Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Heboh! Warga Garut Diintimidasi Keluarga Kades, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

By SusanaMinggu, 4 Januari 2026 09:51 WIB3 Mins Read
Viral video seorang warga diduga diintimidasi keluarga Kades di Garut. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Media sosial tengah dihebohkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan seorang warga di Kabupaten Garut diduga mendapat intimidasi dari keluarga kepala desa.

Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah warga bersangkutan mengkritik realisasi dana desa yang dinilai belum terealisasi secara optimal.

Video itu menyebar luas di berbagai platform dan memantik reaksi publik. Menanggapi polemik tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons tegas melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa kepala desa beserta jajarannya tidak dibenarkan melakukan intimidasi atau ancaman kepada masyarakat yang menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah desa.

“Manakala ada orang yang melakukan kritik, memposting pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, saluran air rusak, rumah rakyat miskin yang tidak ada yang peduli, jangan pernah melakukan intimidasi atau pengancaman,” tegas Dedi Mulyadi.

Menurutnya, setiap individu yang berstatus sebagai aparatur negara wajib memiliki mental terbuka dan siap menerima kritik dari masyarakat. Kritik, kata Dedi, justru merupakan masukan positif demi perbaikan pelayanan dan pembangunan yang lebih baik.

Baca Juga:  Aksi Tak Terpuji Oknum Bobotoh Rusak Stadion GBLA, Dedi Mulyadi: Pidana atau Kirim ke Barak Militer!

“Dalam dunia yang semakin terbuka ini, aparat harus siap. Kalau ada warga yang menceritakan buruknya pembangunan, kita harus menerima dengan lapang dada,” ujar Gubernur Jawa Barat.

Dedi Mulyadi juga mengingatkan bahwa kritik dari masyarakat seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah desa untuk segera berbenah dan melakukan perbaikan nyata di lapangan, bukan malah bersikap defensif apalagi represif.

“Sudah bukan zamannya lagi anti kritik dan mencaci maki orang yang mengkritik. Pemerintah itu harus tahan terhadap cacian masyarakatnya,” ucapnya.

Ia berharap peristiwa dugaan intimidasi tersebut tidak kembali terulang di kemudian hari. Dedi pun meminta seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya, khususnya kepala desa, untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi secara khusus meminta Bupati Garut untuk turun tangan dan menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas.

Baca Juga:  Didukung Bima Arya di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi: Terima Kasih Sahabatku Tercinta

“Saya minta seluruh jajaran, kepala desa yang ada di sana lakukan rekonsiliasi, lakukan perbaikan pembangunan, dan kepada Bupati Garut segera menanganinya. Jangan biarkan ada tindakan intimidatif terhadap warga yang mengkritik,” pungkasnya.

Warganet Ramai Dukung Warga

Unggahan Dedi Mulyadi tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Mayoritas netizen menyatakan dukungan kepada warga yang berani menyuarakan kritik, sekaligus mengecam dugaan tindakan intimidasi.

Beberapa komentar warganet yang dikutip dari kolom komentar Instagram @dedimulyadi71, Minggu (4/1/2026), di antaranya:

“Dukung warga, kalau memang benar tidak perlu takut. Pihak desa seharusnya sadar diri dan memperbaiki pelayanan, bukan mengintimidasi,” tulis akun @dwi***.

“Perlu ditindak dan dibuktikan apa yang dibicarakan dan dilakukan. Proses, Pak,” komentar akun @aro***.

“Desa mana itu? Jangan mikir keluarga kades saja,” tulis akun @oj***.

Baca Juga:  Longsor di Lembang, Enam Warga Luka dan Puluhan Mengungsi: Tebing Setinggi 25 Meter Runtuh

“Pemimpin itu kalau ada keluhan harus cari solusi, bukan intimidasi. Kesan aparatnya takut kebongkar boroknya,” tulis akun @sya***.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya transparansi dana desa serta perlindungan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan kritik sebagai bagian dari demokrasi dan pengawasan publik.

Kesimpulan

Kasus dugaan intimidasi terhadap warga Garut yang mengkritik realisasi dana desa menjadi pengingat pentingnya keterbukaan dan sikap demokratis dalam pemerintahan, khususnya di tingkat desa.

Respons tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kritik masyarakat bukanlah ancaman, melainkan bagian dari kontrol publik untuk mendorong perbaikan pelayanan dan pembangunan.

Pemerintah desa dan seluruh aparatur negara diharapkan mampu merespons kritik secara bijak, melakukan evaluasi, serta mengedepankan dialog dan perbaikan nyata, bukan intimidasi.

Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat terjaga dan tata kelola pemerintahan yang transparan serta berkeadilan dapat benar-benar terwujud.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dana desa Garut Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat intimidasi warga kasus intimidasi desa kepala desa Garut kritik dana desa video viral garut warga Garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.