Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Nyaris Dibakar Hidup-Hidup! Polisi Gagalkan Penyekapan 3 Anak di Bandung

Rabu, 13 Mei 2026 13:45 WIB

Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik

Rabu, 13 Mei 2026 13:35 WIB

Duka di Karawang dan Teror di Bandara: Persib Buka Suara Soal Rentetan Insiden Usai Kontra Persija

Rabu, 13 Mei 2026 13:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nyaris Dibakar Hidup-Hidup! Polisi Gagalkan Penyekapan 3 Anak di Bandung
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Duka di Karawang dan Teror di Bandara: Persib Buka Suara Soal Rentetan Insiden Usai Kontra Persija
  • Viral Dugaan Intimidasi Siswi Peserta LCC 4 Pilar MPR 2026 di Kalbar, Muncul Ancaman Somasi!
  • Krisis Energi Global Mengancam, Masyarakat Diminta Hemat BBM: Saatnya Ubah Gaya Hidup!
  • Geger! Video Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok, Link Full Bikin Netizen Penasaran
  • Persib Bandung Mengganas! Incar Trio Asing Mematikan untuk Musim Depan, Siapa Saja?
  • Kemenag Siapkan 88 Titik Rukyatul Hilal, Ini Jadwal Lengkapnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gus Yahya: NU Berdiri untuk Bangun Peradaban Lewat Pendidikan dan Keluarga

By Putra JuangSenin, 20 Januari 2025 02:00 WIB2 Mins Read
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NUOJ/ Miftahus Surur)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tujuan utama didirikannya organisasi Nahdlatul Ulama (NU) adalah untuk membangun peradaban melalui dua elemen utama, yaitu pendidikan dan keluarga.

Begitu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat Pra-Kongres Pendidikan NU di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/1/2025).

Menurutnya, kedua elemen ini menjadi tonggak besar dalam visi yang dirumuskan oleh para pendiri NU.

“Inisiatif ini memang didesain dalam sistematika dua tonggak besar, yaitu pendidikan dan keluarga. Dua tonggak besar ini adalah tonggak-tonggak utama dalam visi kita pahami sebagai tujuan para pendiri NU yang mendirikan organisasi ini, yaitu untuk membangun peradaban,” ucap Gus Yahya dikutip lamana NU Online.

Baca Juga:  Jelang Pilkada, Gus Yahya Larang Penggunaan Identitas dan Fasilitas NU

Gus Yahya menegaskan bahwa dua tonggak ini harus dipahami dengan seksama. Jika ingin sistematis, maka keluarga harus menjadi prioritas utama. Baginya, keluarga adalah fondasi dari kehidupan manusia, dan pendidikan adalah sarana untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Membangun peradaban dalam praktik upayanya, tonggak utamanya adalah keluarga dan pendidikan. Karena, peri hidup manusia, peri hidup masyarakat, dan peri hidup pertama kali itu dimulai dari keluarga dan kemudian dikembangkan melalui inisiatif-inisiatif pendidikan,” jelasnya.

Baca Juga:  Hasil Sidang Isbat: Cek Jadwal Puasa Ramadhan 2026 dan Waktu Shalat Tarawih Pertama

Menurutnya, rangkaian kegiatan dalam konteks pembangunan peradaban ini sangat kompleks dan melibatkan banyak elemen. Kongres Pendidikan yang akan diselenggarakan dalam dua hari pada 18-19 Januari 2025 akan membahas berbagai dimensi yang luas dan beragam.

Tema yang akan dibahas mencakup berbagai lembaga pendidikan di lingkungan NU, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi, dengan jumlah lembaga yang sangat banyak, termasuk pesantren.

“Ini sebetulnya dalam rangkaian Kongres Pendidikan dan Harlah ke-102 menurut kalender Hijriyah dan ke-99 menurut kalender Masehi, dan sebenarnya ini adalah inisiatif besar dengan merangkai Kongres Pendidikan dan Kongres Keluarga Maslahat ini,” katanya.

Baca Juga:  Diragukan ke-Nu’an oleh Cak Imin, Khofifah: Bedakan Organisasi dengan Partai

Lebih jauh, pihaknya berusaha melakukan sistematisasi dalam penjabaran visi membangun peradaban. Gus Yahya menginginkan setiap agenda dan inisiatif yang ada harus koheren, terhubung satu sama lain, agar gerakan seluruh elemen organisasi ini berjalan padu menuju satu tujuan bersama.

“Koheren itu artinya setiap elemen ini tersambung dengan elemen-elemen lain, sehingga gerak semua elemen yang ada ini betul-betul padu menuju satu tujuan bersama, seperti halnya tubuh kita yang koheren,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gus Yahya Nahdlatul Ulama NU PBNU
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nyaris Dibakar Hidup-Hidup! Polisi Gagalkan Penyekapan 3 Anak di Bandung

Viral Dugaan Intimidasi Siswi Peserta LCC 4 Pilar MPR 2026 di Kalbar, Muncul Ancaman Somasi!

Ilustrasi isi BBM

Krisis Energi Global Mengancam, Masyarakat Diminta Hemat BBM: Saatnya Ubah Gaya Hidup!

Kemenag Siapkan 88 Titik Rukyatul Hilal, Ini Jadwal Lengkapnya

NASIB TRAGIS MC SHINDY! Dipecat, Diboikot, hingga Digugat ke Pengadilan Usai Rendahkan Siswa SMAN 1 Pontianak

DULU PAKAI TONGKAT, SEKARANG ANGKAT BEBAN! Kisah Ajaib Nenek 61 Tahun yang Bikin Netizen Melongo!

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.