bukamata.id – Kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencuat ke publik.
Seorang ASN berinisial DR (49) yang bekerja di lingkungan Dinas Tenaga Kerja KBB resmi ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak tirinya yang masih di bawah umur.
Kasus bejat ini terungkap setelah korban memberanikan diri menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada saudaranya pada Minggu, 8 September 2025.
Korban yang diketahui masih berstatus pelajar kemudian langsung mendapat pendampingan dari pihak desa dan dinas terkait agar proses hukum berjalan cepat.
Tindakan Cepat Pihak Desa dan Dinas PPPA
Kepala Desa Laksana Mekar, Abdul Qahar Muzakkar, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat setelah mendengar pengakuan korban.
“Begitu korban menceritakan perbuatan ayah tirinya, kami langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian,” ujar Abdul Qahar saat dikonfirmasi, Senin (8/9/2025).
Ia menambahkan, pendampingan segera diberikan kepada korban melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).
Kondisi korban saat ini disebut sangat terpukul sehingga memerlukan perhatian khusus agar bisa pulih secara psikologis maupun sosial.
“Saat ini korban masih trauma. Fokus utama kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan maksimal,” jelasnya.
Korban Trauma Berat, Enggan Kembali ke Sekolah
Abdul Qahar mengungkapkan, korban saat ini enggan kembali bersekolah karena masih ketakutan dan membutuhkan ruang aman untuk pemulihan. Pemerintah desa dan dinas terkait berkomitmen memberikan perlindungan dan pendampingan penuh bagi korban.
Polisi Amankan Pelaku
Sementara itu, Kapolsek Padalarang AKP Kusmawan membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan yang melibatkan ASN tersebut.
“Betul, kami sudah menerima laporan. Pelaku sudah diserahkan ke Polres Cimahi,” kata Kusmawan singkat.
Polisi memastikan pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Cimahi untuk mengungkap kronologi lengkap kasus yang mencoreng nama baik aparatur sipil negara ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










