Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kode Redeem FF

Puluhan Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026, Hadiah Skin dan Diamond Menanti!

Minggu, 5 Juli 2026 12:37 WIB

Brasil Tantang Norwegia: Laga Hidup Mati, Haaland Jadi Momok Menakutkan?

Minggu, 5 Juli 2026 12:00 WIB

Persib Panaskan Bursa Transfer! Ragnar dan Notsuda Gabung, Peralta Menyusul?

Minggu, 5 Juli 2026 11:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Puluhan Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026, Hadiah Skin dan Diamond Menanti!
  • Brasil Tantang Norwegia: Laga Hidup Mati, Haaland Jadi Momok Menakutkan?
  • Persib Panaskan Bursa Transfer! Ragnar dan Notsuda Gabung, Peralta Menyusul?
  • Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 5 Juli 2026: Galeri 24 Ungguli Antam dan UBS
  • KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral
  • Siapa Nyimas Laula? Fotografer yang Kini ‘Dirujak’ Netizen Gara-Gara Etika Gym?!
  • Hasil Maroko vs Kanada 3-0: Ounahi Menggila, Singa Atlas Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
  • Minggu Cuan! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 5 Juli 2026 Lewat Fitur DANA Kaget, Langsung Cair
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Energi Global Mengancam, Masyarakat Diminta Hemat BBM: Saatnya Ubah Gaya Hidup!

By Aga GustianaRabu, 13 Mei 2026 12:05 WIB2 Mins Read
Ilustrasi isi BBM
Ilustrasi isi BBM. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis energi global. Menanggapi situasi tersebut, Dewan Energi Nasional (DEN) mengimbau masyarakat Indonesia untuk mulai melakukan efisiensi energi, terutama penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), secara besar-besaran sebagai langkah antisipasi dini.

Langkah ini dinilai krusial agar ketahanan nasional tetap kokoh di tengah ketidakpastian dunia. Pasalnya, ketergantungan terhadap impor energi menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi melalui perubahan perilaku masyarakat.

Ubah Cara Berkendara, Tekan Ketergantungan Impor

Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menekankan bahwa kunci utama menghadapi gejolak internasional ini ada di tangan konsumen. Dengan menekan konsumsi BBM secara mandiri, beban negara untuk mendatangkan energi dari luar negeri bisa berkurang drastis.

Dalam sarasehan energi yang digelar di Kampus ITB Bandung, Satya memaparkan langkah konkret yang bisa diambil publik:

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Imbas Konflik Israel-Iran, Selat Hormuz Jadi Titik Kritis

“Kita meminta masyarakat untuk melakukan efisiensi. Ya bermobil berkendara dengan efisien dengan cara-cara efisien memaksimalkan penggunaan daripada transportasi publik. Ya, itu sudah mengurangi konsumsi. Insya Allah bagi mereka yang mampu untuk membeli mobil listrik, gunakanlah mobil listrik itu dengan baik,” ujar Satya, dikutip Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:  Rupiah Kian Terjepit, Ancaman Menembus Level Rp18.000 di Depan Mata

Ia menambahkan bahwa efek domino dari penghematan ini sangat positif bagi kedaulatan energi Indonesia.

“Dengan demikian, konsumsi daripada BBM itu bisa ditekan jauh. Ketergantungan kita pada impor juga pasti akan berkurang,” lanjutnya.

Bagaimana Kondisi Cadangan Energi Kita Saat Ini?

Meski ada imbauan penghematan, masyarakat diminta tidak panik. Berdasarkan catatan DEN, indikator ketahanan energi Indonesia masih berada di zona hijau dengan skor 7,13 dari skala 10.

Beberapa poin penting terkait stok energi nasional meliputi:

  • Cadangan Operasional: Saat ini stok BBM nasional aman untuk kebutuhan 21 hingga 28 hari.
  • Landasan Hukum: Pemerintah sudah menyiapkan PP Nomor 40 Tahun 2016 sebagai protokol darurat jika terjadi gangguan pasokan energi yang ekstrem.
  • Strategi Jangka Panjang: Fokus pemerintah saat ini adalah mempercepat produksi migas domestik dan masifnya pengembangan energi alternatif untuk memutus rantai ketergantungan impor.
Baca Juga:  Peringatan Keras Iran di Jalur Minyak Dunia: AS Dituding Manipulasi Pasar Energi

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah di sektor hulu dan kesadaran masyarakat di sektor hilir, Indonesia diharapkan mampu melewati badai disrupsi geopolitik global tanpa harus mengalami krisis energi yang melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dewan Energi Nasional geopolitik timur tengah Hemat BBM ITB Bandung Krisis Energi Satya Widya Yudha
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral

Siapa Nyimas Laula? Fotografer yang Kini ‘Dirujak’ Netizen Gara-Gara Etika Gym?!

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.