Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sebut Begal Mayoritas Asal Lampung, Dedi Mulyadi Disemprot hingga Panen Kritik Warganet

Selasa, 4 Agustus 2026 12:43 WIB

Berguinho Absen, Teja Kembali? Ini Prediksi Line Up Persib Hadapi Persija di Laga Hidup Mati

Selasa, 4 Agustus 2026 12:12 WIB

Logo HUT RI ke-81 Tahun 2026 Resmi, Ini Link Download dan Makna di Baliknya

Selasa, 4 Agustus 2026 11:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sebut Begal Mayoritas Asal Lampung, Dedi Mulyadi Disemprot hingga Panen Kritik Warganet
  • Berguinho Absen, Teja Kembali? Ini Prediksi Line Up Persib Hadapi Persija di Laga Hidup Mati
  • Logo HUT RI ke-81 Tahun 2026 Resmi, Ini Link Download dan Makna di Baliknya
  • Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Ini Tanda Dana PKH BPNT Siap Masuk
  • Cek HP Sekarang! Bansos PIP Agustus 2026 Cair, Simak Rincian Nominal dan Cara Klaimnya
  • Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 4 Agustus 2026: Peti Senjata, Emote, Diamond Royale Menanti!
  • JOHN HERDMAN SALAH STRATEGI?! Terlalu Pede, Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam di Rumah Sendiri!
  • Persib dan Persija Adu Otot Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026 Sore Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hampir Seluruh Jabar Berpotensi Gerakan Tanah, Peta Mitigasi Justru Kurang Dimanfaatkan

By Aga GustianaJumat, 30 Januari 2026 14:47 WIB2 Mins Read
Lokasi longsor Cisarua. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebenarnya telah menyusun peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) untuk berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Dokumen ini memuat gambaran detail mengenai daerah yang berisiko mengalami bencana alam, seperti longsor, sekaligus menunjukkan tingkat kerawanannya.

Kepala Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi, Oktori Prambada, menjelaskan bahwa peta tersebut dirancang hingga level wilayah pedesaan. Setiap area ditandai dengan warna berbeda yang menggambarkan tingkat bahaya serta menyesuaikan dengan tata ruang setempat.

Peta kerentanan ini diperbarui secara berkala setiap tahun, bahkan bisa mengalami penyesuaian bulanan. Namun ironisnya, tidak semua pemerintah daerah memanfaatkan data tersebut sebagai dasar mitigasi.

“Hanya 28 persen hingga 30 persen di Indonesia (manfaatkan peta kerawanan bencana) yang patuh dan mengikuti. Ini hasil survei dari 2024 dan memang ada sekitar 70 persen yang tidak memanfaatkan peta ini,” kata Oktori dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).

Pelaksana harian (Plh) PVMBG Badan Geologi, Edi Slameto, menegaskan bahwa keberadaan peta ini bukanlah hal baru. Tantangan terbesar justru terletak pada tingkat kesadaran pemerintah daerah serta masyarakat dalam menindaklanjuti informasi tersebut.

Menurutnya, ada kemungkinan peringatan sudah diterima, tetapi tidak diterapkan dalam aktivitas sehari-hari maupun perencanaan wilayah.

“Seperti zona kerentanan tanah ini selalu diberikan peringatannya sebulan sekali ke pemda di seluruh Indonesia,” ungkap Edi.

Ia pun mengimbau agar pemerintah daerah tidak menunggu bencana terjadi sebelum mengambil langkah pencegahan. Contoh nyata adalah peristiwa longsor di Cisarua, Bandung Barat, yang seharusnya bisa diantisipasi lebih dini. Pemanfaatan peta diharapkan mampu menekan risiko korban jiwa saat bencana datang.

“Jangan harus ada korban dulu baru percaya. Makanya kita harus bisa ada kesadaran dari sekarang,” kata dia.

Memasuki akhir 2025, sejumlah wilayah di Jawa Barat mulai merasakan dampak bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa 27 kabupaten dan kota memiliki potensi mengalami gerakan tanah pada kategori menengah.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Mulku Engkun, menyebutkan bahwa kesimpulan tersebut diambil dari data PVMBG, BMKG, serta hasil analisis berbagai faktor seperti intensitas hujan, karakteristik tanah, dan kondisi lingkungan lainnya.

“Hampir di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat potensi gerakan tanah menengah sampai dengan tinggi. Seperti di Kabupaten Bandung ada di Arjasari, Baleendah, Banjaran, Cisarua, Cimenyan, Ciparay, Ciwidey, Ibun, Kertasari dan banyak lagi,” ujar Teten.

Potensi serupa juga ditemukan di Kabupaten Bandung Barat, mencakup wilayah Lembang, Parongpong, Cisarua, Gunung Halu, hingga Rongga. Berdasarkan kajian PVMBG dan BMKG, kawasan-kawasan tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pergerakan tanah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Geologi BPBD Jawa Barat longsor Jabar Mitigasi Bencana peta KRB PVMBG rawan bencana
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sebut Begal Mayoritas Asal Lampung, Dedi Mulyadi Disemprot hingga Panen Kritik Warganet

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Ini Tanda Dana PKH BPNT Siap Masuk

KDS Pilih Hormati Proses Hukum, Pengamat: Hasil Kerja Lebih Kuat dari Seribu Bantahan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Daftar Bantuan yang Masuk Rekening, Ada PKH hingga Beras 10 Kg

Padang Dikepung Banjir Bandang: Ratusan Rumah Terendam, Warga Dievakuasi Dini Hari

Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.