Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf

Sabtu, 17 Oktober 2026 11:58 WIB
Kantor FAM Malaysia.

Terjerat Skandal Naturalisasi, Malaysia Malah Masuk Nominasi Federasi Terbaik AFC 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 11:25 WIB

Rekomendasi Restoran Sunda Legendaris di Garut: Nikmat Kulineran di Tengah Saung dan Udara Sejuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 10:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf
  • Terjerat Skandal Naturalisasi, Malaysia Malah Masuk Nominasi Federasi Terbaik AFC 2026
  • Rekomendasi Restoran Sunda Legendaris di Garut: Nikmat Kulineran di Tengah Saung dan Udara Sejuk
  • Misi Amankan Poin Penuh di SJH, Ini Jadwal Nonton dan Link Streaming Persib vs Persik Kediri
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Dari Roti Jadul hingga Satai Berbumbu Oncom, Ini 5 Kuliner Unik di Cianjur
  • BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui
  • Berburu Kuliner di Sukabumi, Ini 5 Tempat Makan yang Bisa Jadi Pilihan Bareng Keluarga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar

By Mulki AlbarKamis, 21 Mei 2026 19:01 WIB3 Mins Read
PMII Jabar gelar aksi di Gedung Sate. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kamis (21/5/2026).

Dalam aksi tersebut, PMII menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.

Ketua PKC PMII Jabar, Rusli Hermawan mengatakan, pihaknya telah melakukan penelaahan selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir terhadap arah pembangunan di Jabar.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan Pemprov Jabar dinilai masih terlalu terfokus pada infrastruktur dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita mengadakan penelaahan secara serius bahwa selama satu tahun setengah Pemerintah Provinsi Jawa Barat keterfokusan pembangunannya hanya pada konteks infrastruktur,” ucap Rusli saat diwawancarai di sela-sela aksi.

Baca Juga:  Kritik Soal Buzzer Berujung Doxing, Neni Nur Hayati Lawan Pemprov Jabar

Rusli menyebut, sejumlah wilayah di Jabar bagian selatan seperti Cianjur Selatan, Garut Selatan, dan Sukabumi Selatan masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan yang belum merata.

Selain itu, PMII Jabar juga menyoroti sektor pendidikan. Berdasarkan hasil penelaahan mereka, masih terdapat sekitar 128 kecamatan di Jabar yang belum memiliki sekolah menengah atas negeri.

“Bahkan ada beberapa kecamatan yang tidak memiliki SMA ataupun SMP, baik negeri maupun swasta,” ujarnya.

Dalam bidang ekonomi, PMII menilai angka pengangguran dan kemiskinan di Jabar masih cukup tinggi. Rusli menyebut sekitar 1,74 juta jiwa masih berada dalam angka pengangguran, sementara sekitar 3,6 juta masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga:  Pesantren dan Keagamaan Masuk Prioritas APBD Jabar 2026

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga menjadi sorotan PMII Jabar. Mereka menilai pemerataan fasilitas kesehatan di Jawa Barat masih belum optimal, terutama di wilayah selatan yang dinilai belum memiliki rumah sakit umum wilayah yang memadai.

“Rumah sakit umum wilayah masih tersentral di wilayah Parahyangan, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Wilayah selatan ini belum punya,” ungkapnya.

Melalui aksi tersebut, PMII Jabar membawa sedikitnya 36 tuntutan yang ditujukan kepada Pemprov Jabar di bawah pimpinan Dedi Mulyadi agar lebih serius memperhatikan hak dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Meski aksi berlangsung dengan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah, DPRD Jabar disebut menunjukkan respons positif dengan membuka ruang dialog bersama mahasiswa.

Baca Juga:  Kota Batu Parahyangan Siapkan Rp150 Miliar untuk Garap Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat

Rusli mengatakan pihaknya telah melakukan nota kesepahaman bersama anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKB, Muhamad Sidkon serta anggota Fraksi PAN, Budi untuk memfasilitasi penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pimpinan DPRD.

“Keduanya siap memediasi serta menyampaikan 36 tuntutan yang kami bawa kepada Ketua DPRD,” katanya.

Menurut Rusli, Ketua DPRD Jabar juga telah menyatakan kesiapan untuk menerima audiensi lanjutan bersama PMII Jabar pada pekan depan guna membahas tuntutan yang telah disampaikan dalam aksi tersebut.

“Alhamdulillah tadi Ketua DPRD sudah siap menyanggupi. Hari Senin nanti kami akan melakukan audiensi untuk menyampaikan langsung 36 tuntutan tersebut,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jawa Barat Dedi Mulyadi DPRD Jabar Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.