bukamata.id – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh pencarian massal terkait “link video Teh Pucuk”. Dalam waktu singkat, frasa tersebut mendominasi kolom pencarian di TikTok dan X. Banyak pengguna mengaku melihatnya berseliweran di linimasa, sementara yang lain penasaran dan ikut memburu tautan yang disebut-sebut berdurasi hampir dua menit hingga belasan menit.
Namun, alih-alih menemukan video seperti yang diklaim, sebagian pengguna justru berakhir di halaman penuh iklan, situs tidak jelas, hingga permintaan login yang mencurigakan.
Ramai Dicari, Minim Bukti
Narasi yang beredar menyebut adanya video berdurasi 1 menit 50 detik hingga 17 menit dengan muatan sensasional. Tetapi hingga kini, tidak ada bukti sahih yang mengonfirmasi keberadaan konten tersebut.
Sebagian besar tautan yang tersebar justru mengarah ke halaman clickbait atau situs dengan konten tidak relevan. Pola ini menunjukkan skenario klasik di dunia digital: kabar samar yang diperbesar oleh rasa ingin tahu kolektif.
Ketika banyak orang membicarakan sesuatu, pengguna lain terdorong ikut mencari demi tidak tertinggal percakapan. Efek FOMO inilah yang mempercepat penyebaran isu.
Tautan “Full Durasi” Jadi Umpan
Lonjakan tautan yang mengklaim sebagai “link asli” atau “video full tanpa sensor” terdeteksi dalam dua hari terakhir. Banyak di antaranya merupakan jebakan digital dengan modus yang sudah sering digunakan, antara lain:
- Phishing untuk mencuri akun media sosial
- Malware yang disisipkan lewat unduhan otomatis
- Adware dan spam notifikasi
- Pengalihan ke situs judi online
Sebagian korban melaporkan diarahkan ke halaman dengan pop-up agresif atau diminta melakukan verifikasi tertentu sebelum bisa “menonton”. Padahal, langkah tersebut sering kali hanya cara untuk mengumpulkan data pribadi.
Modus yang Berulang, Judul yang Berganti
Praktik drive-by download menjadi salah satu pola yang ditemukan. Melalui tautan pendek tertentu, skrip berjalan di latar belakang dan dapat memicu unduhan file berbahaya, terutama pada perangkat yang sistem keamanannya belum diperbarui.
Ada pula taktik halaman login tiruan. Pengguna diarahkan ke tampilan yang menyerupai Facebook, Instagram, atau Google dengan alasan verifikasi usia. Begitu email dan kata sandi dimasukkan, akun bisa langsung diambil alih.
Modus lainnya berupa browser hijacking, di mana pengguna tiba-tiba menerima notifikasi seperti peringatan virus atau klaim hadiah palsu setelah mengklik tautan tertentu.
Polanya bukan hal baru. Yang berubah hanyalah judul sensasional yang dijadikan umpan.
Potensi Pelanggaran Hukum
Selain ancaman keamanan digital, penyebaran tautan bermuatan melanggar kesusilaan juga berisiko secara hukum. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik melarang distribusi konten yang melanggar norma kesusilaan.
Artinya, tidak hanya pembuat konten, penyebar tautan pun dapat terseret konsekuensi hukum apabila terbukti menyebarkan materi terlarang.
Jika Sudah Terlanjur Mengklik
Bagi pengguna yang sempat membuka tautan mencurigakan, beberapa langkah pencegahan bisa segera dilakukan:
- Putuskan koneksi internet sementara
- Bersihkan cache dan cookies browser
- Jalankan pemindaian antivirus
- Ganti kata sandi akun penting
- Aktifkan autentikasi dua faktor
- Periksa aplikasi asing yang terpasang tanpa izin
Langkah cepat dapat mencegah potensi kebocoran data lebih lanjut.
Fenomena “link video Teh Pucuk” menjadi pengingat bahwa di ruang digital, rasa penasaran sering kali dimanfaatkan sebagai celah. Informasi yang belum jelas sumbernya sebaiknya tidak langsung dipercaya, apalagi dibagikan.
Tren viral mungkin cepat datang dan pergi. Namun dampak keamanan dan privasi bisa bertahan jauh lebih lama jika pengguna lengah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










