Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

Rabu, 7 Oktober 2026 20:52 WIB

Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule

Rabu, 7 Oktober 2026 20:48 WIB

Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung
  • Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule
  • Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia
  • Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai
  • Tak Sempat Rayakan Gelar Juara ASEAN Cup, Dua Bintang Timnas Ini Langsung Kejar Jadwal Liga Eropa
  • Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah
  • Air Mata Belum Kering di GBK, Anggun C Sasmi Kembali Bikin Indonesia Bangga di Kancah Dunia!
  • Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

By Mulki AlbarRabu, 7 Oktober 2026 20:52 WIB3 Mins Read
Restoran 88 Seoul. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung masih menyelidiki dugaan keracunan makanan yang dilaporkan terjadi setelah warga mengonsumsi makanan di restoran 88 Seoul di kawasan Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi restoran tersebut.

Farhan menyebut pemeriksaan mencakup sejumlah aspek, mulai dari tempat penyimpanan bahan makanan basah dan kering, peralatan bersih dan kotor, hingga penyimpanan bahan pembersih kimia.

“Hal ini sudah dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan dan DKPP. Kami melakukan berbagai macam pemeriksaan, di antaranya tempat penyimpanan, tempat jarak antara penyimpanan bahan makanan basah, bahan makanan kering, alat-alat bersih, alat-alat kotor, bahan pembersih kimia, sampai bahan-bahan kotor,” ujar Farhan saat ditemui di Bandung, Rabu (7/10/2026).

Menurut Farhan, dari pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah hal yang perlu diperbaiki oleh pihak restoran.

Baca Juga:  Jelang Perayaan Imlek 2024, Ini Lokasi dan Jadwal Atraksi Barongsai Gratis di Bandung

Di antaranya, alur dapur masih membutuhkan perbaikan. Area pencucian peralatan makan juga dinilai memiliki risiko kontaminasi terhadap bahan makanan akibat penggunaan sabun dan peralatan pencucian.

Selain itu, pengaturan penyimpanan bahan makanan beku belum menunjukkan penerapan sistem first in first out (FIFO) secara jelas. Tempat penyimpanan makanan dingin juga diminta dilengkapi alat pengukur suhu.

“Untuk bahan keringnya, khususnya penyimpanan minyak jelantah, tidak dalam kondisi tertutup. Penyimpanan bahan kimianya agar disediakan kontainer tertutup,” katanya.

Dinkes juga menemukan persoalan pada proses pengolahan makanan. Farhan menyebut para penjamah makanan belum menggunakan masker.

“Proses pengolahan makan, para penjamah makanan tidak menggunakan masker. Itu menjadi risiko,” ujarnya.

Selain itu, restoran belum menyediakan bank sampel makanan. Kemasan makanan juga disebut belum dilengkapi keterangan waktu kedaluwarsa.

Meski demikian, Farhan menyebut sejumlah aspek lainnya dinilai baik, seperti kegiatan general cleaning dan penggunaan tempat sampah dengan pedal kaki.

Baca Juga:  PWF 2023, Ajang Gairahkan Masyarakat Menulis dan Membaca

Jumlah Kasus Masih Diverifikasi

Terkait jumlah warga yang diduga mengalami keracunan, Farhan menegaskan angka yang beredar di media sosial hingga mencapai 280 orang lebih masih perlu diverifikasi.

Sebelumnya, Dinkes Kota Bandung menyatakan telah menerima laporan 24 kasus warga yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dari restoran tersebut hingga Selasa (6/10/2026).

Farhan mengatakan pemerintah masih melakukan penelusuran untuk memastikan jumlah kasus yang sebenarnya.

“Ya, itu makanya perlu diverifikasi. Belum banyak, saya belum tahu persis, tapi itu sedang diverifikasi. Betul nggak segitu,” katanya.

Dinkes juga akan memantau kondisi kesehatan warga yang telah melaporkan keluhan dengan berkoordinasi bersama fasilitas kesehatan dan rumah sakit.

Farhan menekankan, setiap laporan harus dapat ditelusuri secara jelas, termasuk identitas warga yang mengaku mengalami gangguan kesehatan, restoran yang disebut sebagai sumber makanan, serta tenaga medis yang memberikan diagnosis.

“Kalau saya bilang, saya keracunan makan di restoran A karena kata si dokter B, maka sayanya mesti diidentifikasi, restoran A-nya diidentifikasi, dokter B-nya yang memberikan diagnosis harus diidentifikasi dan memberikan pertanggungjawaban medisnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Daftar 4 Oleh-Oleh Khas Bandung yang Wajib Dibawa Pulang

88 Seoul Tutup Sementara 7-8 Oktober

Di tengah proses pemeriksaan, pihak 88 Seoul bersama manajemen 23 Paskal menyatakan menghentikan sementara operasional gerai pada 7-8 Oktober 2026.

Berdasarkan pernyataan yang disampaikan melalui media sosial 23 Paskal, penghentian sementara dilakukan untuk menjalankan pembersihan dan sanitasi menyeluruh sekaligus mengevaluasi proses serta standar operasional di gerai.

“Pemeriksaan dari pihak terkait juga telah dilakukan dan proses tindak lanjut masih berjalan. Kami akan terus mengikuti perkembangan serta langkah perbaikan yang dilakukan oleh pihak tenant,” dilansir dari media sosial 23 Paskal.

Pihak manajemen 23 Paskal juga menyatakan telah melakukan kunjungan secara bertahap kepada konsumen yang terdampak kejadian tersebut bersama pihak tenant.

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan ini,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung restoran 88 seoul restoran korea
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule

Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai

Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah

Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan

Pemkot Bandung Targetkan Zero New Stunting pada Akhir 2026

Heboh 284 Orang Diduga Keracunan Makanan di Restoran Korea Bandung, Dinas Kesehatan Turun Tangan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.