Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hampir Seluruh Jabar Berpotensi Gerakan Tanah, Peta Mitigasi Justru Kurang Dimanfaatkan

By Aga GustianaJumat, 30 Januari 2026 14:47 WIB2 Mins Read
Lokasi longsor Cisarua. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebenarnya telah menyusun peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) untuk berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Dokumen ini memuat gambaran detail mengenai daerah yang berisiko mengalami bencana alam, seperti longsor, sekaligus menunjukkan tingkat kerawanannya.

Kepala Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi, Oktori Prambada, menjelaskan bahwa peta tersebut dirancang hingga level wilayah pedesaan. Setiap area ditandai dengan warna berbeda yang menggambarkan tingkat bahaya serta menyesuaikan dengan tata ruang setempat.

Peta kerentanan ini diperbarui secara berkala setiap tahun, bahkan bisa mengalami penyesuaian bulanan. Namun ironisnya, tidak semua pemerintah daerah memanfaatkan data tersebut sebagai dasar mitigasi.

“Hanya 28 persen hingga 30 persen di Indonesia (manfaatkan peta kerawanan bencana) yang patuh dan mengikuti. Ini hasil survei dari 2024 dan memang ada sekitar 70 persen yang tidak memanfaatkan peta ini,” kata Oktori dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:  PVMBG Sebut Penyebab Longsor Subang Bukan Aktivitas Perusahaan

Pelaksana harian (Plh) PVMBG Badan Geologi, Edi Slameto, menegaskan bahwa keberadaan peta ini bukanlah hal baru. Tantangan terbesar justru terletak pada tingkat kesadaran pemerintah daerah serta masyarakat dalam menindaklanjuti informasi tersebut.

Menurutnya, ada kemungkinan peringatan sudah diterima, tetapi tidak diterapkan dalam aktivitas sehari-hari maupun perencanaan wilayah.

“Seperti zona kerentanan tanah ini selalu diberikan peringatannya sebulan sekali ke pemda di seluruh Indonesia,” ungkap Edi.

Baca Juga:  Meski Aktivitas Gunung Ruang Masih Tinggi, Jarak Aman Turun Jadi 5 Kilometer

Ia pun mengimbau agar pemerintah daerah tidak menunggu bencana terjadi sebelum mengambil langkah pencegahan. Contoh nyata adalah peristiwa longsor di Cisarua, Bandung Barat, yang seharusnya bisa diantisipasi lebih dini. Pemanfaatan peta diharapkan mampu menekan risiko korban jiwa saat bencana datang.

“Jangan harus ada korban dulu baru percaya. Makanya kita harus bisa ada kesadaran dari sekarang,” kata dia.

Memasuki akhir 2025, sejumlah wilayah di Jawa Barat mulai merasakan dampak bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa 27 kabupaten dan kota memiliki potensi mengalami gerakan tanah pada kategori menengah.

Baca Juga:  PVMBG: Penyebab Longsor Subang Diduga Karena Banjir Bandang Sungai Cipunegara

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Mulku Engkun, menyebutkan bahwa kesimpulan tersebut diambil dari data PVMBG, BMKG, serta hasil analisis berbagai faktor seperti intensitas hujan, karakteristik tanah, dan kondisi lingkungan lainnya.

“Hampir di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat potensi gerakan tanah menengah sampai dengan tinggi. Seperti di Kabupaten Bandung ada di Arjasari, Baleendah, Banjaran, Cisarua, Cimenyan, Ciparay, Ciwidey, Ibun, Kertasari dan banyak lagi,” ujar Teten.

Potensi serupa juga ditemukan di Kabupaten Bandung Barat, mencakup wilayah Lembang, Parongpong, Cisarua, Gunung Halu, hingga Rongga. Berdasarkan kajian PVMBG dan BMKG, kawasan-kawasan tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pergerakan tanah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Geologi Mitigasi Bencana PVMBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.