Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 21:14 WIB

Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono

Minggu, 25 Oktober 2026 20:44 WIB
PENUSUKAN

Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin

Minggu, 25 Oktober 2026 20:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono
  • Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin
  • Cuma Butuh 15 Menit, Peralta Bikin Garudayaksa Tertunduk
  • Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa
  • 7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP
  • Lawan Main Seperti Perang! Dedi Kusnandar Ungkap Beratnya Jadi Persib
  • Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Utang Warga Bandung: Bank Emok Jadi Momok, Satgas Belum Maksimal

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 20:14 WIB2 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masalah rentenir yang dikenal dengan sebutan Bank Emok masih menjadi momok menakutkan bagi warga Kota Bandung. Hingga pertengahan tahun 2025, ribuan warga dilaporkan terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi yang kerap berujung pada tekanan fisik maupun psikologis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat telah menerima 17.430 aduan terkait kasus rentenir. Data menunjukkan bahwa 38 persen dari warga yang meminjam uang dari Bank Emok melakukannya untuk modal usaha, 27 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari, 5 persen untuk pendidikan, dan 4 persen guna biaya kesehatan. Sisanya digunakan untuk keperluan lain.

Masalah ini pun menjadi sorotan serius di kalangan pejabat daerah. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa kendala utama dalam menanggulangi fenomena ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam Satuan Tugas (Satgas) Antirentenir.

“SDM-nya masih belum banyak, tingkat kota itu kurang lebih hanya ada 20. Makanya di FGD kemarin, saya minta ada Satgas Antirentenir di tiap kecamatan minimal 1 orang untuk mengedukasi masyarakat,” kata Erwin, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga:  Pj Wali Kota Bandung Punya PR Tuntaskan Masalah Penanganan Sampah

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa Satgas Antirentenir saat ini belum memiliki dana operasional, dan para anggotanya hanya menerima honor sekitar Rp 2 juta per bulan, namun tetap ditugaskan untuk menyisir wilayah Kota Bandung guna memberikan penyuluhan kepada warga.

Baca Juga:  Jadwal Imsak dan Salat Kota Bandung Selasa 4 Maret 2025

“Itu tidak cukup untuk mengurus se-Kota Bandung, makanya kemarin saya berharap bisa disatukan Satgas Antirentenir ini dengan Kampung Toleransi, terus pendamping UMKM,” ujarnya.

Erwin juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan oleh praktik peminjaman melalui rentenir. Ia menceritakan salah satu kasus tragis yang menimpa seorang warga di Panyileukan, yang mengalami kekerasan fisik saat proses penagihan utang.

“Jadi tugas satgas ini mengedukasi masyarakat. Mengedukasi hukum riba secara agama, efek jera uang riba itu saat dipakai jadi haram. Terus efek dari riba itu juga susah dibayarnya,” tegas Erwin.

Baca Juga:  Insan Pendidikan Kota Bandung Harus Jadi Teladan Demi Lahirkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

“Riba ini juga menyengsarakan, karena kadang-kadang yang nagihnya juga keterlaluan. Termasuk kasus yang dicekik yang di Panyileukan, yang saya urus itu kan kasian karena ya hawanya hawa setan,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Bandung berharap penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran terhadap Satgas Antirentenir bisa segera direalisasikan, agar masyarakat semakin terlindungi dari jeratan rentenir yang meresahkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erwin Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

PENUSUKAN

Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Jangan Lupa Payung! Bandung dan 17 Daerah Jabar Diprediksi Hujan Hari Ini

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.