Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sabtu, 28 Maret 2026 11:25 WIB
Timnas Indonesia

Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi

Sabtu, 28 Maret 2026 11:09 WIB

Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis

Sabtu, 28 Maret 2026 11:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh
  • Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram
  • Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an
  • Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis
  • Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Hukum Puasa Rajab, Amalan Sunnah atau Bid’ah? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

By SusanaKamis, 2 Januari 2025 16:00 WIB2 Mins Read
Ustadz Adi Hidayat.Foto: YouTube Adi Hidayat Official.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meski sering disarankan untuk diamalkan, banyak umat Muslim yang masih bertanya tentang hukum melaksanakan puasa Rajab. Tak jarang, ada sebagian yang menganggap puasa Rajab sebagai amalan bid’ah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Lantas, benarkah puasa Rajab termasuk amalan bid’ah yang tidak ada syariatnya? Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan terkait hal ini.

Mengutip hadis Muslim nomor 1.960 dari riwayat Sayyidah Aisyah yang dikuatkan oleh Ibnu Abbas RA, UAH menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sering meningkatkan puasa di bulan-bulan haram, termasuk di bulan Rajab.

“Kata Sayyidah Aisyah dan Ibnu Abbas, saya kadang melihat Nabi SAW berpuasa, seakan-akan tidak berbuka, tapi juga sering berbuka seakan-akan tidak puasa,” ujar UAH, dikutip dari YouTube Media Dakwah Hikmah TV, Rabu (2/1/2025).

Baca Juga:  Selalu Jadi Dilema, Ini Hukum Sikat Gigi Saat Berpuasa

Berdasarkan hadis tersebut, UAH menyatakan bahwa meningkatkan ibadah puasa di bulan haram seperti Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram adalah diperbolehkan, meskipun tidak ada kewajiban khusus untuk mengkhususkan puasa pada satu bulan tertentu.

“Jika ada yang bertanya apakah boleh puasa di bulan Rajab, jawabannya silakan. Anda boleh puasa Senin atau Kamis, tidak ada batasan. Pahalanya bisa berlipat jika dilakukan dengan niat menghindari maksiat,” ungkap UAH.

Menurut UAH, puasa di bulan Rajab dapat dilakukan sesuai dengan momentum yang biasa dijalankan, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, atau puasa Dawud. Puasa beruntun juga diperbolehkan, misalnya Senin hingga Rabu, kemudian tidak puasa pada hari Kamis.

Baca Juga:  Tips Ustadz Adi Hidayat: Doa dan Amalan untuk Mendapatkan Jodoh yang Terbaik

“Dalilnya adalah karena puasa di bulan haram dianjurkan oleh Nabi SAW,” tegas UAH.

Terkait dengan keutamaan puasa di bulan Rajab, UAH menjelaskan bahwa tidak ada keutamaan khusus yang menyebutkan bahwa puasa Rajab akan menghadirkan sungai Rajab di surga atau menghapuskan semua dosa serta membebaskan seseorang dari neraka.

“Jika sudah bebas dari neraka, mengapa kita masih puasa Ramadan?” kata UAH, memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga:  UAH Ingatkan Pentingnya Doa Usai Membaca Al-Qur'an, Jangan Lupakan Amalan Ini!

UAH menekankan bahwa keutamaan puasa di bulan Rajab sebenarnya bersifat umum, yang juga berlaku untuk puasa di bulan haram lainnya. Tidak ada amalan khusus atau hadis yang menyebutkan keistimewaan puasa Rajab, namun jika seseorang melaksanakannya, ia akan tetap mendapatkan pahala sesuai niat dan amalannya.

“Tidak ada amalan khusus, tetapi jika Anda mengerjakannya dengan niat yang baik, insya Allah Allah akan memberikan pahala,” tandasnya.

Kesimpulannya, UAH menjelaskan bahwa puasa di bulan Rajab adalah amalan sunnah yang dapat dilakukan, terutama jika dilakukan pada hari-hari yang diutamakan untuk berpuasa, dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bid'ah hukum puasa Rajab Ustadz Adi Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis

Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram

Kode Redeem FF

Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?

AWAS JEBAKAN! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Umpan Hacker Curi Data Pribadi, Jangan Klik!

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.