Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2026 17:35 WIB

Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai

Rabu, 7 Oktober 2026 15:17 WIB

Tak Sempat Rayakan Gelar Juara ASEAN Cup, Dua Bintang Timnas Ini Langsung Kejar Jadwal Liga Eropa

Rabu, 7 Oktober 2026 14:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia
  • Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai
  • Tak Sempat Rayakan Gelar Juara ASEAN Cup, Dua Bintang Timnas Ini Langsung Kejar Jadwal Liga Eropa
  • Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah
  • Air Mata Belum Kering di GBK, Anggun C Sasmi Kembali Bikin Indonesia Bangga di Kancah Dunia!
  • Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
  • Kata Kapten Thailand Soal Kualitas Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan

By Mulki AlbarRabu, 7 Oktober 2026 12:00 WIB3 Mins Read
Viral pengunjung diduga keracunan usai makan di Restoran Korea Bandung. (Foto: threads/sadiahs)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menemukan sejumlah persoalan higiene dan sanitasi pada salah satu restoran di Jalan Pasirkaliki yang diduga berkaitan dengan munculnya kasus keracunan makanan.

Temuan tersebut diperoleh setelah Tim Kesehatan Lingkungan bersama Tim Reaksi Cepat Dinkes Kota Bandung melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ke restoran tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung Dewi Primasari mengatakan, pemeriksaan awal menemukan sejumlah aspek yang masih perlu diperbaiki, mulai dari penataan lokasi, peralatan, bahan makanan hingga penerapan prosedur operasional standar (SOP).

“Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran,” ujar Dewi saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).

Dewi mengatakan, penataan bahan makanan segar dan kering menjadi salah satu perhatian. Bahan makanan juga perlu dipisahkan dari bahan kimia seperti cairan pembersih dan sabun pencuci piring.

Baca Juga:  Bojan Hodak Sebut PSIS Semarang Tim Kuat, Persib Bandung Harus Waspada

“Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang,” katanya.

Dinkes juga menyoroti penerapan sistem first in first out (FIFO) dan first expired first out (FEFO) dalam penyimpanan serta penggunaan bahan makanan. Menurut Dewi, penerapan SOP tersebut belum terlihat secara jelas di lokasi.

Selain sarana dan penataan bahan makanan, perilaku para penjamah makanan turut menjadi perhatian. Dinkes meminta pekerja yang terlibat dalam pengolahan dan penyajian makanan menggunakan perlindungan diri, seperti masker dan penutup rambut atau hair net.

“Dari faktor perilaku, penjamah makanan juga perlu diperbaiki. Pelindung dirinya, masker, kemudian yang tidak berkerudung atau laki-laki menggunakan hair net,” tuturnya.

Dewi mengatakan, rekomendasi perbaikan telah disampaikan kepada pihak restoran. Selanjutnya, Dinkes bersama puskesmas akan melakukan pemantauan untuk memastikan rekomendasi tersebut ditindaklanjuti.

“Biasanya kalau ada kasus seperti ini kita agak lebih intensif pemantauannya,” kata Dewi.

Baca Juga:  Lahan SMAN 1 Bandung Terancam Disita, PTUN Kabulkan Gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen

Sementara itu, hingga Selasa (6/10/2026) sore, Dinkes Kota Bandung telah menerima laporan 24 kasus warga yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dari restoran tersebut.

Laporan tersebut masuk melalui berbagai jalur, di antaranya puskesmas dan masyarakat yang menyampaikan informasi melalui kanal media sosial Dinkes. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses pelaporan dan penelusuran masih berlangsung.

“Kami juga masih update terus. Sampai tadi sore yang sudah terlaporkan kepada kami melalui berbagai jalur itu 24 kasus,” ujarnya.

Dewi mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari restoran tersebut agar segera melapor kepada puskesmas terdekat atau melalui kanal resmi Dinkes Kota Bandung.

Berdasarkan laporan yang diterima, gejala muncul dalam rentang waktu sekitar dua hingga 12 jam setelah mengonsumsi makanan. Gejala yang dilaporkan antara lain sakit perut, mual, muntah, serta buang air besar cair atau diare.

Baca Juga:  Bey Machmudin Tinjau Solokanjeruk dan Dayeuhkolot

Dinkes masih melakukan investigasi dengan mengonfirmasi laporan, menelusuri kasus, dan memeriksa kondisi kesehatan warga yang melaporkan mengalami gejala. Tim juga telah melakukan investigasi langsung terhadap pengelola restoran dan konsumen.

“Kita melakukan investigasi langsung ke lapangan, ke pengelola resto, kemudian ke konsumen yang melaporkan. Kita cek sejauh mana kondisinya sekarang dan disarankan berobat,” jelas Dewi.

Namun, proses investigasi menghadapi kendala karena restoran tersebut tidak memiliki sampel makanan yang disimpan. Padahal, sampel makanan dapat membantu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan penyebab gangguan kesehatan.

“Idealnya itu seharusnya ada pemeriksaan sampel, tetapi ternyata restoran ini tidak menyimpan sampel. Jadi tadi masih sebatas edukasi,” katanya.

Dewi menambahkan, Dinkes Kota Bandung masih terus memantau dan menelusuri laporan masyarakat. Karena laporan dugaan kasus berasal dari konsumen yang berada di berbagai lokasi, proses pelacakan membutuhkan koordinasi serta partisipasi masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Keracunan restoran korea
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai

Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah

Pemkot Bandung Targetkan Zero New Stunting pada Akhir 2026

Heboh 284 Orang Diduga Keracunan Makanan di Restoran Korea Bandung, Dinas Kesehatan Turun Tangan

Maulid Berujung Teror! Pesta Petasan Ilegal Jam 1 Malam Dibongkar Warga, Endingnya Bikin Kaget

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.