bukamata.id – Arus mudik Lebaran di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, terus mengalami peningkatan. Hingga pukul 14.00 WIB pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3/2026), tercatat sebanyak 71.804 kendaraan melintas dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyebut berdasarkan data Dishub, jumlah kendaraan tersebut meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Bahkan, jika dibandingkan dengan lalu lintas harian rata-rata, kenaikan di kawasan Nagreg mencapai 41 persen.
Eric menjelaskan, pada H-4 Lebaran, total kendaraan yang melintas dalam 24 jam mencapai 98.925 unit. Sementara pada H-3, hingga siang hari saja angkanya sudah menembus lebih dari 71 ribu kendaraan.
“Untuk hari sebelumnya, total kendaraan pada H-4 mencapai 98.925 dalam 24 jam. Sementara hari ini, sampai pukul 14.00 saja sudah sebanyak 71.008 kendaraan yang melintas Nagreg,” katanya.
Ia juga memaparkan pola pergerakan kendaraan selama arus mudik. Peningkatan volume biasanya terjadi sejak pagi hari setelah salat subuh hingga pukul 08.00 WIB. Setelah itu, arus cenderung landai sebelum kembali meningkat menjelang waktu berbuka puasa hingga malam hari.
“Peningkatan volume kendaraan terjadi pada pagi hari setelah salat subuh hingga pukul 08.00. Kemudian kembali meningkat menjelang buka puasa sekitar pukul 15.00 sampai 18.00, dan meningkat lagi setelah pukul 19.00 hingga dini hari,” jelas Eric.
Bahkan, antrean panjang sempat terpantau pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kondisi ini dipicu pergerakan pemudik dari wilayah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang yang berangkat setelah berbuka puasa.
Dishub juga mencatat, arus mudik di Nagreg masih didominasi kendaraan roda dua dengan persentase di atas 50 persen. Hal ini menjadi perhatian karena tingginya risiko keselamatan bagi pemudik motor, terutama di jalur selatan Jawa yang dikenal sempit dan berkelok.
“Kepadatan lalu lintas tadi malam didominasi oleh kendaraan roda dua. Ini masih menjadi perhatian karena dominasinya masih sangat tinggi, di atas 50 persen,” ujarnya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan sepeda motor saat mudik. Namun jika terpaksa, pemudik diminta tidak bepergian pada malam hari serta tidak berboncengan lebih dari dua orang.
Selain itu, pemudik juga diingatkan agar tidak membawa beban berlebih yang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan. Dishub turut mendorong masyarakat memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan pemerintah.
“Sepeda motor telah dirancang stabil oleh insinyur, sehingga tambahan beban berlebih berpotensi menimbulkan bahaya. Sebaiknya anggota keluarga seperti istri dan anak dapat menggunakan fasilitas mudik gratis,” kata Eric.
Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.
“Patuhi arahan petugas dan rambu lalu lintas yang ada, agar perjalanan berlangsung lancar dan selamat sampai tujuan, mengingat keluarga menunggu di kampung halaman,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










