Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Rabu, 18 Maret 2026 18:00 WIB

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Rabu, 18 Maret 2026 17:25 WIB

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

Rabu, 18 Maret 2026 17:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis
  • Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah
  • Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

By SusanaRabu, 18 Maret 2026 16:37 WIB3 Mins Read
Arus lalu lintas di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (18/3/2026). Foto Agi Ilman.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arus mudik Lebaran di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, terus mengalami peningkatan. Hingga pukul 14.00 WIB pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3/2026), tercatat sebanyak 71.804 kendaraan melintas dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya.

Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyebut berdasarkan data Dishub, jumlah kendaraan tersebut meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Bahkan, jika dibandingkan dengan lalu lintas harian rata-rata, kenaikan di kawasan Nagreg mencapai 41 persen.

Eric menjelaskan, pada H-4 Lebaran, total kendaraan yang melintas dalam 24 jam mencapai 98.925 unit. Sementara pada H-3, hingga siang hari saja angkanya sudah menembus lebih dari 71 ribu kendaraan.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran, Kawasan Cileunyi Masih Padat Merayap di H+5 Lebaran

“Untuk hari sebelumnya, total kendaraan pada H-4 mencapai 98.925 dalam 24 jam. Sementara hari ini, sampai pukul 14.00 saja sudah sebanyak 71.008 kendaraan yang melintas Nagreg,” katanya.

Ia juga memaparkan pola pergerakan kendaraan selama arus mudik. Peningkatan volume biasanya terjadi sejak pagi hari setelah salat subuh hingga pukul 08.00 WIB. Setelah itu, arus cenderung landai sebelum kembali meningkat menjelang waktu berbuka puasa hingga malam hari.

“Peningkatan volume kendaraan terjadi pada pagi hari setelah salat subuh hingga pukul 08.00. Kemudian kembali meningkat menjelang buka puasa sekitar pukul 15.00 sampai 18.00, dan meningkat lagi setelah pukul 19.00 hingga dini hari,” jelas Eric.

Bahkan, antrean panjang sempat terpantau pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kondisi ini dipicu pergerakan pemudik dari wilayah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang yang berangkat setelah berbuka puasa.

Baca Juga:  Dishub Kabupaten Bandung Perketat Pengamanan Jalur Alternatif Mudik, PJU Dipasang di Cijapati

Dishub juga mencatat, arus mudik di Nagreg masih didominasi kendaraan roda dua dengan persentase di atas 50 persen. Hal ini menjadi perhatian karena tingginya risiko keselamatan bagi pemudik motor, terutama di jalur selatan Jawa yang dikenal sempit dan berkelok.

“Kepadatan lalu lintas tadi malam didominasi oleh kendaraan roda dua. Ini masih menjadi perhatian karena dominasinya masih sangat tinggi, di atas 50 persen,” ujarnya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan sepeda motor saat mudik. Namun jika terpaksa, pemudik diminta tidak bepergian pada malam hari serta tidak berboncengan lebih dari dua orang.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran, Kawasan Cileunyi Masih Padat Merayap di H+5 Lebaran

Selain itu, pemudik juga diingatkan agar tidak membawa beban berlebih yang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan. Dishub turut mendorong masyarakat memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan pemerintah.

“Sepeda motor telah dirancang stabil oleh insinyur, sehingga tambahan beban berlebih berpotensi menimbulkan bahaya. Sebaiknya anggota keluarga seperti istri dan anak dapat menggunakan fasilitas mudik gratis,” kata Eric.

Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.

“Patuhi arahan petugas dan rambu lalu lintas yang ada, agar perjalanan berlangsung lancar dan selamat sampai tujuan, mengingat keluarga menunggu di kampung halaman,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dishub Kabupaten Bandung H-3 Lebaran Nagreg jumlah kendaraan Nagreg kondisi lalu lintas Nagreg hari ini mudik Bandung Garut Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.