Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Kamis, 30 Juli 2026 03:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!

Kamis, 30 Juli 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

By Aga GustianaSabtu, 28 Maret 2026 11:03 WIB2 Mins Read
Hendrik Irawan pemilik dapur SPPG Pangauban Batujajar Bandung Barat berujung penutupan. Foto: akun TikTok @hendrikirawan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sosok Hendrik Irawan yang belakangan ini menjadi pusat kecaman warganet akhirnya menampakkan diri. Pria di balik konten video joget kontroversial yang mengklaim pendapatan harian Rp6 juta dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, kini harus menelan pil pahit.

Fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya yang berlokasi di Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kini resmi berhenti beroperasi. Padahal, Hendrik mengaku telah menginvestasikan dana fantastis mencapai Rp3,5 miliar yang hingga saat ini modalnya belum juga kembali.

Klarifikasi Soal Video “Cuan”

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Hendrik berkilah bahwa video joget tersebut merupakan stok lama yang baru ia unggah. Ia membantah tudingan sengaja memamerkan keuntungan di tengah program sosial pemerintah.

“Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta,” ungkap Hendrik, Jumat (27/3/2026).

Meski sempat tersulut emosi dan berniat mempolisikan akun-akun yang menghujatnya, Hendrik akhirnya memilih mengurungkan niat tersebut. Ia mengaku kini lebih memilih untuk menerima kritik pedas dari masyarakat.

“Tapi enggak jadi (laporan polisi), waktu itu saya tersulut emosi. Saya terima kalau netizen sekarang menghujat saya, enggak apa-apa,” tuturnya.

Sanksi Penutupan dan Masalah Infrastruktur

Hendrik pun melayangkan permohonan maaf secara terbuka. Ia menyatakan tunduk pada keputusan otoritas yang menutup sementara tempat usahanya sebagai buntut dari huru-hara media sosial tersebut.

“Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah,” tambah Hendrik.

Di sisi lain, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, menegaskan bahwa tindakan Hendrik sangat tidak etis karena dilakukan di lingkungan fasilitas program negara.

“Ya itu kan urusan personal sebetulnya, tidak mewakili siapapun. Cuma tidak sepatutnya juga dia seperti itu, apalagi di dalam SPPG. Kita ingatkan kedepan SPPG di KBB fokus mengurus MBG saja, jangan mencoreng nilai positif dengan aksi seperti itu,” tegas Ramzi.

Selain karena faktor viral, Ramzi membeberkan bahwa penutupan juga dipicu oleh temuan teknis terkait infrastruktur yang belum sesuai standar prosedur operasional.

“Ditutup sementara, dari beberapa dapur dia baru 1 yang beroperasi. Jadi ada infrastruktur yang belum sesuai standar, nanti akan dicek lagi sebelum kembali dibuka. Waktu penutupan ya sesuai lamanya dia melakukan perbaikan,” tutup Ramzi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hendrik Irawan Makan Bergizi Gratis MBG pangauban batujajar sppg bandung barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.