Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini 20 Agustus 2026 Tembus Rp2,7 Juta, Naik Rp80 Ribu!

Kamis, 20 Agustus 2026 10:15 WIB

Momentum HUT ke-81 RI, AKKSI Jabar Dorong Kreator Digital Suarakan Pentingnya Pendidikan

Kamis, 20 Agustus 2026 10:08 WIB

Petualangan Orang Utan Didi: Cara Cerdas Hack Pagar Listrik Pakai Kayu Buat Kabur, Pulang-pulang Dicueki Istri

Kamis, 20 Agustus 2026 08:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Antam Hari Ini 20 Agustus 2026 Tembus Rp2,7 Juta, Naik Rp80 Ribu!
  • Momentum HUT ke-81 RI, AKKSI Jabar Dorong Kreator Digital Suarakan Pentingnya Pendidikan
  • Petualangan Orang Utan Didi: Cara Cerdas Hack Pagar Listrik Pakai Kayu Buat Kabur, Pulang-pulang Dicueki Istri
  • HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan
  • Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!
  • Klaim Saldo DANA Gratis 20 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Cairkan hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini
  • Kumpulan Kode Redeem FF 20 Agustus 2026 Terbaru: Klaim Skin & Diamond Gratis Hari Ini
  • Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Kalender Hijriah 1448 H dan Daftar Tanggal Merahnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Energi Global Mengancam, Masyarakat Diminta Hemat BBM: Saatnya Ubah Gaya Hidup!

By Aga GustianaRabu, 13 Mei 2026 12:05 WIB2 Mins Read
Ilustrasi isi BBM
Ilustrasi isi BBM. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis energi global. Menanggapi situasi tersebut, Dewan Energi Nasional (DEN) mengimbau masyarakat Indonesia untuk mulai melakukan efisiensi energi, terutama penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), secara besar-besaran sebagai langkah antisipasi dini.

Langkah ini dinilai krusial agar ketahanan nasional tetap kokoh di tengah ketidakpastian dunia. Pasalnya, ketergantungan terhadap impor energi menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi melalui perubahan perilaku masyarakat.

Ubah Cara Berkendara, Tekan Ketergantungan Impor

Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menekankan bahwa kunci utama menghadapi gejolak internasional ini ada di tangan konsumen. Dengan menekan konsumsi BBM secara mandiri, beban negara untuk mendatangkan energi dari luar negeri bisa berkurang drastis.

Dalam sarasehan energi yang digelar di Kampus ITB Bandung, Satya memaparkan langkah konkret yang bisa diambil publik:

“Kita meminta masyarakat untuk melakukan efisiensi. Ya bermobil berkendara dengan efisien dengan cara-cara efisien memaksimalkan penggunaan daripada transportasi publik. Ya, itu sudah mengurangi konsumsi. Insya Allah bagi mereka yang mampu untuk membeli mobil listrik, gunakanlah mobil listrik itu dengan baik,” ujar Satya, dikutip Rabu (13/5/2026).

Ia menambahkan bahwa efek domino dari penghematan ini sangat positif bagi kedaulatan energi Indonesia.

“Dengan demikian, konsumsi daripada BBM itu bisa ditekan jauh. Ketergantungan kita pada impor juga pasti akan berkurang,” lanjutnya.

Bagaimana Kondisi Cadangan Energi Kita Saat Ini?

Meski ada imbauan penghematan, masyarakat diminta tidak panik. Berdasarkan catatan DEN, indikator ketahanan energi Indonesia masih berada di zona hijau dengan skor 7,13 dari skala 10.

Beberapa poin penting terkait stok energi nasional meliputi:

  • Cadangan Operasional: Saat ini stok BBM nasional aman untuk kebutuhan 21 hingga 28 hari.
  • Landasan Hukum: Pemerintah sudah menyiapkan PP Nomor 40 Tahun 2016 sebagai protokol darurat jika terjadi gangguan pasokan energi yang ekstrem.
  • Strategi Jangka Panjang: Fokus pemerintah saat ini adalah mempercepat produksi migas domestik dan masifnya pengembangan energi alternatif untuk memutus rantai ketergantungan impor.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah di sektor hulu dan kesadaran masyarakat di sektor hilir, Indonesia diharapkan mampu melewati badai disrupsi geopolitik global tanpa harus mengalami krisis energi yang melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dewan Energi Nasional geopolitik timur tengah Hemat BBM ITB Bandung Krisis Energi Satya Widya Yudha
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Momentum HUT ke-81 RI, AKKSI Jabar Dorong Kreator Digital Suarakan Pentingnya Pendidikan

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!

Polemik Siswa SMP Nambal Lapangan: Antara Dugaan Eksploitasi & Budaya Gotong Royong!

gempa

Ribuan Gempa Susulan Masih Guncang Flores, Korban Jiwa Tembus 70 Orang

Dedi Mulyadi Beberkan PR Jabar di Usia 81 Tahun, dari Lapangan Kerja hingga Lingkungan

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.