Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jumat, 20 Februari 2026 04:00 WIB

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 03:00 WIB

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

Jumat, 20 Februari 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya
  • Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan
  • Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gunung Tangkuban Parahu Turun Status, Tapi Ancaman Erupsi Mendadak Masih Mengintai

By SusanaMinggu, 8 Juni 2025 14:30 WIB3 Mins Read
Keindahan Kawah Ratu di Gunung Tangkuban Perahu, salah satu destinasi wisata alam terpopuler di Jawa Barat. Foto: wisatasubang.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gunung Tangkuban Parahu yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang, Jawa Barat, masih menunjukkan aktivitas kegempaan meskipun mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Data terbaru menunjukkan aktivitas gempa low-frequency (LF) dan tremor menerus masih terekam oleh Badan Geologi.

Aktivitas Kegempaan Tangkuban Parahu Masih Terekam

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, mengungkapkan bahwa pemantauan pada Sabtu, 7 Juni 2025, mencatat 12 kejadian gempa low-frequency serta aktivitas tremor menerus.

“Hasil rekaman menunjukkan amplitudo maksimum antara 0,5 hingga 1 milimeter,” jelas Wafid, dikutip pada Minggu (8/6/2025).

Meskipun aktivitas ini menurun dibandingkan awal Juni, pemantauan deformasi melalui EDM dan GNSS menunjukkan pola inflasi tubuh gunung. Inflasi ini mengindikasikan akumulasi tekanan, kemungkinan berasal dari gas vulkanik yang dapat memicu letusan freatik secara tiba-tiba.

Pengamatan Visual di Kawah Utama

Secara visual, Kawah Ratu dan Kawah Ecoma masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Hembusan asap putih terpantau dengan intensitas tipis hingga sedang. Di Kawah Ratu, asap mencapai ketinggian antara 5 hingga 150 meter, sementara di Kawah Ecoma berkisar antara 5 hingga 10 meter.

Aktivitas solfatara, bualan lumpur, dan fumarol lebih dominan di Kawah Ratu, dengan tekanan gas tergolong lemah hingga sedang. Meski demikian, belum terdeteksi perubahan signifikan dalam komposisi gas seperti rasio CO₂/SO₂ dan SO₂ terhadap H₂S berdasarkan pengukuran dari alat Multi-GAS.

Status Gunung Masih Normal, Tapi Tetap Waspada

Berdasarkan keseluruhan data, aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih berstatus Level I (Normal). Namun, masyarakat tetap dihimbau untuk tidak mendekati dasar kawah dan menjauhi lokasi saat tercium bau gas atau terlihat peningkatan hembusan asap.

Pemerintah daerah dan BPBD diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Cikole serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung untuk antisipasi dini.

Tren Aktivitas Gempa Sejak Awal Juni 2025

Sejak 1 Juni 2025, tren aktivitas gempa LF sempat meningkat tajam:

  • 1 Juni: 100 kejadian
  • 2 Juni: 134 kejadian
  • 3 Juni: 270 kejadian

Setelah mencapai puncaknya pada 3 Juni, jumlah gempa mulai menurun:

  • 4 Juni: 134 kejadian
  • 5 Juni: 133 kejadian
  • 6 Juni: 110 kejadian

Aktivitas ini menandakan bahwa Gunung Tangkuban Parahu masih dalam fase aktif meskipun tren gempa mulai melandai.

Imbauan bagi Masyarakat dan Pemerintah

PVMBG menekankan pentingnya ketenangan masyarakat dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Evaluasi status gunung akan terus dilakukan secara berkala atau bila terjadi perubahan signifikan,” tegas Wafid.

Gunung Tangkuban Parahu dikenal sebagai gunung api aktif dengan sembilan kawah, dua di antaranya berada di puncak: Kawah Ratu dan Kawah Upas. Letusan yang pernah terjadi umumnya bersifat freatik, seperti letusan terakhir pada tahun 2019.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di sekitar gunung diharapkan tetap siaga namun tidak panik. Penting untuk mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.