Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Sabtu, 19 September 2026 14:23 WIB

Jatuh Sakit Sepulang Dampingi Persib di Korsel, Begini Kondisi Terkini Haji Umuh Muchtar

Sabtu, 19 September 2026 14:02 WIB

Marc Klok hingga Beckham Putra Hilang dari Daftar, Ini Alasan John Herdman Rombak Timnas Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 13:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
  • Jatuh Sakit Sepulang Dampingi Persib di Korsel, Begini Kondisi Terkini Haji Umuh Muchtar
  • Marc Klok hingga Beckham Putra Hilang dari Daftar, Ini Alasan John Herdman Rombak Timnas Indonesia
  • Xabi Alonso Kecewa Berat! Chelsea Remuk Redam Dihajar Brentford Tiga Gol Tanpa Balas
  • Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi
  • Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?
  • Innalillahi, Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Tutup Usia
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

By Aga GustianaSabtu, 28 Maret 2026 11:03 WIB2 Mins Read
Hendrik Irawan pemilik dapur SPPG Pangauban Batujajar Bandung Barat berujung penutupan. Foto: akun TikTok @hendrikirawan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sosok Hendrik Irawan yang belakangan ini menjadi pusat kecaman warganet akhirnya menampakkan diri. Pria di balik konten video joget kontroversial yang mengklaim pendapatan harian Rp6 juta dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, kini harus menelan pil pahit.

Fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya yang berlokasi di Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kini resmi berhenti beroperasi. Padahal, Hendrik mengaku telah menginvestasikan dana fantastis mencapai Rp3,5 miliar yang hingga saat ini modalnya belum juga kembali.

Klarifikasi Soal Video “Cuan”

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Hendrik berkilah bahwa video joget tersebut merupakan stok lama yang baru ia unggah. Ia membantah tudingan sengaja memamerkan keuntungan di tengah program sosial pemerintah.

“Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta,” ungkap Hendrik, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga:  70 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Lima Rumah Sakit

Meski sempat tersulut emosi dan berniat mempolisikan akun-akun yang menghujatnya, Hendrik akhirnya memilih mengurungkan niat tersebut. Ia mengaku kini lebih memilih untuk menerima kritik pedas dari masyarakat.

“Tapi enggak jadi (laporan polisi), waktu itu saya tersulut emosi. Saya terima kalau netizen sekarang menghujat saya, enggak apa-apa,” tuturnya.

Baca Juga:  Aksi Satir Bu Guru Sukabumi: Bongkar Paket MBG yang Tak Manusiawi, Jeruk Satu Biji Buat Tiga Hari!

Sanksi Penutupan dan Masalah Infrastruktur

Hendrik pun melayangkan permohonan maaf secara terbuka. Ia menyatakan tunduk pada keputusan otoritas yang menutup sementara tempat usahanya sebagai buntut dari huru-hara media sosial tersebut.

“Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah,” tambah Hendrik.

Di sisi lain, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, menegaskan bahwa tindakan Hendrik sangat tidak etis karena dilakukan di lingkungan fasilitas program negara.

“Ya itu kan urusan personal sebetulnya, tidak mewakili siapapun. Cuma tidak sepatutnya juga dia seperti itu, apalagi di dalam SPPG. Kita ingatkan kedepan SPPG di KBB fokus mengurus MBG saja, jangan mencoreng nilai positif dengan aksi seperti itu,” tegas Ramzi.

Baca Juga:  Hadapi Keracunan MBG: Pramono Pilih Jalur Spiritual, Dedi Mulyadi Evaluasi dan KLB

Selain karena faktor viral, Ramzi membeberkan bahwa penutupan juga dipicu oleh temuan teknis terkait infrastruktur yang belum sesuai standar prosedur operasional.

“Ditutup sementara, dari beberapa dapur dia baru 1 yang beroperasi. Jadi ada infrastruktur yang belum sesuai standar, nanti akan dicek lagi sebelum kembali dibuka. Waktu penutupan ya sesuai lamanya dia melakukan perbaikan,” tutup Ramzi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Innalillahi, Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Tutup Usia

Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi

Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.