Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2026 17:35 WIB

Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai

Rabu, 7 Oktober 2026 15:17 WIB

Tak Sempat Rayakan Gelar Juara ASEAN Cup, Dua Bintang Timnas Ini Langsung Kejar Jadwal Liga Eropa

Rabu, 7 Oktober 2026 14:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia
  • Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai
  • Tak Sempat Rayakan Gelar Juara ASEAN Cup, Dua Bintang Timnas Ini Langsung Kejar Jadwal Liga Eropa
  • Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah
  • Air Mata Belum Kering di GBK, Anggun C Sasmi Kembali Bikin Indonesia Bangga di Kancah Dunia!
  • Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
  • Kata Kapten Thailand Soal Kualitas Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Air Mata Belum Kering di GBK, Anggun C Sasmi Kembali Bikin Indonesia Bangga di Kancah Dunia!

By Aga GustianaRabu, 7 Oktober 2026 14:16 WIB6 Mins Read
Anggun C Sasmi menangis saat menyanyikan Tanah Airku di GBK usai Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana haru menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sesaat setelah Timnas Indonesia memastikan diri keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026. Di tengah riuh rendah lautan manusia dan pesta kemenangan yang memecah malam, satu sosok di atas panggung justru menyedot perhatian jutaan pasang mata. Ia adalah Anggun C Sasmi, diva kebanggaan yang telah lama melanglang buana di kancah global.

Malam itu, Senin (5/10/2026), penyanyi kelahiran Jakarta, 29 April 1974, ini berdiri di hadapan puluhan ribu suporter dalam rangkaian closing ceremony turnamen akbar tersebut. Penampilannya mulanya berjalan meriah saat ia membawakan dua lagu andalannya, Mimpi dan Snow on the Sahara. Namun, gelombang emosi yang sesungguhnya baru tumpah ketika ia kembali naik ke atas panggung seusai laga final usai.

Kali ini, tidak ada lagi dentuman musik pop bernyawa megah. Anggun memilih menyanyikan sebuah lagu nasional yang sarat makna: Tanah Airku karya Ibu Sud. Pilihan tembang tersebut seketika mengubah atmosfer GBK menjadi sangat syahdu. Di tengah euforia kemenangan bangsa, ekspresi pelantun legendaris itu perlahan berubah. Suaranya tetap terjaga kuat, namun pertahanan emosionalnya runtuh saat air mata mulai meleleh di pipinya.

Tangis Anggun kian tak terbendung ketika ia melantunkan bait lirik yang begitu ikonik: “Biarpun saya pergi jauh…”

Riuh Suara Warganet: Antara Air Mata, Paspor, dan Nasionalisme

Momen emosional di panggung GBK tersebut seketika menjadi buah bibir dan viral di berbagai platform media sosial. Kolom komentar akun-akun pemberitaan, salah satunya Instagram @dreamcoid, langsung disesaki oleh ribuan tanggapan dari warganet yang tersentuh melihat ketulusan sang diva.

Banyak warganet yang memuji profesionalisme sekaligus kedalaman penghayatan Anggun saat membawakan lagu tersebut.

“Nyanyi sambil nangis… tapi suara tetap stabil…. love Anggun,” tulis salah satu warganet di kolom komentar Instagram @dreamcoid mengapresiasi kualitas vokal sang penyanyi yang tetap prima meski dirundung haru.

Tidak hanya menyoroti kestabilan vokalnya, perbincangan di dunia maya juga merembes pada perdebatan emosional mengenai status kewarganegaraan Anggun yang telah lama menetap di Prancis dan memegang paspor asing. Sebagian besar warganet sepakat bahwa atribut administratif kenegaraan sama sekali tidak mampu melunturkan akar identitas dan kecintaan seseorang pada tanah kelahirannya.

Baca Juga:  Mengenal Ragam Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia, Ada Dugderan hingga Munggahan

“Buat saya yang ganti kan warna buku kecilnya (paspor). Tulang saya tetap putih, darah saya merah. Saya tetap anak Indonesia,” tulis akun @eka***, menyuarakan pembelaan yang mendalam terhadap nasionalisme Anggun.

Sentimen serupa juga digaungkan oleh warganet lainnya yang melihat bahwa karya dan kiprah internasional Anggun justru kerap membawa harum nama bangsa di mata dunia.

“Anggun akan selalu jadi orang Indonesia, apapun passport yang dia miliki. Dia akan terus membawa Indonesia dalam setiap jejaknya,” tulis akun @nan*** dalam komentarnya.

Komentar-komentar tersebut mencerminkan betapa publik Indonesia melihat sosok Anggun bukan sekadar warga negara di atas secarik kertas, melainkan sebagai seorang putri ibu pertiwi yang jiwanya senantiasa terpaut pada Indonesia.

Menembus Batas: Gelar Kehormatan Prancis dan Puncak Prestasi Global 2026

Air mata di GBK tersebut seolah menjadi muara dari perjalanan emosional yang panjang, terutama karena tahun 2026 menjadi salah satu tahun paling gemilang dalam lembaran karier internasional Anggun.

Beberapa hari berselang, tepatnya pada Rabu (7/10/2026), kabar membanggakan kembali datang dari daratan Eropa. Pemerintah Prancis secara resmi menganugerahi Anggun penghargaan budaya tertinggi dengan menobatkannya sebagai Officier de l’Ordre des Arts et des Lettres. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa dalam menjembatani budaya Timur dan Barat selama hampir tiga dekade berkarier di kancah global.

“Ini adalah penghargaan yang sangat bergengsi, dan saya merasa beruntung karena hanya sedikit seniman Asia yang pernah menerimanya,” ungkap Anggun dalam keterangan resminya.

Prestasi ini menyusul pencapaian fenomenalnya di kancah seni peran internasional. Lewat perannya dalam film Levitating (Para Perasuk) karya sutradara visioner Wregas Bhanuteja—yang sebelumnya sempat mencuri perhatian kritikus di Festival Film Sundance—Anggun sukses dinobatkan sebagai Pemenang Nasional Indonesia untuk kategori Best Actress in a Leading Role di Asian Academy Creative Awards 2026.

Baca Juga:  AFC Respons Permintaan Bahrain Tolak Main di Indonesia

“Saya sangat bahagia sekali menerima pengakuan ini. Wregas adalah seorang sutradara visioner. Kehormatan yang ia berikan kepada saya dengan mengajak saya menjadi bagian dari filmnya yang luar biasa, serta kepercayaan yang ia berikan, sudah merupakan hadiah terindah,” tuturnya penuh syukur.

Kesuksesan di layar lebar ini menyempurnakan kejutannya di layar kaca global. Belum lama berselang, ia juga memukau penonton lewat penampilannya sebagai Amisha, tokoh antagonis utama dalam serial hits Prime Video, Reacher Season 4. Sisi akting yang intens dan tangguh ini membuka lembaran baru yang belum pernah disaksikan oleh para penggemarnya di seluruh dunia.

Menatap Musim Semi: Babak Baru Sang Diva Musik

Setelah sukses besar membentangkan sayap di dunia seni peran dan diganjar berbagai penghargaan bergengsi internasional, Anggun mengisyaratkan sebuah langkah besar yang paling dirindukan oleh para penikmat musiknya: kembali ke dapur rekaman.

Dalam sebuah bocoran eksklusif, ia menyatakan tengah mempersiapkan proyek musik terbesar sepanjang sejarah kariernya. Proyek ini dipastikan bakal menjadi mahakarya yang emosional bagi para penggemar setianya.

“Dan kali ini, para penggemar saya yang telah menantikan karya musik baru pasti akan sangat senang. Sayangnya, saya belum bisa membocorkan apa pun, tapi saya bisa mengatakan: sampai jumpa di musim semi. Ini mungkin salah satu hal terpenting yang pernah saya lakukan sepanjang karier musik saya, jadi saya masih merasa seperti melayang di awan,” pungkasnya.

Dari Jakarta ke Paris: Pilihan Hidup dan Harga Sebuah Mimpi

Perbincangan hangat di media sosial mengenai tangisan Anggun di GBK seringkali beririsan dengan pertanyaan klasik publik: mengapa ia dulu memilih pindah kewarganegaraan?

Keputusan besar tersebut diambil Anggun sejak tahun 1994, ketika ia memutuskan hijrah ke Eropa bersama mantan suaminya, Michel Georgea, demi mengejar impian menjadi penyanyi bertaraf internasional. Namun, dalam berbagai kesempatan wawancara masa lalu, Anggun pernah blak-blakan mengungkapkan bahwa langkah tersebut bukan diambil tanpa alasan yang pelik. Ia mengaku sempat merasakan kekecewaan mendalam lantaran merasa kurang mendapatkan dukungan institusional ketika berjuang menembus pasar global.

Baca Juga:  Heartbreak Motel hingga Kang Mak, 5 Film Indonesia Siap Tayang di Netflix Desember Ini

“Kesuksesanku tidak dibantu sama sekali. Kala itu, banyak negara yang tak bisa aku masuki untuk promosi, karena ada banyak negara yang tidak bisa dimasuki karena tak ada perjanjian politik dengan Indonesia,” kenangnya dalam sebuah sesi bincang-bincang.

Status sebagai warga negara Prancis pada akhirnya memberikan keleluasaan administratif bagi Anggun untuk bergerak lincah menembus batas-batas teritorial industri musik dunia. Di bawah naungan produser Erick Benzi dan label Columbia Records, namanya melesat lewat album berbahasa Prancis Au Nom de La Lune (1997) serta mahakarya global Snow on the Sahara, yang sukses menembus tangga lagu internasional termasuk Billboard dan diputar di puluhan negara.

Kendati paspornya telah berganti, Anggun tidak pernah sedikit pun melepaskan akar budayanya. Dalam setiap wawancara dengan media asing, ia konsisten membawa nama Indonesia dan menjadi garda terdepan dalam meluruskan citra positif bangsa di mata dunia.

Indonesia yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

Kisah hidup Anggun C Sasmi adalah sebuah narasi tentang keberanian melangkah keluar zona nyaman, merajut mimpi di panggung global, dan memenangkan dunia tanpa harus kehilangan jati diri.

Malam di Gelora Bung Karno membuktikan bahwa sejauh apa pun burung terbang, ia akan selalu mengenali arah angin pulang. Ketika Anggun menyanyikan bait “Biarpun saya pergi jauh…” sambil menahan air mata di hadapan puluhan ribu suporter, ia tidak sedang bernyanyi sebagai orang asing. Ia bernyanyi sebagai seorang anak bangsa yang merayakan kemenangan rumahnya sendiri—sebuah bukti bahwa identitas dan cinta tanah air tidak diukur dari warna paspor, melainkan dari denyut nadi yang senantiasa berdetak untuk Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggun C Sasmi GBK Indonesia Prancis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BSU cair

Gaji di Bawah Rp3,5 Juta Pasti Dapat BSU 2026? Simak Penjelasan Resmi Pemerintah

BSU cair

Cara Cek Status dan Link Resmi BSU 2026: Total Bantuan Rp900.000 Cair Sekaligus untuk Pekerja

Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang

Pesona Tersembunyi Tanah Sunda: 7 Surga Wisata Subang Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda

Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.