Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 06:00 WIB

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengangguran Tinggi, Pendidikan Darurat: Krisis Ganda Menghantui Jawa Barat

By Aga GustianaSelasa, 13 Mei 2025 08:46 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Pelamar Kerja. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meski menyandang predikat sebagai provinsi dengan angka pengangguran tertinggi di Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat justru tampak lebih sibuk merayakan angka pertumbuhan ekonomi dan mengangkat citra Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM), ketimbang menyelesaikan akar persoalan sosial di wilayahnya.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 mencatat, jumlah pengangguran terbuka di Jawa Barat mencapai 1,72 juta jiwa—tertinggi secara nasional. Namun, di tengah lonjakan pengangguran dan krisis pendidikan, narasi yang digaungkan justru penuh pujian terhadap pertumbuhan ekonomi yang dinilai tidak menyentuh realitas lapangan.

BPS Jawa Barat, dalam rilis resminya pada Senin (5/5/2025), menyebut pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 4,98 persen pada triwulan I 2025 (year-on-year), dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp734,08 triliun atas dasar harga berlaku. Sayangnya, angka tersebut tidak serta-merta mencerminkan perbaikan taraf hidup masyarakat.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Maulana Yusuf Erwinsyah, menilai situasi ini sebagai bukti nyata ketimpangan antara indikator makro ekonomi dan kualitas pembangunan manusia.

Baca Juga:  Sering Dipalak, Dedi Mulyadi Siap Tindak Lanjuti Keluhan Sopir di Jabar

“Angka pengangguran kita masih yang tertinggi, tapi pemerintah malah sibuk euforia. Ini mencerminkan kebijakan yang tidak menyentuh akar masalah,” tegasnya dalam pernyataan di Bandung, Senin (12/5/2025).

Tak hanya soal pengangguran, darurat pendidikan juga menghantui provinsi ini. Berdasarkan data BPS per November 2024, terdapat 658.831 anak di Jawa Barat yang tidak bersekolah. Dari angka itu, 164.631 anak putus sekolah, 198.570 tidak melanjutkan pendidikan, dan 295.530 belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Baca Juga:  Majunya Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta Jadi Keuntungan untuk Gerindra dan Dedi Mulyadi

Alih-alih menyoroti akar persoalan seperti akses pendidikan dan penciptaan lapangan kerja, Pemprov Jabar justru menganggarkan Rp6 miliar untuk mengirim 900 siswa bermasalah ke barak militer sebagai bagian dari program pembinaan.

“Seolah-olah semua masalah bisa selesai dengan pendekatan militer. Ini pendekatan yang ngawur. Pengangguran, pendidikan, pemabuk, ASN nakal, dan kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu resep tunggal seperti barak militer,” kritik Erwinsyah.

Menurutnya, pendekatan tersebut justru menunjukkan kegagalan negara dalam merancang solusi yang lebih manusiawi dan berbasis akar masalah sosial.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Larang Ibu-Ibu Nongkrong di Sekolah, Ini Alasannya

Sebagai langkah nyata, Erwinsyah mengusulkan program Desa Vokasi sebagai strategi pemberdayaan berbasis potensi lokal. Program ini akan memberikan pelatihan langsung di desa-desa dengan fokus pada sektor pertanian modern, industri kreatif, hingga UMKM digital.

“Desa Vokasi harus jadi prioritas dalam APBD Perubahan 2025. Pemerintah provinsi perlu segera mengucurkan anggaran khusus untuk memulai pilot project di setidaknya sepuluh daerah dengan tingkat pengangguran paling tinggi,” tegasnya.

Erwinsyah mengingatkan bahwa permasalahan di Jawa Barat jauh lebih kompleks dari sekadar ‘anak nakal’. Ia menyoroti ketimpangan akses pendidikan, rendahnya daya serap tenaga kerja, serta lemahnya orientasi pembangunan manusia sebagai persoalan utama yang mendesak untuk diselesaikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur HL jawa barat Pendidikan Pengangguran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.