Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ratusan Ribu Warga Jabar Belum Punya Akses Listrik

Senin, 17 Agustus 2026 13:33 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH-BPNT Tahap 3 Masih Jalan, Ini Kabar Terbaru Bansos Agustus 2026 dan BLT Kesra Rp900 Ribu

Senin, 17 Agustus 2026 12:48 WIB

Update Korban Gempa Flores M7,7: 54 Orang Meninggal, 132 Luka-Luka

Senin, 17 Agustus 2026 12:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 81 Tahun Indonesia Merdeka, Ratusan Ribu Warga Jabar Belum Punya Akses Listrik
  • PKH-BPNT Tahap 3 Masih Jalan, Ini Kabar Terbaru Bansos Agustus 2026 dan BLT Kesra Rp900 Ribu
  • Update Korban Gempa Flores M7,7: 54 Orang Meninggal, 132 Luka-Luka
  • Kode Redeem FF Hari Ini 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis Spesial HUT RI ke-8
  • Skuad Persib Makin Ganas! 7 Pemain Timnas Kembali, Igor Tolic Langsung Siapkan Laga Asia
  • Ribuan Warga Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI di Halaman Gedung Sate
  • Rekam Jejak Garang Tapi Gugur: Apa yang Sebenarnya Dicari dari Seorang Hakim Agung?
  • Ada 303 Narapidana Korupsi, Ini Daftar Kasus yang Dapat Remisi Kemerdekaan RI di Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Relokasi Korban Tanah Bergerak di Cianjur, Pemprov Jabar Tunggu Asesmen PVMBG

By Putra JuangSenin, 29 April 2024 16:37 WIB3 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat meninjau langsung lokasi tanah bergerak di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin meminta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera menerjunkan tim assesment ke lokasi kejadian tanah bergerak di Kampung Sukajadi, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Bey Machmudin setelah meninjau langsung lokasi tanah bergerak di Jatisari yang menyebabkan 65 kepala keluarga berada di pengungsian.

“Saya minta untuk segera diassement, apakah ini masuk zona merah dan kita harus melakukan relokasi? Jangan sampai masyarakat tidak diberi kepastian bagaimana mereka ke depan,” ucap Bey, Senin (29/4/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Bey mendapatkan keluhan dari masyarakat jika kejadian tanah bergerak masih sering berlangsung di wilayah mereka.

“Masyarakat menyampaikan memang tanah masih suka bergerak, terima kasih pada masyarakat dengan sadar mereka sudah mengungsi,” ungkapnya.

Bey menegaskan, keselamatan warga di lokasi kejadian harus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk bergerak cepat memberikan kepastian relokasi.

“Ke depan mereka bagaimana? Tadi ada yang bekerja, ada yang masih sekolah, jangan sampai mereka terlalu lama di pengungsian,” tegasnya.

Selain itu, Bey juga meminta Badan Geologi, BMKG dan BPBD Cianjur untuk bersama-sama melakukan assesment secepatnya. Sebab menurutnya, masyarakat terdampak harus segera direlokasi.

“Semuanya harus bersama-sama, saya minta segera secepatnya. Secara kasat mata ini dirasakan bergerak terus, jadi tidak mungkin lagi tinggal di sini, harus relokasi,” ujarnya.

Sebelum adanya keputusan relokasi ini, kata Bey, Pemprov Jabar sudah menyiapkan dapur umum dan keperluan MCK bagi para warga. Pihaknya mengakui membangun rumah di lokasi relokasi tidak bisa segera mengingat lahan masih harus dicari.

“Kita upayakan maksimal secepatnya. Tadi 65 KK itu pasti harus relokasi, saya minta ke bupati, saya minta Badan Geologi secepatnya kesini untuk melakukan assesment,” katanya.

Sementara itu, Camat Bojong Picung, Azis Muslim berharap, kedatangan Bey Machmudin bisa mempercepat upaya tim dari Badan Geologi dan PVMBG segera melakukan kajian dan analisa tanah bergerak di Kampung Sukajadi.

“Kita berharap secepatnya ada analisa dan kajian, agar kami bisa menyampaikan ke masyarakat terkait status tanahnya. Kalau masih layak ditempati, kita akan ajak masyarakat untuk berbenah membereskan material rumah yang rusak, diperbaki mandiri, juga menutup akses air yang muncul dari retakan tanah,” tuturnya.

Jika keputusannya masyarakat harus relokasi, Azis memastikan pihaknya akan segera melakukan tahapan-tahapan relokasi seperti mencari lahan pengganti. Sementara untuk jangka pendek, pihaknya langsung mendirikan dapur umum di balai desa Jatisari.

“Selanjutnya kita mau pilah dulu, karena sebagian warga yang masih di rumah-rumah, kita akan pisahkan, yang mau di tenda ataupun di aula desa. Tadi kami dengan BPBD dan Dinas Sosial Cianjur berembuk dapur umum lebih mudah dipusatkan di desa, ada 65 KK,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Kabupaten Cianjur PVMBG tanah bergerak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ratusan Ribu Warga Jabar Belum Punya Akses Listrik

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH-BPNT Tahap 3 Masih Jalan, Ini Kabar Terbaru Bansos Agustus 2026 dan BLT Kesra Rp900 Ribu

Update Korban Gempa Flores M7,7: 54 Orang Meninggal, 132 Luka-Luka

Ribuan Warga Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI di Halaman Gedung Sate

Rekam Jejak Garang Tapi Gugur: Apa yang Sebenarnya Dicari dari Seorang Hakim Agung?

deportasi

Ada 303 Narapidana Korupsi, Ini Daftar Kasus yang Dapat Remisi Kemerdekaan RI di Jabar

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.