ini juga menyengsarakan, karena kadang-kadang yang nagihnya juga keterlaluan. Termasuk kasus yang dicekik yang di Panyileukan, yang saya urus itu kan kasian karena ya hawanya hawa setan,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Bandung berharap penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran terhadap Satgas Antirentenir bisa segera direalisasikan, agar masyarakat semakin terlindungi dari jeratan rentenir yang meresahkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bank emok Erwin Kota Bandung Pemkot rentenir Satgas Antirentenir
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.